Nasi Ayam Merangkat, Kuliner Khas Desa Wisata Bonjeruk, Lombok

Vania Rossa

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 09:15 WIB
Nasi Ayam Merangkat, Kuliner Khas Desa Wisata Bonjeruk, Lombok
Nasi Ayam Merangkat (Antara)

Suara.com - Kuliner atau jajanan tradisional menjadi salah satu faktor pendukung atau daya tarik yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke sebuah tempat wisata. Seperti halnya yang dilakukan Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, yang menawarkan kuliner Nasi Ayam Merangkat dan jajanan khas Lombok yang dijual di Pasar Bambu.

Pengurus Pokdarwis Desa Wisata Bonjeruk Dayat mengatakan, dalam mengembangkan Desa wisata di tengah pandemi ini, mereka tidak hanya mengandalkan pemandangan alam pendesaan dan budaya serta sejarah. Namun, pihaknya mengembangkan Desa wisata dengan menonjolkan potensi makanan khas Lombok kepada para wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Makanan khas Lombok kita kembangkan menjadi potensi wisata," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Lokasi Pasar Bambu ini dulu lahan hanya menjadi genangan air dan terdiri dari semak dan bambu-bambu yang selalu ditebang untuk dijual.

"Setelah dibangun, tempat ini menjadi lebih tertata dan bambupun semakin terpelihara dan memberikan dampak ekonomi yg besar bagi masyarakat," ujarnya.

Dikatakan, sebelum pandemi, Pasar Bambu itu awalnya memang dikhususkan untuk wisatawan mancanegara. Namun, karena pandemi dua tahun lalu, tidak ada wisatawan yang datang.

"Awalnya kita telah jalin kerjasama dengan pihak pengelolaan Kapal Pesiar dan agen trevel. Hampir 800 wisatawan asing yang telah mencoba kuliner makanan di Pasar Bambu ini," katanya.

Meskipun pandemi, pihaknya tetap bertahan dan mencoba hal baru supaya Desa wisata tersebut tetap aktif. Sehingga muncul gagasan untuk membuka Pasar Bambu itu kepada wisatawan lokal dengan mengandalkan Nasi Ayam Merangkat.

"Alhamdulillah, cukup ramai setiap hari tamu yang datang," ujarnya.

baca juga

Dijelaskan, Nasi Ayam Merangkat ini memiliki filosofi, di mana nasi tersebut biasanya disajikan saat ada warga yang menikah dan pihak keluarga dalam menyambut kedua mempelai memotong puluhan ayam untuk dimasak dengan cara dibakar, dikasih bumbu sambal, dan disajikan bagi warga sebagai rasa syukur, karena anak mereka menikah.

"Ciri khasnya makanan ini pedas dan biasanya disajikan setiap ada yang menikah," katanya.

"Tapi kalau untuk wisatawan asing, bumbunya tidak pedas, kita sesuaikan dengan lidah mereka," tambahnya.

Menurutnya, apabila pandemi ini berakhir, pasti wisatawan yang akan datang cukup banyak dan pariwisata bisa pulih kembali. Terlebih dengan adanya event WSBK dan MotoGP di Sikuit Mandalika bisa menjadi magnet kunjungan wisatawan di Lombok khususnya dan berdampak bagi pelaku wisata atau masyarakat.

"Semoga pandemi ini tuntas dan event balapan di Sirkuit Mandalika itu bisa membangkitkan pariwisata," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembalap Top Dunia MotoGP Komentari Keamanan Sirkuit Mandalika, Ini Kata Dorna

Pembalap Top Dunia MotoGP Komentari Keamanan Sirkuit Mandalika, Ini Kata Dorna

Bogor | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 19:09 WIB

Menikmati Kuliner dan Jalan Setapak Pinggir Pantai di Cove at Batavia PIK

Menikmati Kuliner dan Jalan Setapak Pinggir Pantai di Cove at Batavia PIK

Lifestyle | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Resep Soto Daging Sapi Kuah Bening, Dijamin Sedap Menyegarkan

Resep Soto Daging Sapi Kuah Bening, Dijamin Sedap Menyegarkan

Lifestyle | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 13:33 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×