Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan

Vania Rossa

Selasa, 26 April 2022 | 16:24 WIB
Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan
Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan (istimewa)

Suara.com - Industri fesyen menjadi salah satu kontributor utama dalam masalah lingkungan, mulai dari produksi bahan baku hingga sampah dari produk jadi. Namun belakangan, pergerakan kampanye isu lingkungan atau sustainability pada industri tekstil dan pakaian kini bergerak ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya desainer, perusahaan, dan brand besar terus menggaungkan konsep sustainable fashion.

Berdasarkan laporan South East Asia Fashion Sustainability 2021, kawasan Asia Tenggara memiliki potensi yang besar untuk memimpin perubahan masa depan industri fashion yang lebih memperhatikan aspek lingkungan serta sosial.

Di Indonesia sendiri, kesadaran publik akan sustainable fashion kian bertumbuh, di mana banyak generasi muda yang semakin peduli akan pentingnya menjaga lingkungan dan berusaha melakukan green buying.

SukkhaCitta, sebuah wirausaha sosial yang bergerak di industri fashion berfokus memerhatikan kelangsungan lingkungan dan pemberdayaan wanita, menggelar pameran KAPAS pada 15 April hingga 15 Mei 2022 di pusat perbelanjaan Ashta District 8, Jakarta.

Acara ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan isu lingkungan di industri fashion. Pada kesempatan ini, SukkhaCitta menceritakan proses pembuatan pakaian, dan memperlihatkan cara yang lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan dampak positif, yaitu melalui Tumpang Sari, sebuah teknik pertanian regeneratif, warisan leluhur Indonesia yang memerhatikan keberlangsungan lingkungan.

Founder SukkhaCitta Denica Riadini-Flesch mengatakan, “Bukan rahasia lagi bahwa industri fashion memang butuh berbagai pembaharuan agar bisa terus bertumbuh dan memberikan dampak positif kepada masyarakat."

Hingga saat ini, industri fashion menyumbang sebesar 10% dari emisi karbon global dan hanya kurang dari 2% pekerja di bidang tersebut mendapatkan penghasilan yang layak.

Untuk itulah, SukkhaCitta hadir di Indonesia untuk memberdayakan perempuan di daerah perkampungan Jawa Tengah dan Jawa Timur sembari membangun industri busana yang lebih hijau dan ramah bagi dunia.

Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan  (istimewa)
Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan (istimewa)

“Melalui pameran KAPAS ini, kami hendak mengajak masyarakat untuk menyaksikan perjalanan ketika kami diperkenalkan dengan kearifan lokal nenek moyang kita dari petani-petani kapas yang sudah semakin sedikit di Indonesia. Kami ingin memperkenalkan metode Tumpang Sari yang bukan hanya ramah lingkungan, namun juga dapat memaksimalkan produksi kapas. Kita dapat berkaca pada kisah Ibu Kasmini yang setelah menerapkan metode Tumpang Sari, kini beliau tidak perlu lagi membeli bahan kimia yang mahal dan beliau pun bisa mendapatkan hasil panen sebanyak enam kali lipat dari jumlah panen sebelumnya,” jelas Denica.

baca juga

Sejak tahun 2016, kehadiran SukkhaCitta telah memberikan dampak pada lebih dari 1.400 kaum perempuan di seluruh Indonesia. Dengan akses pasar yang lebih adil, SukkhaCitta juga telah sukses membangun kesejahteraan masyarakat lewat peningkatan penghasilan dari pengrajin dan petani kecil binaannya sebesar 60%.

Tidak hanya itu, pelatihan pewarnaan alam dan daur ulang yang secara konsisten terus dilakukan telah mencegah lebih dari 1,2 juta liter air terkontaminasi dengan limbah beracun, di mana saat ini SukkhaCitta telah meregenerasi 20 hektar tanah gersang melalui program penghijauan dan penanaman hutan serta pertanian regeneratif.

Dalam perjalanan mengelola dan memperbaiki lingkungan, SukkhaCitta mendapatkan dukungan dari Bank DBS Indonesia yang juga memiliki misi yang sama sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif (purpose-driven bank). Pada tahun 2018, SukkhaCitta mendapatkan dana hibah dari Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation pada program DBS Foundation Social Enterprise (SE) Grant.

Dana tersebut digunakan untuk memberikan pelatihan kepada lebih banyak pengrajin lokal, serta meningkatkan kapasitas produksi. Selain memberikan dana hibah, DBS Foundation juga memberikan bimbingan kepada SukkhaCitta untuk membantu mereka mengatasi berbagai tantangan bisnis.

Sejalan dengan salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yaitu Creating Social Impact, Bank DBS Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menumbuhkembangkan wirausaha sosial guna memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai isu sosial di Indonesia. Melalui upaya tersebut, Bank DBS Indonesia berharap dapat menciptakan dunia yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Passion Prive Gelar The Colours of Indonesia, Pameran Perhiasan yang Terinspirasi Lima Destinasi Wisata Dalam Negeri

Passion Prive Gelar The Colours of Indonesia, Pameran Perhiasan yang Terinspirasi Lima Destinasi Wisata Dalam Negeri

Lifestyle | Minggu, 24 April 2022 | 23:50 WIB

Mendag Bahas Fashion, Yakin Indonesia Bisa Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Mendag Bahas Fashion, Yakin Indonesia Bisa Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

News | Minggu, 24 April 2022 | 11:19 WIB

Buat yang Siap-siap Menikah, Silakan Hadiri Pameran Pernikahan Pertama 2022 di JW Marriott Hotel Surabaya

Buat yang Siap-siap Menikah, Silakan Hadiri Pameran Pernikahan Pertama 2022 di JW Marriott Hotel Surabaya

Jatim | Sabtu, 23 April 2022 | 09:23 WIB

Terkini

Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?

Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rilis 2 Lagu Baru, Krishna Sakti Bawa Pesan Bangkit dan Perdamaian

Rilis 2 Lagu Baru, Krishna Sakti Bawa Pesan Bangkit dan Perdamaian

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Gibran Sepi Pembelaan usai Putusan MK, Dinilai Tak Punya Cantolan Senayan dan Bargain Lemah

Gibran Sepi Pembelaan usai Putusan MK, Dinilai Tak Punya Cantolan Senayan dan Bargain Lemah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Demian Aditya dan Sara Wijayanto Resmi Bercerai secara Verstek

Demian Aditya dan Sara Wijayanto Resmi Bercerai secara Verstek

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:23 WIB

4 Shio yang Hidupnya Disebut Lebih Tenang Mulai 9 Oktober 2026, Cek Daftarnya

4 Shio yang Hidupnya Disebut Lebih Tenang Mulai 9 Oktober 2026, Cek Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Komisi Ojol 8 Persen Sudah Berlaku di Gojek, GoFood Masih Tunggu Aturan Komdigi

Komisi Ojol 8 Persen Sudah Berlaku di Gojek, GoFood Masih Tunggu Aturan Komdigi

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik

Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter

Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter

Sumsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Praperadilan Ditolak, Wabup Indramayu Terancam Dijemput Paksa Jaksa

Praperadilan Ditolak, Wabup Indramayu Terancam Dijemput Paksa Jaksa

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Kelakar Prabowo ke Luhut: Sekarang Saya Komandan Beliau

Kelakar Prabowo ke Luhut: Sekarang Saya Komandan Beliau

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×