Bikin Penghuninya Lebih Sehat dan Bahagia, Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Rumah Ramah Lingkungan!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:57 WIB
Bikin Penghuninya Lebih Sehat dan Bahagia, Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Rumah Ramah Lingkungan!
Ilustrasi rumah (unsplash.com/@janerette)

Suara.com - Konsep rumah berkelanjutan atau sustainable house kini tengah menjadi tren di berbagai negara dunia termasuk di Indonesia. Tujuan pembangunan rumah berkelanjutan adalah agar rumah yang dibangun memiliki dampak negatif sedikit mungkin terhadap kerusakan lingkungan.

Karena ramah lingkungan pula, maka penghuni rumah serta lingkungan yang ada akan menjadi lebih sehat dan diharapkan menjalani aktivitas sehari-hari yang lebih menyenangkan.

Ini karena rumah ramah lingkungan berarti mengandung unsur efisiensi energi, mengurangi sampah dan racun lingkungan, serta penggunaan bahan dan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Diungkap arsitek, Mande Austriono, rumah bukan sekadar tempat berlindung dan tinggal semata, tapi juga tempat bertumbuh bagi para penghuninya. Hal yang dimaksud dengan tumbuh adalah, bertumbuh secara fisik maupun pemikiran tentang keberlangsungan lingkungan.

"Menerapkan konsep rumah berkelanjutan memungkinkan pemiliknya untuk bukan hanya lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan dengan melakukan penghematan energi dan mengurangi produksi limbah, tapi juga memberi dampak secara ekonomi dan juga sosial," ungkap Mande dalam konferensi pers Beko Hygiene Shield Cabinet UV Sterilizer, Selasa (22/3/2022).

Selain itu, kata Mande, bertumbuh secara ekonomi juga berarti rumah ramah lingkungan akan memikirkan secara cermat biaya yang dikeluarkan untuk renovasi dan energi yang akan digunakan terus menerus.

"Sementara secara sosial artinya, rumah dirancang untuk memberi rasa aman, fleksibilitas dan kenyamanan lebih bagi penghuninya, dari berbagai kemampuan dan pada tahap kehidupan yang berbeda,” pungkas Mande.

Sehingga rumah ramah lingkungan memiliki unsur yang beragam, seperti menggunakan perabot dan peralatan rumah yang bisa digunakan secara jangka panjang dan tidak terus menerus serta awet, sehingga sampah bisa dikurangi.

Termasuk juga dalam pemilihan penerangan, bisa memanfaatkan penerangan alami dari sinar matahari. Pada titik ini desain rumah sangatlah mempengaruhi, akan sangat bagus jika rumah di siang hari tidak memerlukan penerangan karena dapat bantuan dari sinar matahari.

baca juga

"Menerapkan rumah berkelanjutan bukan sekedar tentang pemilihan bahan atau perangkat rumah tangga, tapi juga kesadaran yang tercermin dari aktivitas para penghuninya," tutup Mande.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Dihantam Badai Pasir, Susi Pudjiastuti 'Nangis' Minta Indonesia Segera Ubah Sikap

Bisa Dihantam Badai Pasir, Susi Pudjiastuti 'Nangis' Minta Indonesia Segera Ubah Sikap

News | Selasa, 22 Maret 2022 | 14:48 WIB

Kenali 4 Tumbuhan Endemik Langka Indonesia yang Terancam Punah Akibat Kerusakan Lingkungan

Kenali 4 Tumbuhan Endemik Langka Indonesia yang Terancam Punah Akibat Kerusakan Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 11 Maret 2022 | 14:12 WIB

Walhi Sebut Proyek Strategis Nasional di Jawa Barat Jadi Pemicu Kerusakan Lingkungan dan Konflik Sosial

Walhi Sebut Proyek Strategis Nasional di Jawa Barat Jadi Pemicu Kerusakan Lingkungan dan Konflik Sosial

Jabar | Kamis, 27 Januari 2022 | 18:45 WIB

Terkini

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan

Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia

Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Geruduk DPR Siang Ini, BEM SI Bawa 4 Tuntutan: Realisasikan Pendidikan Gratis Sekarang!

Geruduk DPR Siang Ini, BEM SI Bawa 4 Tuntutan: Realisasikan Pendidikan Gratis Sekarang!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan

Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Jejak Daulah Islamiyah: 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi Termasuk Riau Ditangkap

Jejak Daulah Islamiyah: 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi Termasuk Riau Ditangkap

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×