Kepulauan Seribu Darurat Sampah, Butuh Penguatan Wisata Ramah Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 06 Desember 2021 | 11:15 WIB
Kepulauan Seribu Darurat Sampah, Butuh Penguatan Wisata Ramah Lingkungan
Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)

Suara.com - Kepulauan Seribu yang merupakan rumah bagi 24.000 jiwa dan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Sayangnya, hingga kini masih kerap ditemukan sampah di bibir pantai kepulauan seribu.

Sebagian besar sampah Kepulauan Seribu diangkut ke TPST Bantar Gebang. Sampah di Kepulauan Seribu berasal dari aktivitas penduduk, kegiatan wisata, perkantoran, sekolah, serta kiriman dari daerah sekitar Kepulauan Seribu.

Bahkan, daerah tersebut telah mendeklarasikan masalah sampah sebagai hal darurat yang membutuhkan perhatian khusus. Sebuah peta jalan yang berisikan strategi rinci untuk mengelola sampah di Kepulauan Seribu sangat dibutuhkan sebagai regulasi yang melengkapi Kebijakan dan Strategi Daerah DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah.

Menilik sumber sampah yang bervariasi, pendekatan upaya pengurangan dan penanganan sampah harus bersifat holistik, beranjak dari rumah tangga, hingga penguatan wisata yang ramah lingkungan.

Ilustrasi sampah plastik di laut
Ilustrasi sampah plastik di laut

"Saat ini telah banyak inisiatif kolaborasi multi-stakeholders dan program pemerintah yang mendukung Kepulauan Seribu yang bersih, namun hal ini harus terus dipantau dan dievaluasi dalam jangka panjang," ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Sujanto Budiroso dala  keterangannya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari, menyatakan dibutuhkan berbagai inovasi teknologi untuk pengurangan seperti melalui toko curah hingga pengolahan sampah seperti sampah laut, sinergi program kolaborasi di tingkat tapak hingga kebijakan untuk mewujudkan jakarta sadar sampah yang holistik.

"Selain itu, kebutuhan berbagai upaya edukasi yang menunjang perubahan perilaku secara masif juga harus dilakukan, di antaranya melalui jingle, video serial, serta dokumen Rencana Aksi Sistem Pengelolaan Sampah di Kepulauan Seribu. Tujuannya semua lapisan masyarakat bisa turut serta dalam pengurangan sampah dari sumber," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuh Tempat Wisata di Ubud, Desa Memesona di Pulau Dewata

Tujuh Tempat Wisata di Ubud, Desa Memesona di Pulau Dewata

Bali | Minggu, 05 Desember 2021 | 21:40 WIB

Arus Penumpang Wisata Pulau Seribu Mengalami Peningkatan

Arus Penumpang Wisata Pulau Seribu Mengalami Peningkatan

Foto | Minggu, 05 Desember 2021 | 18:10 WIB

Sirkuit Mandalika Jadi Tempat Wisata, Ramai Dikunjungi Warga

Sirkuit Mandalika Jadi Tempat Wisata, Ramai Dikunjungi Warga

Bali | Minggu, 05 Desember 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:32 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding

Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Pesta Gol di Bekasi, Persija Jakarta Bertengger di Puncak Klasemen Super League

Pesta Gol di Bekasi, Persija Jakarta Bertengger di Puncak Klasemen Super League

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:12 WIB

Menko Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Bukan Tolak Ukur Kondisi Perekonomian

Menko Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Bukan Tolak Ukur Kondisi Perekonomian

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Ide Rayakan Tahun Baru di Jakarta, Ada Konser Maliq & DEssentials hingga Dinner Spesial

Ide Rayakan Tahun Baru di Jakarta, Ada Konser Maliq & DEssentials hingga Dinner Spesial

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi

Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Usai Dirut Jadi Tersangka, Kejagung Periksa Dua Saksi dari PT CNI

Usai Dirut Jadi Tersangka, Kejagung Periksa Dua Saksi dari PT CNI

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×