Dialami Lesti Kejora Sebelum Melahirkan Prematur, Apa Itu Suntik Pematangan Paru?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB
Dialami Lesti Kejora Sebelum Melahirkan Prematur, Apa Itu Suntik Pematangan Paru?
Rizky Billar dan Lesti Kejora. [Instagram]

Suara.com - Sebelum melahirkan anak pertamanya Leslar Al-Fatih Billar secara prematur, Lesti Kejora sempat tiga kali disuntik pematangan paru agar kondisi bayinya lebih baik saat dilahirkan.

Hal ini diungkap langsung oleh Rizky Billar saat menimpali komentar di Instagram pribadinya. Ia juga mengungkap taksiran berat bayinya sebelum dilahirkan.

"Istri saya 3 kali disuntik pematangan paru dan beratnya itu 2,2 kilogram. Itu taksiran dokter, bukan saya yang bilang, dan ternyata Alhamdulilah sekali begitu keluar bobot bayi kami laiknya anak normal. Walaupun besoknya mengalami penyusutan," tutur @rizkybillar dalam komentar postingan Instagramnya, dikutip suara.com, Rabu (12/1/2022).

Lantas, apa sih sebenarnya suntik pematangan paru itu?

Mengutip Healthline, suntik pematangan paru adalah suntikan yang didalamnya mengandung steroid untuk meningkatkan fungsi paru-paru bayi.

Seperti diketahui, paru adalah organ yang paling akhir yang terbentuk di dalam tubuh bayi, dan biasanya baru akan terbentuk sempurna saat janin berusia 36 minggu di dalam kandungan.

Itulah mengapa suntik pematangan paru umumnya sudah diberikan pada ibu yang berpotensi menjalani kelahiran prematur atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Jika ibu berpotensi melahirkan di usia kehamilan kurang dari 34 minggu, suntikan pematangan paru diberikan untuk meningkatkan peluang bayi bisa bernapas dengan baik di luar rahim, dan meningkatkan fungsi paru-paru agar lebih cepat berkembang.

Suntikan ini umumnya dimasukkan melalui salah satu otot besar seperti lengan, kaki, atau bokong perempuan hamil. Suntikan juga diberikan secara ketat, sesuai indikasi dan diagnosis dokter terhadap janin dan kondisi ibu hamil.

baca juga

Di sisi lain, melalui tanya jawab Alodokter, dr. Caroline mengatakan bahwa, pematangan paru diberikan apabila harus terjadi persalinan, seperti air ketuban habis, pendarahan dan sebagainya.

Mengantisipasi itu, paru bayi diharapkan sudah siap digunakan di luar rahim. Meski tetap ada kemungkinan bayi prematur mengalami gangguan pernapasan setelah lahir.

Seperti diketahui, Lesti terpaksa melahirkan secara caesar dengan usia kandungan 8 bulan atau 34 minggu, demi keselamatan anak dan ibunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lesti Kejora dan Baby Leslar Pemotretan Pakai Baju Bola: Papanya ke Mana?

Lesti Kejora dan Baby Leslar Pemotretan Pakai Baju Bola: Papanya ke Mana?

Entertainment | Rabu, 12 Januari 2022 | 13:13 WIB

Warganet Gunjingkan Lesti Kejora Gara-Gara Sering Nangis di TV, Dibela Rizky Billar

Warganet Gunjingkan Lesti Kejora Gara-Gara Sering Nangis di TV, Dibela Rizky Billar

Jogja | Rabu, 12 Januari 2022 | 08:50 WIB

5 Potret Behind the Scene Pemotretan Newborn Baby Leslar, Gemes Banget!

5 Potret Behind the Scene Pemotretan Newborn Baby Leslar, Gemes Banget!

Banten | Rabu, 12 Januari 2022 | 08:15 WIB

Terkini

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42 WIB

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:35 WIB

×