alexametrics

Kompilasi Culture Shock Publik Pas Beli Makanan di Pulau Lain, Sukses Bikin Geregetan

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
Kompilasi Culture Shock Publik Pas Beli Makanan di Pulau Lain, Sukses Bikin Geregetan
ilustrasi ikan bakar [shutterstock]

Cita rasa dan cara makan yang berbeda antara satu daerah dengan lainnya rupanya bisa menyebabkan culture shock.

Suara.com - Setiap daerah memiliki makanan khas masing-masing. Tak hanya makanannya saja, cara makan dan cita rasa khas setiap daerah pun berbeda-beda.

Perbedaan tersebut pun bisa membuat culture shock atau gegar budaya pada orang yang baru pindah dari satu daerah ke daerah lain. Saat baru pindah sejumlah orang kaget dengan hal-hal yang belum pernah dilihat menjadi hal wajar di daerah itu.

Akun Twitter @ajiwar menanyakan pendapat kepada warganet tentang culture shock makanan yang pernah dialami. Rupanya pertanyaan ini mendapat banyak respon dari warganet yang ingin berbagi pengalamannya. Akun Instagram @athread_id pun merangkum jawaban kocak dari warganet.

Salah seorang warganet mengungkapkan kaget melihat banyak orang Makassar menikmati pisang goreng dengan sambal. Hal ini membuatnya terkejut karena pisang memiliki cita rasa cenderung manis dan sambal yang pedas.

Baca Juga: Demi Keamanan Konsumsi, Produsen Air Minum Harus Pastikan Kemasannya Lolos Uji BPOM

Culture shock soal makanan (Instagram @athread_id)
Culture shock soal makanan (Instagram @athread_id)

Di lain sisi, seseorang yang pernah tinggal di Padang pun menyebutkan jajanan pasar berbentuk bulat dengan isian gula merah bukan disebut klepon melainkan onde-onde. Sedangkan untuk jajanan bola-bola yang ditaburi wijen disebut dengan kue wijen di Padang.

Warganet lain bercerita saat pertama kali pergi ke Bandung, ia disuguhkan teh secara gratis. Ternyata itu adalah teh yang dibuat tanpa gula, momen tersebut adalah pertama kalinya ia meminum teh tawar dalam hidup.

Orang Bandung mengatakan sebaliknya. Ia saat itu pergi ke Yogyakarta untuk study tour. Dirinya sangat terkejut saat memesan teh hangat ternyata rasanya sangat manis. Teman-temannya yang lain pun kebingungan usai meminum teh manis hangat tersebut karena terbiasa meminum teh tawar.

Beralih ke Indonesia Timur, seorang pria bercerita di sana ikan bakar tak menggunakan banyak bumbu. Ikan bakar di sana adalah ikan mentah yang ditaburi sedikit garam.

Sedangkan di wilayah Pulau Jawa, ikan bakar digoreng dulu kemudian dibakar sembari dioleskan kecap. Ia mengaku sangat terkejut dengan hal ini.

Baca Juga: Pengakuan Asnawi Mangkualam, Konsumsi Makanan Haram Saat Jalani Karantina di Korsel

Culture shock soal makanan (Instagram @athread_id)
Culture shock soal makanan (Instagram @athread_id)

Wilayah Yogyakarta pun rupanya membuat banyak orang terkejut atas cita rasa makanannya yang cenderung manis. Seorang wanita bercerita setiap harus pergi ke Yogyakrta, ia meringis karena tak suka makanan manis.

Suatu hari ia pernah sarapan dengan soto yang kuahnya sangat manis. Hingga siang hari kepalanya pusing dan berakhir makan di restoran cepat saji.

Saat sejumlah orang kebanyakan makan makanan berkuah dengan bantuan sendok, rupanya banyak orang Kalimantan Selatan makan dengan tangan. Seorang pria menyebutkan bahwa hampir semua makanan berkuah disantap dengan tangan terutam yang dominan dengan santan.

Itulah beberapa cerita soal culture shock publik saat beli makanan di pulau lain. Untuk melihat cerita lainnya, silakan klik di sini!

Komentar