Kemenparekraf: Manfaat Literasi Digital untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Vania Rossa

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 00:05 WIB
Kemenparekraf: Manfaat Literasi Digital untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Ilustrasi literasi digital. (Pexels)

Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf mengatakan pelaku ekonomi kreatif tak cuma butuh bantuan untuk masuk ke platform digital, melainkan juga pendampingan literasi digital agar bisa bertahan dan terus berkembang.

"Bukan cuma buka toko di e-commerce dan pajang produk di sana, harus dibarengi pendampingan, terutama literasi digital dan literasi bisnis," kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Neil Al Himam, dalam webinar, Jumat (1/10/2021), dikutip dari Antara.

Neil menjelaskan, literasi bisnis yang dimaksud adalah bagaimana cara berbisnis, literasi finansial hingga pengetahuan soal manajemen dan ilmu produksi. Dengan membekali ilmu-ilmu tersebut, pengusaha ekonomi kreatif bisa mengelola bisnisnya agar bisa berkembang sambil memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar lebih luas.

Pemerintah memiliki program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar masuk ke platform digital.

Pada 2020, sebanyak 3,7 juta UMKM masuk platform digital sehingga total UMKM yang sudah masuk ke ranah digital sebanyak hampir 12 juta. Pada akhir 2023, sebanyak total 30 juta UMKM ditargetkan masuk ke platform digital.

Hal mendasar lain yang penting bagi pelaku ekonomi kreatif terkait dengan kekayaan intelektual, kata Neil. Dengan menciptakan merek, misalnya, pelaku ekonomi kreatif bisa meningkatkan nilai tambah produknya.

Sebuah produk, khususnya kuliner dan kriya, bisa punya nilai tambah dengan kemasan yang menarik. Oleh karena itu, Kemenparekraf juga punya program untuk mengemas produk secara menarik.

"Kami punya program bedah kemasan sampai redesain kemasan untuk memberikan nilai tambah," ujar Neil.

Kemenparekraf memiliki program BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan) yang bertujuan untuk membantu pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner. Pelaku kuliner diberi pendampingan agar mengetahui bagaimana mengemas produk secara baik dan menarik agar diminati konsumen. Program ini telah diselenggarakan di 5 Destinasi Super Prioritas (Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo) serta Bali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno Ungkap Alasan Ekonomi Kreatif Tetap Berkembang di Tengah Pandemi

Sandiaga Uno Ungkap Alasan Ekonomi Kreatif Tetap Berkembang di Tengah Pandemi

Lifestyle | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 23:58 WIB

Kemenparekraf: Pelaku Pariwisata Harus Tingkatkan Keterampilan Bahasa Asing

Kemenparekraf: Pelaku Pariwisata Harus Tingkatkan Keterampilan Bahasa Asing

Lifestyle | Kamis, 30 September 2021 | 23:06 WIB

Bangkitkan Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno: Kuncinya di Digitalisasi dan SDM

Bangkitkan Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno: Kuncinya di Digitalisasi dan SDM

Lifestyle | Kamis, 30 September 2021 | 16:40 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×