alexametrics

Ini Asumsi Umum Milenial dan Gen Z Tentang Investasi Saham

Risna Halidi | Lilis Varwati
Ini Asumsi Umum Milenial dan Gen Z Tentang Investasi Saham
Ilustrasi Investasi [pexels.com]

Ini asumsi umum Milenial dan Gen Z tentang investasi. Sampai-sampai perlu diluruskan.

Suara.com - Investasi saham saat ini mulai dilirik oleh anak muda kalangan Milenial dan Gen Z. Namun dalam dalam praktiknya, anak-anak muda tersebut dinilai belum punya dasar pemahaman yang tepat dalam berinvestasi saham. 

Founder Ngerti Saham Frisca Devi mengaku, meluruskan mindset tentang saham merupakan tantangan paling besar dalam membagikan edukasi investasi.

"Itu susahnya minta ampun, walaupun kita sudah menyederhanakan kalimat-kalimat tapi terkait maindset ini yang sebetulnya susah," kata Frisca dalam webinar Seribu Langkah Mapan, Minggu (17/10/2021). 

Menurutnya, anak-anak muda Milenial maupun Gen Z masih cenderung berpikir kalau dengan berinvestasi saham seolah-olah bisa membuat mereka auto tajir alias kaya raya. Padahal cara berpikir seperti itu keliru. 

Baca Juga: Asal Usul Kata Bokep, Ada Hubungannya dengan Istilah Bobol Keperawanan

"Maindset ini yang sebetulnya masih susah kita basmi sampai saat ini. Sudah kita kasih panduan segala macam tapi balik lagi kalau soal maindset kan terkait diri sendiri, jadi kita hanya bisa mengarahkan. Tapi endingnya ada juga yang berhasil diarahkan, banyak juga tetap tidak mengindahkan," katanya.

Frisca mengatakan, sabar dalam berinvestasi saham sebenarnya sangat penting. Menentukan tujuan keuangan lewat investasi saham juga perlu ditentukan. Sehingga tahu kapan bisa mengambil uang yang sudah diinvestasikan.

"Ini tantangan kita bagaimana bisa menyentuh mindset mereka agar bisa berubah pelan-pelan dan mereka bisa berinvestasi dengan bijak dan benar, tidak sekadar investasi yang ujung-ujungnya spekulasi. Itu yang kita lihat belakangan ini apalagi sejak pandemic lahir spekulator Milenial, Gen Z yang cukup bikin prihatin," pungkasnya.

Komentar