Tren Kecantikan di Afrika Bikin Syok, Masukkan Kaldu ke Bagian Tak Terduga untuk Memperbesar Ukuran Bokong

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:05 WIB
Tren Kecantikan di Afrika Bikin Syok, Masukkan Kaldu ke Bagian Tak Terduga untuk Memperbesar Ukuran Bokong
Ilustrasi bokong perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu bagian tubuh yang kerap menjadi sasaran operasi plastik atau oplas adalah bokong. Terlebih bagi wanita, banyak yang berharap bisa memiliki ukuran bokong besar agar terlihat seksi.

Meski begitu, ada juga yang nekat melakukan cara ekstrem demi mendapatkan bentuk tubuh idaman tersebut. Salah satunya adalah tren kecantikan di Afrika ini.

Melansir World of Buzz, seorang dokter dari Nigeria baru-baru ini mengunggah cuitan soal bahaya memperbesar ukuran bokong dengan menggunakan kaldu.

Bagaimana tidak, tren memasukkan kaldu blok ke dalam anus tersebut rupanya tengah ramai dilakukan di Nigeria.

Lewat cuitan di akun @firstdoctorr yang viral, dokter ini membagikan bahaya dari tren kecantikan tersebut.

"Berhenti memasukkan kaldu blok ke dalam anus."

"Memasukkan kaldo blok ke dalam anus tidak bisa membuat bokong lebih besar dan bulat serta sangat berbahaya," lanjutnya.

Ilustrasi Bokong (Pexels/Nikita Krasnov)
Ilustrasi Bokong (Pexels/Nikita Krasnov)

Dokter ini lantas melanjutkan bahwa beberapa orang memasukkan kaldu blok atau mencairkannya lebih dulu dengan air untuk dijadikan enema.

Cairan kaldu blok ini kemudian dimasukkan ke dalam anus dengan harapan dapat memperbesar ukuran bokong.

baca juga

"Kebanyakan kaldu blok mengandung garam, gula, merica, cengkeh, bawang, maizena, lesitin kedelai, pewarna karamel, pengawet, minyak kelapa, disodium inosinate, dan MSG," jelasnya.

"Pertama, itu tidak akan bekerja. Garam beryodium, MSG, dan semua bahan di kaldu blok tidak akan memperbesar lemak atau otot di bokong dengan cara apa pun."

"Jadi itu adalah mitos. Berhenti membohongi dirimu sendiri," tambah dokter ini mengingatkan.

Tren Kecantikan Pakai Kaldu untuk Memperbesar Ukuran Bokong (twitter.com/firstdoctorr)
Tren Kecantikan Pakai Kaldu untuk Memperbesar Ukuran Bokong (twitter.com/firstdoctorr)

Selain itu, akun @firstdoctorr juga menambahkan bahwa konsentrasi garam dalam kaldu blok dapat menyebabkan retakan pada bagian dalam anus.

"Banyak bakteri dapat masuk lewat celah tersebut ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi."

"Tolong hentikan praktek berbahaya memasukkan bahan masakan seperti Maggi atau garam ke dalam anus untuk alasan apa pun," tutupnya.

Menurut Vice, tren kecantikan ini sendiri rupanya sudah dilakukan wanita di negara seperti Kongo dan Nigeria selama bertahun-tahun.

Pada 2018, sebuah dokumenter yang menceritakan alasan wanita melakukan tren kecantikan tersebut juga sempat beredar.

Hingga kini, cuitan yang dibagikan oleh @firstdoctorr itu sendiri telah mendapat lebih dari 2.000 likes dan sukses mengejutkan banyak warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pacar Valentino Rossi: Tidak Mudah Bekerja Ketika Semua Orang Melihat Bokong Anda

Pacar Valentino Rossi: Tidak Mudah Bekerja Ketika Semua Orang Melihat Bokong Anda

Sport | Selasa, 16 November 2021 | 13:38 WIB

Orang dengan Paha dan Bokong Besar Justru Lebih Panjang Umur, Kok Bisa?

Orang dengan Paha dan Bokong Besar Justru Lebih Panjang Umur, Kok Bisa?

Health | Minggu, 14 November 2021 | 17:06 WIB

Demi Perkencang Bokong dan Paha Bagian Dalam, Jennifer Lopez Rutin Lakukan Platypus Walk

Demi Perkencang Bokong dan Paha Bagian Dalam, Jennifer Lopez Rutin Lakukan Platypus Walk

Health | Sabtu, 13 November 2021 | 19:52 WIB

Terkini

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Air Fryer Hemat Listrik Berapa Watt? Ini 7 Rekomendasi Daya Paling Rendah

Air Fryer Hemat Listrik Berapa Watt? Ini 7 Rekomendasi Daya Paling Rendah

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Pemprov DKI Sanksi 44 Warga Nekat Bakar Sampah Sembarangan

Pemprov DKI Sanksi 44 Warga Nekat Bakar Sampah Sembarangan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Sidang MK Soal Ijazah Gibran: Ahli dan Saksi Debat Perbedaan Sertifikat Attendance dan Ijazah

Sidang MK Soal Ijazah Gibran: Ahli dan Saksi Debat Perbedaan Sertifikat Attendance dan Ijazah

Video | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Phuwin Tangsakyuen Bahagia Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Ingin Sering Kembali ke Jakarta

Phuwin Tangsakyuen Bahagia Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Ingin Sering Kembali ke Jakarta

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kawal Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang, Komisi III Buka Peluang Panggil Sekolah dan Polisi

Kawal Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang, Komisi III Buka Peluang Panggil Sekolah dan Polisi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Pemkab Kuansing Mediasi Sengketa Lahan 3.000 Hektare Masyarakat vs RAPP

Pemkab Kuansing Mediasi Sengketa Lahan 3.000 Hektare Masyarakat vs RAPP

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:22 WIB

×