Ketahui Sejarah Transportasi Darat, Udara, dan Air dari Masa ke Masa

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:51 WIB
Ketahui Sejarah Transportasi Darat, Udara, dan Air dari Masa ke Masa
Ilustrasi kapal Feri. [Shutterstock]

Suara.com - Sama seperti handphone, transportasi sudah menjadi hal yang vital di zaman modern saat ini. Apalagi perkembangan sejarah transportasi berlangsung sangat cepat dari ojek online hingga roket luar angkasa.

Transportasi didefinisikan sebagai sarana pengangkut yang memudahkan perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain.

Kini, pertanyaanya sudahkan mengetahui sejarah transportasi dari masa ke masa?

Mengutip Ruang Guru, Rabu (27/10/2021) sarana transportasi mulai berkembang sejak penemuan roda sekitar tahun 3500 sebelum masehi.

Ilustrasi - Rangkaian KRL Commuterline melintas di samping Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Paramayuda/aww.
Ilustrasi - Rangkaian KRL Commuterline melintas di samping Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Paramayuda/aww.

Pada masa itu, roda dibuat dari kayu yang sangat berat, sehingga perjalanan dengan sarana transportasi kala itu juga belum efisien seperti saat ini.

Sejarah transportasi darat

Transportasi darat sudah dikenal sejak zaman kuno. Ada banyak banget jenis transportasi darat pada masa itu seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda.

Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga hewan dan manusia untuk berpindah tempat.

Kendaraan dengan mesin baru muncul setelah abad ke-18. Namun pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin uap.

baca juga

Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara Prancis untuk mengangkut peralatan perang.

Mesin uap yang digunakan masih terdiri dari tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.

Kemudian satu dekade kemudian, mesin diesel ditemukan. Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yang dalam hal ini adalah mobil.

Mesin diesel membuat bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat, sehingga bisa lebih ngebut.

Sejak saat itu, mobil mulai banyak digunakan karena praktis dan bisa digunakan kapan saja untuk ke mana saja. Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford, yang pertama kali melakukan produksi massal mobil “murah”.

Perkembangan mutakhir transportasi darat saat ini salah satunya adalah kereta api rel magnetik, atau yang dikenal sebagai Maglev (magnetic levitation), yang dirancang oleh seorang insinyur Inggris, Eric Laithwaife pada tahun 1950.

Sejarah transportasi udara

Penemuan mesin bagi mobil membuat manusia ingin terus berinovasi, hingga akhirnya lahirlah teknologi mesin terbang.

Cikal bakal transportasi udara yang ada saat ini dimulai dari sebuah balon udara. Pada tahun 1782, Joseph dan Jacques Etienne berhasil menerbangkan balon udara setinggi 300 meter untuk pertama kali.

Satu tahun setelah itu, Etienne bersaudara menaikkan bebek, domba, dan ayam ke balon udara yang berhasil terbang setinggi 500 meter. Balon udara kemudian berkembang hingga bisa membawa manusia sebagai penumpang.

Perkembangan transportasi udara berikutnya ditandai dengan penemuan pesawat terbang yang dijuluki sebagai “Kitty Hawk”. Kala itu, pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright merancang mesin pesawat terbang.

Hingga akhirnya, rancangan pesawat terbang mereka bisa berguna mengangkut manusia maupun barang dengan jarak yang jauh secara cepat.

Tak puas dengan mesin pesawat yang dirancang Wright bersaudara, tepat pada tahun 1905 seorang insinyur bernama Henri Conda dari Rumania mengembangkan mesin pesawat jet.

Prinsip kerja mesin jet yang diterapkan pada pesawat adalah menghisap udara dari bagian depan mesin dan mengeluarkannya dengan laju tinggi dari bagian belakang mesin.

Barulah pada abad ke-20, pesawat berukuran besar seperti Airbus dan Boeing mulai digunakan untuk penumpang.

Sejarah transportasi air

Berbeda dengan transportasi darat dan udara, transportasi air sering dianggap sebagai transportasi kelas dua oleh masyarakat dunia karena waktu tempuh dengan transportasi ini lebih lama dari transportasi udara.

Meski begitu, transportasi air sangat berguna untuk perjalanan antarpulau yang dekat serta harganya lebih murah daripada transportasi udara.

Perkembangan transportasi air nggak lepas dari penemuan mesin uap oleh James Watt. James Watt telah menginspirasi Robert Fulton, yang membuat kapal uap pertama, dengan nama "Clermont".

Penemuan kapal uap dapat memudahkan banyak orang menyeberangi lautan.

Selain kapal uap, ada pula kapal selam, yaitu kapal yang bergerak di bawah permukaan air yang umumnya untuk kepentingan militer.

Sejarah kapal selam berawal sejak tahun 1500 masehi dan mulai muncul pada abad ke-19. Penemu kapal selam adalah Cornelis Drebbel. Kapal selam mulai terkenal sejak digunakan pada Perang Dunia I.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus

Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29 WIB

Kereta Api Harus Layani Rakyat, Bukan Sekadar Kejar Untung

Kereta Api Harus Layani Rakyat, Bukan Sekadar Kejar Untung

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?

Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:41 WIB

Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang

Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:34 WIB

Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman

Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:27 WIB

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:00 WIB

Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita

Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:07 WIB

Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi

Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:58 WIB

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Terkini

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:44 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

×