- Chicken skin disebabkan oleh penumpukan berlebihan protein keratin yang menyumbat folikel rambut.
- Cara utama mengatasinya adalah eksfoliasi kimia menggunakan AHA atau BHA.
- Tidak dianjrkan untuk menggosok kulit dengan kasar.
Suara.com - Pernahkah Anda merasa tidak percaya diri saat mengenakan pakaian tanpa lengan karena bintil-bintil kecil alias chicken skin di lengan atas? Anda tidak sendirian.
Kondisi yang sering disebut sebagai chicken skin atau secara medis dikenal sebagai Keratosis Pilaris (KP) ini dialami oleh hampir 40% orang dewasa secara global.
Meski tidak berbahaya, tekstur kulit yang menyerupai kulit ayam ini membutuhkan pendekatan khusus karena sifatnya yang cenderung membandel.
Menurut data dari Cleveland Clinic, kunci utama dalam menangani chicken skin bukanlah dengan menggosoknya sekuat tenaga, melainkan dengan memahami musuh utamanya, yakni penumpukan keratin.
Keratin adalah protein pelindung kulit yang, karena alasan genetik, terkadang diproduksi secara berlebihan hingga menyumbat muara folikel rambut.
Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mengatasinya:
1. Eksfoliasi Kimia: Strategi "Mengikis" Tanpa Melukai
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menggunakan scrub mandi yang kasar atau batu apung untuk menghilangkan bintil tersebut.
Cara ini justru memicu peradangan dan membuat kulit semakin menebal sebagai bentuk pertahanan diri.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Moisturizer Lotion yang Ringan untuk Mengunci Kelembapan Kulit
Metode yang benar adalah menggunakan Chemical Exfoliants (eksfoliator kimia). Kandungan seperti Alpha Hydroxy Acids (AHA) seperti asam glikolat atau laktat bekerja dengan melarutkan "lem" yang menyatukan sel kulit mati.
Sementara itu, Salicylic Acid (BHA) mampu masuk ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan keratin dari dalam. Penggunaan bahan ini secara rutin akan secara bertahap meratakan permukaan kulit tanpa menyebabkan iritasi mekanis.

2. Retinoid: Regenerasi Sel
Jika eksfoliasi kimia bertugas membersihkan permukaan, maka turunan Vitamin A seperti retinol bertugas di "pabrik" kulit.
Retinol membantu mempercepat pergantian sel (cell turnover). Dengan mempercepat siklus ini, sel kulit baru yang sehat akan naik ke permukaan lebih cepat sebelum keratin sempat menumpuk dan menyumbat pori-pori kembali.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kulit tetap kenyal dan rata.
3. Hidrasi Juga penting
Cleveland Clinic menekankan bahwa chicken skin akan tampak jauh lebih buruk saat kulit dalam kondisi kering.
Kulit kering cenderung lebih kaku, sehingga sumbatan keratin lebih sulit untuk terlepas secara alami.
Gunakan pelembap yang mengandung bahan bersifat keratolitik (seperti urea) atau pengunci kelembapan (seperti ceramides).
Urea memiliki kemampuan unik untuk melunakkan protein keratin yang keras sekaligus menarik air ke dalam kulit.
Pastikan untuk mengoleskan pelembap segera setelah mandi saat kulit masih dalam keadaan lembap (daerah damp skin) untuk hasil maksimal.

4. Hindari Pemicu Iritasi
Terkadang, kebiasaan sehari-hari justru memperparah kondisi ini. Mandi dengan air yang terlalu panas dapat meluruhkan minyak alami kulit, memicu kekeringan ekstrem yang memperparah KP.
Gunakan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut (bebas deterjen keras seperti SLS) agar sawar kulit (skin barrier) tetap terjaga.
Mengatasi chicken skin sangat perlu kesabaran dan konsistensi karena kondisi ini seringkali berkaitan dengan genetik.
Dengan perpaduan antara eksfoliasi kimia yang lembut, bantuan regenerasi dari retinoid, dan hidrasi yang tak terputus, bintil-bintil kasar tersebut akan melunak dan kulit akan kembali halus seiring berjalannya waktu