Tanpa peduli dengan dirimu sendiri yang juga membutuhkan istirahat dan ingin dimengerti agar bisa melakukan hal yang memang diinginkan.
3. Tuntutan akademik atau pekerjaan
Dipaksa untuk melakukan hal yang mungkin sebenarnya tidak kamu sukai dan bukan menjadi tujuanmu selama ini bisa menjadi salah satu faktornya.
Sebuah keharusan yang memang harus kamu lakukan dan jalani itu tanpa sadar membuatmu mengabaikan atau bahkan melupakan keinginanmu selama ini.
Misalnya, nilai kamu harus selalu A atau bahkan melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak sesuai dengan passionmu.
Awalnya mungkin kamu akan merasa baik-baik saja melakukan semua itu. Namun, lama-kelamaan menjadi terbiasa dan berusaha terlihat baik-baik saja.
4. Keberhargaan diri yang rendah
Tidak bisa menghargai dirimu sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu, karena menganggap bahwa itu adalah hal kecil yang tidak pantas untuk dibanggakan.
Padahal, hal sekecil apapun itu harus kamu hargai dan apresiasi atau setidakanya mengucapkan terima kasih pada dirimu sendiri karena telah berhasil melakukannya.
Kamu terlalu sibuk pada sesuatu yang besar dan melupakan hal sederhana yang mungkin saja menjadi awal keberhasilanmu yang sesungguhnya.
5. Ekspektasi yang terlalu tinggi
Berekspektasi terlalu tinggi hanya akan melahirkan sebuah kecewa yang pada akhirnya membuatmu menyalahkan diri sendiri.
Harapan yang tidak realistis atau bahkan tidak sesuai dengan kemampuan dirimu sendiri hanya akan membuatmu kehilangan semangat dan motivasi ketika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.
Itulah pentingnya mengenali diri sendiri agar dapat memahami kemampuan diri dan menciptakan sebuah harapan yang memang sesuai dengan dirimu.
6. Adanya pengaruh media sosial
Terlalu banyak menyelami diri di dunia maya dan melihat pencapaian orang lain hanya akan membuatmu semakin merasa kecil dengan dirimu yang sekarang.
Berbagai macam informasi masuk tanpa bisa kamu pilah terlebih dahulu akan mengubah pola pikirmu secara perlahan dan tentunya menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Maka, mulai sekarang cobalah untuk membatasi diri dari media sosial dan pilah lagi mana informasi yang memang kamu butuhkan dan berdampak baik bagi dirimu maupun orang lain.
Itulah penyebab seseorang mengalami sindrom tersebut dan pada akhirnya memaksa dirinya untuk terlihat baik-baik saja.
Ingatlah bahwa kehidupan di dunia ini pasti memiliki tekanan dan segala tuntutan agar membuatmu menjadi dirimu yang lebih baik lagi.
Namun, bukan berarti kamu memiliki kewajiban untuk menutupi apa yang sebenarnya dirasakan dan memilih untuk memendamnya.
Yuk, mulai sekarang cobalah untuk berkata jujur pada dirimu sendiri dan beranikan diri untuk menolak sesuatu yang memang tidak kamu inginkan,