facebook

Sedang Masa Transisi, Begini Cerita Pria Transgender yang Malah Hamil dan Punya Anak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Sedang Masa Transisi, Begini Cerita Pria Transgender yang Malah Hamil dan Punya Anak
Ilustrasi pria transgender melahirkan. (Unsplash)

Ia tetap memutuskan untuk melanjutkan transisi sebagai pria transgender meski sudah melahirkan.

Suara.com - Seorang pria transgender membagikan kisah tak terduga yang ia alami ketika sedang menjalani transisi jenis kelamin dari wanita ke pria.

Akibat berkencan dengan seseorang yang ia temui di aplikasi kencan online, pria 28 tahun bernama Ash Patrick Schade tersebut berakhir hamil.

Melansir New York Post, Ash hamil pada Februari 2020 meski saat itu dirinya sedang melakukan transisi jenis kelamin menjadi pria. Meski begitu, Ash memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya karena terlanjur jatuh cinta dengan baby bump miliknya.

"Itu adalah kejutan besar, tapi aku jatuh cinta dengan baby bump-ku," ungkap dia.

Baca Juga: Jangan Singgung 6 Topik ini kepada Perempuan yang Baru Melahirkan

"Aku tidak pernah menyangka bisa hamil saat sedang mengonsumsi pemblokir hormon testosteron dan estrogen, ini adalah kejadian langka," tambahnya.

Ilustrasi Pria Transgender Hamil (Pexels/Daniel Reche)
Ilustrasi Pria Transgender Hamil (Pexels/Daniel Reche)

Ash sendiri saat itu sudah 2 tahun melakukan transisi sebagai pria. Sekitar sebulan setelah dinyatakan hamil, Ash kemudian bertemu pria lain bernama Jordan yang kini menjadi suaminya.

Meski pada akhirnya melahirkan anak, Ash mengungkap jika dirinya tetap melanjutkan transisi sebagai pria transgender.

Setelah melahirkan anak pertamanya, Ash melakukan operasi untuk menghilangkan payudara miliknya. Meski begitu, pria satu ini masih belum melakukan operasi penggantian alat kelamin karena dirinya kini ingin punya anak lagi bersama sang suami.

Ilustrasi pasangan sejenis (Shutterstock).
Ilustrasi pria transgender menikah (Shutterstock).

Sebelum transisi, Ash sendiri mengungkap bahwa dirinya selalu merasa terjebak di tubuh yang salah.

Baca Juga: Anisa Rahma Mantap Jalani Bayi Tabung, Ada Polip di Rahim

"Aku menyembunyikan buah dadaku dan mengidentifikasi diri sebagai laki-laki di sekolah dan dipanggil Ash. Aku memakai pakaian gothic gelap untuk menyembunyikan penampilanku."

Meski begitu, identitas Ash sebagai perempuan akhirnya terbongkar karena sang ibu memaksanya memakai baju pink. Akibatnya, ia sempat kena bully hingga ingin bunuh diri karena trauma.

Di sisi lain, Ash sendiri kini menyebut bahwa dirinya merasa bangga tetap bisa melahirkan meski sudah melakukan transisi sebagai pria transgender.

"Ini mungkin terasa berkebalikan, tapi melahirkan terasa seperti hal paling maskulin yang pernah kulakukan."

"Untukku, menjadi pria bukan soal siapa yang punya alat kelamin paling besar. Ini soal apa yang kau lakukan untuk membantu orang lain, apa yang bisa kau peroleh dan kau capai," tuturnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar