facebook

"We Will Give Our Souls and Bodies for Freedom": Cerita Perjuangan Masyarakat Ukraina di Tengah Agresi Rusia

Bimo Aria Fundrika
"We Will Give Our Souls and Bodies for Freedom": Cerita Perjuangan Masyarakat Ukraina di Tengah Agresi Rusia
Seorang warga sipil berlatih melempar bom molotov untuk mempertahankan kota ketika invasi Rusia ke Ukraina terus berlanjut, di Zhytomyr, Ukraina, 1 Maret 2022. (ANTARA/Reuters/Viacheslav Ratynskyi/as)

Rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengokupansi Ukraina juga mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina menjadi sorotan seluruh dunia. Rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengokupansi Ukraina juga mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Tidak hanya itu, korban jiwa juga terus berjatuhan baik dari pihak Ukraina mapun Rusia. Pemerintah Rusia menyatakan, 498 tentaranya tewas selama sepekan invasi.

Rusia pada Rabu (2/3/2022) mengatakan, bahwa 498 tentaranya tewas dan 1.597 lainnya terluka di Ukraina. Invasi Rusia ke Ukraina sendiri punya latar belakang yang cukup panjang.

Salah satunya didokumentasikan oleh Profesor Mykola Lazarovych dalam bukunya "We Will Give Our Souls and Bodies for Freedom". Buku ini berisi gambaran singkat tentang gesekan antara Rusia-Ukraina yang telah berlanjut di Ukraina sejak 2014.

Baca Juga: Google Stop Jualan Iklan di Rusia

Buku ini juga mengulas tentang alasan dan prasyarat utamanya, prinsip-prinsip ideologis, dan arah tindakan tempur. Dalam sejumlah tulisannya Lazarovyh juga membahas tahap utama aneksasi paksa Krimea oleh Rusia, pendudukan distrik terpisah di wilayah Donetsk dan Luhansk, dan invasi besar-besaran pasukan militer reguler Rusia ke Ukraina.

Selain itu, ia juga menarasikan dengan baik esensi dari perang hibrida Rusia melawan negara Ukraina, jenis dan cara implementasinya dianalisis.

Salah satu perhatian besar dalam buku ini diberikan pada proses kebangkitan Tentara Ukraina, kemenangan dan kekalahannya, peran gerakan sukarelawan dalam memperkuat kemampuan pertahanan negara kita.

Ia juga memperjelas keunikan dan kecenderungan reaksi masyarakat internasional yang melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina digeneralisasi, sifat kebijakan perjanjian di Federasi Rusia.

Lebih lanjut, Lazarovych juga menjelaskan dengan baik bahwa agresi Rusia terhadap Ukraina menjadi mungkin tidak hanya melalui pembentukan rezim Nazi de focto di Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin tetapi juga melalui dukungan yang luar biasa dari tindakannya oleh sebagian besar warga Rusia.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Dubes Ukraina: Propaganda Rusia, Kondisi Warga hingga Jaringan Internet (Part 1)

Komentar