Goweser Nggak Usah Nekat! Ini 5 Kota yang Diklaim Buruk untuk Pesepeda

Arendya Nariswari

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:13 WIB
Goweser Nggak Usah Nekat! Ini 5 Kota yang Diklaim Buruk untuk Pesepeda
Ilustrasi bersepeda santai sambil menikmati pemandangan alam. (Unsplash/@musicfox)

Suara.com - Belakangan hobi mengendarai sepeda alias gowes masih begitu diminati di sejumlah negara tak terkecuali Indonesia. Tapi tahukah Anda jika ada kota yang diklaim buruk untuk pesepeda karena sejumlah faktor?

Umumnya, para goweser (sebutan untuk para pesepeda) paling nyaman melakukan perjalanan di tempat lengang dengan ditemani udara sejuk. 

Nah, tapi ternyata tidak semua negara memiliki suasana sejuk, jalanan lengang yang ramah untuk pesepeda lho. 

Lalu negara mana saja ya yang dinilai kurang nyaman bagi pesepeda? Untuk lebih jelasnya simak info 5 kota yang jadi mimpi buruk bagi para pesepeda dari laman Guideku.com berikut ini:

1. Hong Kong

Ada tiga hal yang membuat Hong Kong menjadi mimpi buruk bagi para pesepeda: kepadatan kota yang begitu ekstrem, topografi kotanya, dan iklim.

Hong Kong merupakan salah satu tempat terpadat di dunia yang tak menyisakan banyak ruang di jalan. Terlebih bagi para pesepeda dan pejalan kaki.

Selain itu, jalanan kota yang berbukit-bukit membuat aktivitas bersepeda di kota ini menjelma kegiatan yang begitu menguras tenaga.

Iklim Hong Kong yang lembab dan panas juga membuat para pesepeda mudah lelah kala berkendara di kota ini.

baca juga

2. Sydney, Australia

Selain kurangnya jalur bagi para pesepeda, pengamat dunia goweser menyebut kota ini membutuhkan kampanye pendidikan yang serius untuk membangun budaya ramah sepeda yang jauh lebih baik.

Sebab agaknya para pengemudi di Sydney lebih memusuhi para pesepeda dibanding para pengendara motor.

3. Delhi, India

Sebuah studi yang dirilis para peneliti dari University of Cambridge mengungkapkan bahwa mengendarai sepeda di Delhi sebaiknya dilakukan selama lima jam atau kurang dari seminggu.

Hal ini disebabkan polusi udara yang menjangkiti kota ini.

Delhi merupakan salah satu kota paling tercemar di dunia. Bahkan polusi udara di Delhi, dua kali lebih buruk ketimbang Beijing.

4. Moskow, Rusia

Moskow dikenal sebagai salah satu kota dengan kemacetan lalu lintas terparah di muka bumi.

Hal ini tentu berdampak sangat buruk bagi keselamatan para pengguna jalan terlemah di kota ini: pesepeda dan pejalan kaki.

Sesaknya jalanan membuat para pesepeda terpaksa menyisir trotoar dan membahayakan para pejalan kaki.

Sementara di jalan, tidak ada ruang selain bagi para pengendara kendaraan bermotor.

5. Kairo, Mesir

Di Kairo, bersepeda dianggap sebagai moda transportasi milik kasta terendah.

Hal ini kian diperparah dengan kenyataan bahwa jalanan di kota ini begitu buruk, penuh dengan jalanan berlubang dan polusi udara yang mencekat.

Nah, itu dia lima kota tidak ramah sepeda di dunia yang berhasil Suara.com himpun dari laman Guideku.com. Bagaimana menurut kalian? Apakah Anda berminat untuk tetap mencobanya suatu saat nanti? (Guideku.com/Dany Garjito)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polsek Senen Ungkap Kasus Curanmor Pakai Korek Api

Polsek Senen Ungkap Kasus Curanmor Pakai Korek Api

Jakarta | Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:25 WIB

Mantab! Sepeda Asal Kendal Ini Ternyata Punya Banyak Fans di Malaysia

Mantab! Sepeda Asal Kendal Ini Ternyata Punya Banyak Fans di Malaysia

Bisnis | Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:18 WIB

Viral! Anak Iseng Kalungkan Gembok Sepeda ke Leher Ibu, Ternyata Lupa Kodenya

Viral! Anak Iseng Kalungkan Gembok Sepeda ke Leher Ibu, Ternyata Lupa Kodenya

Lifestyle | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:03 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×