Sejarah Celana Jeans, Dulu Ternyata Termasuk Pakaian Khusus Kelas Pekerja!

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Sejarah Celana Jeans, Dulu Ternyata Termasuk Pakaian Khusus Kelas Pekerja!
Sejarah celana jeans (Shuterstock).

Celana jeans termasuk jenis pakaian yang umum digunakan siapa saja, baik anak-anak hingga orang tua. Tahukah Anda seputar sejarah celana jeans?

Suara.com - Celana jeans termasuk jenis pakaian yang umum digunakan siapa saja, baik anak-anak hingga orang tua. Budaya masyarakat Indonesia biasanya pemakaian jeans dilakukan dalam acara semi formal atau juga non formal. Tahukah Anda seputar sejarah celana jeans?

Selain nyaman digunakan, jeans juga dirasa awet digunakan. Bahan yang sama seperti jeans juga biasanya dijadikan jaket, tetapi penyebutannya lebih dikenal sebagai jaket denim.

Denim atau kain dungaree sebenarnya istilah untuk nama bahan pada jeans maupun jaketnya. Dikutip dari History of Jeans, bahan denim pertama kali dibuat menjadi celana oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada tahun 1873.

Sejarah celana jeans. (Shutterstock)
Sejarah celana jeans. (Shutterstock)

Kemudian celana itu dinamakan Jeans yang diambil dari nama kota Genoa di Italia, tempat di mana korduroi kapas, yang disebut jean atau jeane, diproduksi.

Baca Juga: Jenis-jenis Celana Jeans, Kalian Punya Salah Satunya?

Levi Strauss datang dari Jerman ke New York pada tahun 1851 untuk bergabung dengan kakak laki-lakinya yang memiliki toko barang kering.

Pada tahun 1853, Levi mendengar tentang Demam Emas di Barat sehingga pindah ke San Francisco untuk mendirikan Cabang Barat dari bisnis barang kering keluarga. Di sana ia menjual beberapa barang, salah satunya kain katun.

Jacob W. Davis awalnya salah satu pelanggan Levi. Davis seorang penjahit dari Reno, Nevada. Ia juga membuat barang-barang fungsional seperti tenda, selimut kuda, dan penutup gerobak.

Suatu hari, pelanggannya memesan sepasang celana kokoh yang bisa menahan kerja keras. Dia membuatnya dari denim yang di beli dari Levi Strauss & Co dan membuatnya lebih kuat dengan menempatkan paku keling tembaga di tempat-tempat yang paling sering robek, yakni saku.

Ketika Davis ingin mematenkan karyanya itu, dia menulis surat kepada Levi Strauss, dan mereka menjadi mitra. Akhirnya, keduanya membuka pabrik yang lebih besar sehingga celana jeans tersebar ke seantero dunia.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Celana Jeans, Sesuaikan Dengan Bentuk Tubuh Kalian

Awalnya celana jeans termasuk pakaian kerja. Tetapi, seiring perkembangan zaman juga fashion, jeans kini justru sering digunakan untuk berbagai kegiatan. Hanya saja, kesannya kini justru penggunaannya tidak formal.