Punya Tujuan Mulia, Pria Ini Sudah 11 Tahun Dibayar untuk Dipukuli Orang Lain

Arendya Nariswari, Amertiya Saraswati

Sabtu, 11 Desember 2021 | 16:55 WIB
Punya Tujuan Mulia, Pria Ini Sudah 11 Tahun Dibayar untuk Dipukuli Orang Lain
ilustrasi dipukuli (pixabay.com)

Suara.com - Seorang pria di Turki memiliki pekerjaan unik yang disebut dengan nama stress coach. Ia rela dibayar untuk dipukuli.

Melansir Oddity Central, pria bernama Hasan Riza Gunay tersebut memulai pekerjaannya sejak tahun 2010 silam. Ia terinspirasi sebuah film Turki berjudul Sark Bulbulu (Eastern Nightingale).

Pada film tersebut, sang tokoh protagonis mengizinkan dirinya sendiri untuk dipukuli. Dari sana, Hasan sadar bahwa memukul dapat menjadi cara melepas stres.

Hasan lantas memutuskan untuk menggunakan hal tersebut sebagai ide bisnis. Ia rela dipukul orang asing dan tidak akan memukul balik demi mendapat uang.

Pria ini menyebut pekerjaannya tersebut sebagai stress coach karena ia membantu orang lain dalam melepas rasa stres mereka.

Tidak hanya itu, Hasan berharap agar ada yang mau mengambil alih bisnisnya nanti sebelum ia terlalu tua untuk terus dipukuli.

Pria Bekerja Dibayar untuk Dipukuli (youtube.com/Stres Koçu Hasan Rza Günay)
Pria Bekerja Dibayar untuk Dipukuli (youtube.com/Stres Koçu Hasan Rza Günay)

"Kebanyakan klienku mengalami depresi atau serangan panik atau stres karena rutinitas harian mereka," ungkapnya kepada agensi berita Turki, Anadolu.

"Aku ingin melatih orang lain yang tertarik untuk menjadi stress coach dan memberikan sarung tanganku kepada generasi baru," tambah Hasan.

Hasan memiliki beberapa metode yang ia tawarkan kepada kliennya untuk melepas stres.

baca juga

Biasanya, kebanyakan klien hanya butuh seseorang untuk dijadikan sasaran kemarahan. Namun, ada kalanya Hasan akan memakai topeng wajah orang yang dibenci kliennya dan mendorong mereka untuk memaki serta mengeluarkan rasa frustrasi.

Hasan akan memberikan waktu sebanyak 10-15 menit per sesi. Setiap harinya, dia juga hanya menerima 4 klien.

Tidak hanya itu, Hasan juga akan mengecek lebih dulu apakah kliennya punya alasan kuat untuk mengeluarkan amarah. Pria ini tidak akan menerima orang yang datang untuk bersenang-senang.

Pria Bekerja Dibayar untuk Dipukuli (youtube.com/Stres Koçu Hasan Rza Günay)
Pria Bekerja Dibayar untuk Dipukuli (youtube.com/Stres Koçu Hasan Rza Günay)

Meski bekerja untuk dipukuli dan dimaki orang lain, Hasan mengungkap bahwa ia tidak pernah menganggapnya sebagai serangan pribadi.

Sebaliknya, ia menganggap kliennya sebagai seorang protagonis dalam film sementara dirinya membantu mereka melepas stres.

Kebanyakan klien Hasan juga perempuan, sehingga pukulan yang ia rasakan tidak terlalu sakit. Selain itu, pria ini selalu memakai pelindung tubuh dan rajin berolahraga agar memiliki badan yang kuat.

Sebagai tambahan, Hasan juga akan meminta kliennya menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa ia melakukan ini secara sukarela.

Dengan begitu, klien Hasan tidak perlu khawatir akan adanya konsekuensi legal jika Hasan sampai terluka dalam sebuah sesi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bahaya Jika Kamu Sering Memendam Perasaan, Segera Hindari!

4 Bahaya Jika Kamu Sering Memendam Perasaan, Segera Hindari!

Your Say | Jum'at, 10 Desember 2021 | 15:31 WIB

Syarat Lamaran Kerja Agar Cepat Diterima, Mulai dari Data Diri hingga Kartu Kuning

Syarat Lamaran Kerja Agar Cepat Diterima, Mulai dari Data Diri hingga Kartu Kuning

Jatim | Jum'at, 10 Desember 2021 | 14:08 WIB

Stres Kronis Mempercepat Penuaan, tapi Ketahanan Emosi Bikin Dampak Buruknya Lebih Ringan

Stres Kronis Mempercepat Penuaan, tapi Ketahanan Emosi Bikin Dampak Buruknya Lebih Ringan

Health | Kamis, 09 Desember 2021 | 16:59 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×