Tips Pilih Kursi Pesawat Bagi yang Takut Ketinggian dan Turbulensi

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 30 Maret 2022 | 11:15 WIB
Tips Pilih Kursi Pesawat Bagi yang Takut Ketinggian dan Turbulensi
Ilustrasi kabin pesawat.[Pexels/Sourav Mishra]

Suara.com - Takut ketinggian termasuk salah satu fobia paling umum di dunia. Pada sejumlah orang, fobia itu bahkan bisa membuatnya takut naik pesawat

Entah itu karena turbulensi, pendaratan, lepas landas, claustrophobia atau ketakutan pada ruang tertutup, ketinggian, cuaca buruk, ada beberapa hal yang dapat memicu kecemasan yang datang saat terbang denga pesawat.

Seorang pilot maskapai penerbangan dari Los Angeles, Amerika Serikat, Jerry Johnson membagikan tips naik pesawat untuk orang yang takut ketinggian yang cemas terbang dengan pesawat. 

Melalui platform Reader's Digest, dia mengatakan ada waktu untuk menghindari perjalanan pesawat agar tidak terlalu sering turbulensi.

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)

"Jika Anda seorang penerbang yang gugup, pesanlah penerbangan pagi. Cuaca dan tanah yang panas menyebabkan udara lebih bergelombang, kemungkinan besar akan terjadi badai petir di sore hari," kata Jerry, dikutip dari Mirror.

Pilot anonim lainnya juga menyarankan agar penumpang duduk di belakang apabila selalu merasa kedinginan. Sebab, aliran umum udara di pesawat terjadi dari depan ke belakang.

"Jadi jika Anda khawatir menghirup udara segar atau tidak terlalu panas, duduklah sedekat mungkin ke depan. Pesawat umumnya paling hangat di belakang," ujarnya.

Tapi risikonya duduk di belakang bisa membuat perjalanan pesawat lebih sering terguncang. 

Apabila ingin perjalanan yang mulus, Pilot asal AS yang yang juga blogger Patrick Smith mengusulkan untuk duduk di dekat sayap pesawat.

Baca Juga: Taliban Umumkan Aturan Baru Penerbangan di Afganistan, Perempuan Haram Naik Pesawat Tanpa Mahram

"Tempat paling bergelombang ada di belakang. Pesawat itu seperti jungkat-jungkit. Kalau di tengah, tidak banyak bergerak," ungkapnya.

Dia juga meyakinkan bahwa turbulensi tidak berbahaya dan 'tidak mungkin' menyebabkan pesawat jatuh.

"Pilot merasa bingung karena begitu banyak orang takut akan turbulensi. Tidak mungkin turbulensi menyebabkan kecelakaan. Kami menghindari turbulensi bukan karena kami takut sayapnya akan jatuh, tetapi karena itu mengganggu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI