facebook

Mengenal Beda Pantun Jawa, Sunda, dan Betawi Beserta Contohnya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Beda Pantun Jawa, Sunda, dan Betawi Beserta Contohnya
Ilustrasi pantun.

Pantun tidak hanya milik satu suku adat saja, melainkan sudah tersebar ke seluruh Nusantara.

Suara.com - Pantun biasanya dipertontonkan dalam pesta rakyat, dan umumnya dilakukan oleh adat betawi. Apalagi pantun juga kerap membuat suasana semakin semarak dan meriah.

Namun kini pantun tidak hanya milik satu suku adat saja, melainkan sudah tersebar ke seluruh Nusantara. Itulah kenapa pantun juga disebut sebagai warisan budaya bangsa.

Lantas, apa sih pantun itu dan bagaimana cara membuatnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Baca Juga: Haji Lulung Meninggal, Riano P Ahmad Jadi Plt Ketua Umum Bamus Betawi

Selain itu pantun juga dibedakan berdasarkan daeranya, yaitu Pantun Jawa, Pantun Betawi, dan Pantun Sunda.

Pantun Jawa dan Contohnya

Ilustrasi Buku Fiksi. (pexels.com//8239819)
Ilustrasi Buku Fiksi. (pexels.com//8239819)

Mengutip Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (17/1/2022) pantun di Jawa disebut parikan atau wangsalan, yakni sejenis pantun berbahasa jawa.

Secara umum pantun ini sama dengan jenis pantun lainya. Yang membedakan hanyalah dari segi bahasa yang menggunakan bahasa jawa.  

Contohnya:

Baca Juga: Anies Hadiri Tahlilan Hari ke-7 Haji Lulung: Almarhum Ikon Tokoh Betawi

Manuk emprit nucuk pari.
Dadi murid sing taberi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar