Apa Itu Duck Syndrome yang Masih Jarang Diketahui, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Arendya Nariswari

Rabu, 11 Mei 2022 | 21:11 WIB
Apa Itu Duck Syndrome yang Masih Jarang Diketahui, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi stres di tempat kerja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Suara.com - Pernahkah kalian melihat seseorang yang mengalami banyak tekanan tetapi tampak biasa saja? Bisa jadi, orang terdekat Anda mengalami Duck Syndrome.

Lalu sebenarnya, apa itu duck syndrome? Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, duck syndrome sebenarnya merupakan situasi di mana seseorang dalam tekanan namun mencoba terlihat baik-baik saja.

Diibaratkan, penderita duck syndrome ini layaknya bebek sedang berenang di dalam air. Di luar kita bisa melihat bebek berenang dengan tenang padahal kedua kakinya bekerja keras.

Penderita duck syndrome jika berlarut-larut tentu saja akan mengalami permasalahan psikologis seperti depresi dan cemas.

Penyebab seseorang mengalami Duck Syndrome

Dikutip Hops.ID dari laman Instagram Biro Psikologi Dinamis, ada enam hal yang menjadi penyebab seseorang ingin terlihat baik-baik saja, walau sebenarnya banyak sekali tekanan dan tuntutan dalam hidupnya.

1. Keinginan untuk terlihat sempurna atau perfeksionis

Tidak ingin melakukan kesalahan atau bahkan mengalami kegagalan adalah impian semua orang. Namun, tentu saja itu adalah hal yang mustahil.

Karena keberhasilan itu lahir dari sebuah kesalahan serta kegagalan yang terjadi berulang kali dan tanpa sadar hal itulah yang membuatmu menjadi lebih memahami setiap permasalahan yang ada.

baca juga

Namun, terkadang kamu menjadi lupa diri dan ingin terus terlihat sempurna dan melakukan apapun tanpa ada celah sedikit pun.

Kamu tidak ingin dipandang sebelah mata hanya karena sebuah kesalahan dan pada akhirnya memaksakan dirimu sendiri untuk menjadi yang paling sempurna.

2. Pernah mengalami peristiwa traumatis di masa lalu

Kejadian tidak menyenangkan di masa lalu mungkin saja kini membuatmu menjadi seseorang yang takut dinilai buruk oleh orang lain.

Sehingga kamu terus melakukan apapun agar tidak terlihat menyedihkan dengan segala pencapaian yang diraih.

Padahal sebenarnya kamu lelah dan tidak sanggup melakukan semuanya. Namun, tetap memaksakan diri untuk terus berjuang membuktikan kepada mereka bahwa kamu mampu dan bisa.

Tanpa peduli dengan dirimu sendiri yang juga membutuhkan istirahat dan ingin dimengerti agar bisa melakukan hal yang memang diinginkan.

3. Tuntutan akademik atau pekerjaan

Dipaksa untuk melakukan hal yang mungkin sebenarnya tidak kamu sukai dan bukan menjadi tujuanmu selama ini bisa menjadi salah satu faktornya.

Sebuah keharusan yang memang harus kamu lakukan dan jalani itu tanpa sadar membuatmu mengabaikan atau bahkan melupakan keinginanmu selama ini.

Misalnya, nilai kamu harus selalu A atau bahkan melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak sesuai dengan passionmu.

Awalnya mungkin kamu akan merasa baik-baik saja melakukan semua itu. Namun, lama-kelamaan menjadi terbiasa dan berusaha terlihat baik-baik saja.

4. Keberhargaan diri yang rendah

Tidak bisa menghargai dirimu sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu, karena menganggap bahwa itu adalah hal kecil yang tidak pantas untuk dibanggakan.

Padahal, hal sekecil apapun itu harus kamu hargai dan apresiasi atau setidakanya mengucapkan terima kasih pada dirimu sendiri karena telah berhasil melakukannya.

Kamu terlalu sibuk pada sesuatu yang besar dan melupakan hal sederhana yang mungkin saja menjadi awal keberhasilanmu yang sesungguhnya.

5. Ekspektasi yang terlalu tinggi

Berekspektasi terlalu tinggi hanya akan melahirkan sebuah kecewa yang pada akhirnya membuatmu menyalahkan diri sendiri.

Harapan yang tidak realistis atau bahkan tidak sesuai dengan kemampuan dirimu sendiri hanya akan membuatmu kehilangan semangat dan motivasi ketika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Itulah pentingnya mengenali diri sendiri agar dapat memahami kemampuan diri dan menciptakan sebuah harapan yang memang sesuai dengan dirimu.

6. Adanya pengaruh media sosial

Terlalu banyak menyelami diri di dunia maya dan melihat pencapaian orang lain hanya akan membuatmu semakin merasa kecil dengan dirimu yang sekarang.

Berbagai macam informasi masuk tanpa bisa kamu pilah terlebih dahulu akan mengubah pola pikirmu secara perlahan dan tentunya menentukan tindakan yang akan dilakukan.

Maka, mulai sekarang cobalah untuk membatasi diri dari media sosial dan pilah lagi mana informasi yang memang kamu butuhkan dan berdampak baik bagi dirimu maupun orang lain.

Itulah penyebab seseorang mengalami sindrom tersebut dan pada akhirnya memaksa dirinya untuk terlihat baik-baik saja.

Ingatlah bahwa kehidupan di dunia ini pasti memiliki tekanan dan segala tuntutan agar membuatmu menjadi dirimu yang lebih baik lagi.

Namun, bukan berarti kamu memiliki kewajiban untuk menutupi apa yang sebenarnya dirasakan dan memilih untuk memendamnya.

Yuk, mulai sekarang cobalah untuk berkata jujur pada dirimu sendiri dan beranikan diri untuk menolak sesuatu yang memang tidak kamu inginkan,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog Menjelaskan Alasan Pria Sulit Menunjukkan Emosi, Efek Dorongan oleh Stigma di Masyarakat

Psikolog Menjelaskan Alasan Pria Sulit Menunjukkan Emosi, Efek Dorongan oleh Stigma di Masyarakat

Health | Rabu, 11 Mei 2022 | 21:10 WIB

Ginting Belum Mampu Raih Kemenangan di Piala Thomas 2022, Netizen Soroti Psikologisnya

Ginting Belum Mampu Raih Kemenangan di Piala Thomas 2022, Netizen Soroti Psikologisnya

Jogja | Rabu, 11 Mei 2022 | 14:35 WIB

5 Cara Menghilangkan Pikiran Negatif, Penting!

5 Cara Menghilangkan Pikiran Negatif, Penting!

Your Say | Selasa, 10 Mei 2022 | 16:03 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×