facebook

Komunitas Gastronomi Indonesia Beberkan Makanan Masa Silam di Relief Candi Borobudur

Liberty Jemadu
Komunitas Gastronomi Indonesia Beberkan Makanan Masa Silam di Relief Candi Borobudur
Sejumlah karyawan Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengikuti aksi Reresik Candi Borobudur (membersihkan Candi Borobudur) di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (14/6/2022). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin]

Para raja Jawa di masa silam mengonsumsi ikan dan belut. Ini ditemukan Komunitas Astronomi Indonesia di relief Candi Borobudur.

Suara.com - Komunitas Gastronomi Indonesia atau Indonesian Gastronomy Community (IDC) mengungkap penemuan makanan pada zaman dahulu di relief Candi Borobudur.

Gastonomi Indonesia membahas hal itu saat diskusi secara virtual bertemakan Gastronosia: Dari Borobudur untuk Indonesia di Museum Nasional yang digelar pada 29 Juni-2 Juli 2022.

"Kami ingin memperkenalkan gastronomi Indonesia dari mulai abad 8, yang ada di relief candi itu kita rekonstruksi untuk bisa diketahui oleh masyarakat luas," kata Ketua Indonesia Gastronomi Community, Ria Musiawan di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Ria menyebutkan beberapa makanan yang ditemukan, yaitu Twak, Kinca, dan Legen sejenis minuman dan Rumbah Hadangan Prana berupa hidangan dengan bahan utama daging kerbau.

Baca Juga: 9 Potret Liburan Nia Ramadhani di Borobudur, Meditasi di Dalam Gua

Kemudian, Klaka Wagalan dari ikan dan Harang Harang Kyasan dari belut merupakan makanan yang disajikan pada jamuan makan para raja Mataram kuno.

Ria menuturkan penggunaan bahan utama bukan dari daging sapi karena saat itu sapi merupakan hewan sakral, sehingga untuk memenuhi kebutuhan protein digunakan daging kerbau, sementara penggunaan ikan dan belut karena Borobudur pada masa itu dikelilingi oleh danau purba.

Ria menambahkan penemuan bahan makanan dan minuman tersebut berdasarkan penelitian terhadap prasasti relief Candi Borobudur sejak 2017.

"Tidak hanya ditemukan narasi mengenai musik, tari, dan fesyen tapi yang terbaru adalah gastronomi," ujar Ria.

Pameran yang akan berlangsung pada empat kota ini merupakan upaya IDC untuk mengenalkan kepada masyarakat akan kekayaan gastronomi Indonesia yang ada sejak berabad lalu.

Baca Juga: Roy Suryo Enggan Komentar Terkait Potensi Jadi Tersangka Kasus Stupa Candi Borobudur

Selama pameran berlangsung juga diadakan gelar wicara membahas gastronomi dan bisnis makanan bersama para pelaku usaha dan pakar pada bidangnya. [Antara]

Komentar