Apa Itu Flexing di Media Sosial dan Mengapa Sebaiknya Dihindari?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Kamis, 26 Mei 2022 | 12:02 WIB
Apa Itu Flexing di Media Sosial dan Mengapa Sebaiknya Dihindari?
Ilustrasi pamer di media sosial (Pexels/cottonbro)

Suara.com - Flexing menjadi salah satu kata yang sering digunakan di media sosial akhir-akhir ini. Apa itu flexing? Singkatnya, flexing adalah istilah yang merujuk pada seseorang yang menyombongkan gaya hidupnya demi memberikan kesan mampu pada orang lain.

Tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan uang untuk barang-barang dan fasilitas mewah hanya demi menunjukkannya ke orang lain, khususnya melalui media sosial. Inilah sebabnya mengapa flexing seringkali dianggap sebagai hal yang buruk.

Apa Itu Flexing?

Ilustrasi orang kaya (pexels/@hazardos)
Ilustrasi orang kaya (pexels/@hazardos)

Dilansir dari laman strategy lab, flexing adalah kebiasaan seseorang untuk memamerkan apa yang dimilikinya di media sosial demi mendapatkan pengakuan oleh orang lain.

Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1899 oleh Thorstein Veblen di bukunya yang berjudul The Theory of the Leisure Class: An Economic Study in the Evolution of Institutions.

Salah satu hal yang paling kerap ditemui adalah seseorang yang flexing dengan barang-barang mewah yang digunakannya. Sayangnya, beberapa dari mereka mungkin tidak benar-benar menyukainya, hanya saja ingin mendapat pengakuan oleh orang lain.

Flexing sebagai Salah Satu Tanda Kurangnya Percaya Diri

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa kurang percaya diri, mereka cenderung akan membeli barang mewah. Hal ini selaras dengan bagaimana anak-anak dengan harga diri yang lebih rendah akan mengandalkan merek barang yang mereka gunakan lebih bagus dari anak-anak dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Flexing Untuk Menarik Lawan Jenis

baca juga

Pada sebuah buku berjudul Spent, penulisnya menjelaskan bahwa salah satu cara seseorang menarik lawan jenis adalah menghabiskan lebih banyak uang dan menggunakannya untuk flexing.

Seperti penjabaran sebelumnya, flexing dilakukan seseorang untuk mendapatkan pengakuan dari status yang mereka miliki.

Flexing karena Tekanan Sosial

Tidak jarang, flexing juga disebabkan oleh tuntutan gaya hidup dari lingkungan sekitar. Pasalnya, jika tidak melakukannya, bisa saja mereka tidak diakui atau dikeluarkan dari lingkungan pertemanan tersebut.

Bagaimanapun juga, pada dasarnya flexing adalah bagian dari gaya hidup sehingga setiap orang bisa dengan bebas memilihnya. Namun, jika hal ini memberimu lebih banyak kesulitan, jangan pernah melakukannya. Sebab, tujuan utama dari flexing itu sendiri hanyalah mendapat pengakuan dari orang lain.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cara Melihat Orang Lain di Media Sosial agar Kamu Tidak Minder

4 Cara Melihat Orang Lain di Media Sosial agar Kamu Tidak Minder

Your Say | Rabu, 18 Mei 2022 | 09:33 WIB

5 Pemicu Konflik Finansial Dalam Rumah Tangga, Harus Dihindari!

5 Pemicu Konflik Finansial Dalam Rumah Tangga, Harus Dihindari!

Your Say | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:45 WIB

4 Tips Menerapkan Gaya Hidup Minimalis, Kurangi Pengeluaran!

4 Tips Menerapkan Gaya Hidup Minimalis, Kurangi Pengeluaran!

Your Say | Selasa, 17 Mei 2022 | 07:50 WIB

Terkini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×