Pemprov NTT Terus Lakukan Sosialisasi Tiket Masuk Kawasan Taman Nasional Komodo

Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:07 WIB
Pemprov NTT Terus Lakukan Sosialisasi Tiket Masuk Kawasan Taman Nasional Komodo
Jumpa pers terkait sosialisasi kenaikan tiket masuk Taman nasional Komodo (Istimewa/ImageDynamics)

Suara.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo. Langkah ini dilakukan untuk pelaksanaan konservasi pada Taman Nasional Komodo.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat didampingi Jajaran Pimpinan Forkopimda pada Jumpa Pers yang dilaksanakan di Kantor Gubernur NTT pada Senin (01/08/2022).

"Kita akan lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan tarif masuk Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yakni Pulau Komodo dan Pulau Padar. Disamping itu juga akan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung di kedua pulau tersebut. Pelaksanaan tarifnya tetap diberlakukan mulai hari ini dan akan terus kita lakukan evaluasi serta sosialisasi pada masyarakat," ujar Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tak dipungkiri, anggaran yang besar akan sangat diperlukan untuk mengelola Taman Nasional sehingga diperlukan dana yang cukup agar optimal. Tarif yang telah ditentukan akan digunakan untuk konservasi.

Jumpa pers terkait sosialisasi kenaikan tiket masuk Taman nasional Komodo (Istimewa/ImageDynamics)
Jumpa pers terkait sosialisasi kenaikan tiket masuk Taman nasional Komodo (Istimewa/ImageDynamics)

Pengunjung juga akan dibatasi agar alam dan ekosistem tetap terjaga. Pemerintah Provinsi NTT pun saat ini tengah menjaga ekosistem darat dan laut dari Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Bagi masyarakat yang ingin melihat komodo, bisa pergi ke Pulau Rinca karena ada 1.300 komodo di sana. Kunjungan ke Pulau Rinca hingga saat ini masih dikenakan dengan tarif normal.

Sosialisasi ini dilakukan agar ekonomi masyarakat berkembang dan terus bertumbuh bersama aspek pariwisata lainnya di Labuan Bajo. Beberapa waktu lalu, kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo juga mendapatkan banyak tentangan dari masyarakat.

"Untuk kelompok atau pihak-pihak yang tidak setuju dan bahkan melakukan intimidasi, ancaman dan rasa takut kepada para wisatawan, maka Kami Pemerintah Provinsi NTT dan Forkopimda akan mengambil langkah tegas untuk hal tersebut dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mengambil langkah tegas terkait itu," kata Viktor Bungtilu Laiskodat seperti yang dikutip Suara.com dari rilis pers, Selasa (2/8/2022).

Gubernur VBL juga mengapresiasi Kepala Kepolisian Daerah NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto, melalui langkah cepatnya dengan menurunkan personel yang cukup memadai di Labuan Bajo dan juga dibantu dari Polres Ende serta Polres Manggarai Barat untuk membantu menjaga keamanan agar tetap kondusif dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Polemik Mahal Tiket Taman Nasional Komodo, Jokowi: Bisa Lihat di Pulau Rinca, Mukanya Sama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI