facebook

Ketahui 4 Hal yang Kerap Menjadi Perhatian Perempuan Saat Membeli Pakaian

Risna Halidi
Ketahui 4 Hal yang Kerap Menjadi Perhatian Perempuan Saat Membeli Pakaian
Ilustrasi membeli baju (unsplash.com/@priscilladupreez)

Ada masalah yang paling membuat frustrasi yang dihadapi perempuan sehari-hari terkait pakaian. Apa saja ya?

Suara.com - Banyak hal harus dipikirkan saat hendak membeli pakaian. Khususnya bagi kaum perempuan. Bagi beberapa lainnya, menemukan satu pakaian yang tepat bisa jadi merupakan tantangan besar.

Lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan pakaian Lucy and Yak, mengungkapkan masalah yang paling membuat frustrasi yang dihadapi perempuan sehari-hari terkait pakaian.

Apa saja? Berikut rangkumannya seperti yang Suara.com kutip dari Mirror, Senin (7/3/2022).

Ilustrasi mengenakan baju yang baru dibeli. (Shutterstock)
Ilustrasi membeli baju. (Shutterstock)

1. Saku Palsu
Sebanyak 55 persen responden survei mengatakan mereka sering kesulitan membawa barang karena merasa tidak ada atau kurang kantong di pakaian mereka. Namun ternyata, ini adalah masalah kuno yang sudah ada sejak dulu.

Baca Juga: Ngeri! Terobsesi Pada Perempuan Pujaan, Pria Ini Sembunyi di Atas Loteng Demi Bisa Rekam Video Tidur

Selama era Abad Pertengahan, baik lelaki maupun perempuan mengikat tas mereka di pinggang. Tetapi seiring berjalannya waktu, orang mulai menyembunyikan tas di balik pakaian melalui celah untuk melindungi barang berharga dari pencopet.

Pada akhir abad ke-17, kantong mulai ada pada pakaian laki-laki. Sementara kantor pada pakaian perempaun tidak dianggap pada saat itu, dan bahkan hingga sekarang. Beberapa pakaian perempuan bahkan didesain dengan kantung palsu hanya untuk tujuan model.

2. Ukuran Tidak Sesuai
Survei juga menunjukkan bahwa 60 persen perempuan menemukan masalah paling membuat frustasi yaitu ukuran baju yang berbeda-beda dan tidak sesuai.

Misalnya, jumpsuit dengan ukuran tinggi sempurna, tapi terlalu besar di bagian bahu atau terlalu ketat di bagian pinggang.

3. Pakaian Berkualitas Buruk
Tidak ada yang menginginkan pakaian berkualitas buruk atau tidak nyaman. Masing-masing 42 persen dan 35 persen perempuan menganggap ini sebagai masalah paling mendesak mengenai pakaian.

Baca Juga: Diduga Berantem Sama Ayang, Perempuan Ini Nekat Lompat dari Motor, Warganet Ketar-Ketir Kondisi Lutut

Merasa nyaman dengan apa yang dikenakan sangat penting, tidak ada yang ingin menghabiskan sepanjang hari mengenakan gaun dengan payet yang kasar di lengan.

Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengubah cara kita berpakaian untuk bekerja. Kenyamanan dan kepraktisan menjadi jauh lebih populer.

4. Isu Keberlanjutan
Isu keberlanjutan juga penting terutama dengan maraknya fast fashion yang berisiko merusak planet bumi karena pencemaran lingkungan.

Membeli barang-barang yang bertahan lebih lama di lemari pakaian tidak hanya akan berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan, tetapi juga dapat membantu menghemat uang.

Ini jugalah yang menjadi sesuatu yang lebih banyak orang pikirkan. Dalam laporan konsumen oleh Fashion Revolution, 62 persen responden mengatakan bahwa mereka mengenakan pakaian mereka setidaknya selama beberapa tahun.

Lucy Greenwood, pendiri Lucy and Yak mengatakan bahwa perempuan saat ini 'sangat sadar' akan kurangnya standar pakaian yang tersedia, yang pada akhirnya, mendorong industri mode untuk mulai menerapkan perubahan.

Komentar