Terinspirasi Kondisi Psikis Saat Pandemi, Fashion Lokal Ini Luncurkan Koleksi Terbaru

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:05 WIB
Terinspirasi Kondisi Psikis Saat Pandemi, Fashion Lokal Ini Luncurkan Koleksi Terbaru
Terinspirasi Kondisi Psikis Saat Pandemi, Fashion Lokal Ini Luncurkan Koleksi Terbaru. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Brand lokal asal Bandung, Jawa Barat, SVARAH (SVH) merilis koleksi terbaru JUXTAPOSITION. Menariknya kolesti terbaru mereka kali ini mencerminkan mayoritas psikis manusia di masa pandemi.

Koleksi ini terdiri dari 2 desain yakni inspirasi denial dan acceptance. Kedua desain ini adalah fase hidup mayoritas manusia, terlebih di saat awal andemi Covid-19 awal banyak orang yang mengalami fase denial.

"Fase denial identik dengan rasa sedih, kegagalan, dan amarah, jadi identik dengan warnanya yang lebih gelap," tutur Desainer sekaligus Creative Director di toko pameran di ASAU Jakarta, Grand Wijaya Centre, Kebayoran Baru, Jumat (3/12/2021).

Tetap dengan tidak meninggalkan  karakter SVH yang identik dengan nuansa colourfull alias ceria dan cerah, koleksi ini memanfaatkan unsur printing parttern, nuansa desain denial ini cenderung berwarna lebih gelap, lengkap motif printing yang memiliki arti khusus.

Terinspirasi Kondisi Psikis Saat Pandemi, Fashion Lokal Ini Luncurkan Koleksi Terbaru. (Suara.com/Dini Afrianti)
Terinspirasi Kondisi Psikis Saat Pandemi, Fashion Lokal Ini Luncurkan Koleksi Terbaru. (Suara.com/Dini Afrianti)

Salah satunya dalam desain itu, terdapat unsur gambar burung gagak yang melambangkan kegagalan sekaligus pengingat waktu, jarum jam melambangkan waktu yang dimiliki manusia, dan segitiga sebagai bentuk penolakan.

Selanjutnya desain kedua yang terinspirasi dengan fase acceptance, yaitu fase penerimaan, bisa beradaptasi dan berlapang dada, namun bukan berarti pada tahap ini orang akan bahagia.

"Ini hanya proses berdamai dan berusaha melanjutkan hidup, meskipun tidak merasa bahagia," tutur Bengki.

Kondisi ini diakui Bengki, serupa dengan pandemi setelah 2 tahun, banyak orang yang awalnya takut ke luar karena virus, tapi perlahan sudah berani bertemu banyak orang dan hidup berdampingan dengan virus, meski protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Motif printing acceptance ini, terdiri dari burung pemilik mahkota, yakni royal flycatcher, buah delima, buah jeruk, dan kunci. 

baca juga

Berbeda dengan tema denial yang berwarna cerah, maka tema acceptance ini cenderung berwana dasar biru keabuan.

Adapun semua koleksi terbaru SVH ini memiliki oversize yang bisa digunakan oleh semua orang yang biasa menggunakan ukural S hingga XL.

Sementara itu, khusus untuk koleksi ini dihargai Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta yang dibeli lewat online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ria Miranda Sebut Pandemi Pengaruhi Tren Modest Fashion di 2022, Seperti Apa?

Ria Miranda Sebut Pandemi Pengaruhi Tren Modest Fashion di 2022, Seperti Apa?

Lifestyle | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:51 WIB

Dampak Pandemi, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bantul Meningkat

Dampak Pandemi, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bantul Meningkat

Jogja | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:38 WIB

5 Tren Gaya Rambut Ala Idol K-Pop Tahun 2021 Ini Bisa Kamu Coba, Tertarik?

5 Tren Gaya Rambut Ala Idol K-Pop Tahun 2021 Ini Bisa Kamu Coba, Tertarik?

Your Say | Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:26 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×