Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT Rizky Billar Demi Anak, Padahal Dampak Anak Sering Lihat Kekerasan Anak Ngeri Banget

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 15:55 WIB
Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT Rizky Billar Demi Anak, Padahal Dampak Anak Sering Lihat Kekerasan Anak Ngeri Banget
Lesti Kejora (kiri) bersama ayahnya Endang Mulyana (kanan) saat memberikan keterangan pers di Polres Jakarta Selatan, Jumat (14/10). [Suara.com/Oke Atmaja]

Ketegangan kesehatan mental adalah akibat umum dari menyaksikan KDRT orangtua. Namun, konsekuensi ini terkadang terlihat dalam kesejahteraan fisik mereka. Anak-anak usia sekolah mungkin melaporkan sakit kepala dan sakit perut yang dapat dilacak dari situasi tegang di rumah. 

Pada bayi, ada risiko lebih tinggi mengalami cedera fisik mengikuti aliran kekerasan yang terus-menerus pada orangtua.

4. Perilaku Agresif

Ketika remaja menyaksikan KDRT, mereka cenderung bertindak sebagai reaksi terhadap situasi tersebut. Mereka mungkin berkelahi, bolos sekolah, terlibat dalam aktivitas seksual berisiko, atau mencoba-coba narkoba dan alkohol. Para remaja ini juga sangat mungkin bermasalah dengan hukum.

5. Pelecehan Fisik

Dalam banyak kasus, anak-anak yang tinggal di rumah tangga yang kasar juga cenderung menjadi korban perlakuan ini sendiri.

Pasangan yang kasar dapat dengan mudah menjadi orang tua atau wali yang kasar—secara fisik, verbal, dan emosional menyakiti anak-anak mereka.

Konsekuensi Jangka Panjang

Anak-anak yang tumbuh dengan menyaksikan orangtua yang mengalami pelecehan cenderung menghadapi efek yang bertahan hingga dewasa.  Beberapa efek jangka panjang yang dialami anak-anak setelah menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga dibahas di bawah ini.

Baca Juga: Tsamara Amany Sesalkan Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT: Orang Seperti Dia Aja Nggak Bisa Lepas, Gimana yang Lain?

1. Depresi

Anak yang cemas yang dibesarkan dalam lingkungan yang beracun dan kasar dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang depresi. Trauma menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga secara rutin menempatkan anak-anak pada risiko tinggi mengalami depresi, kesedihan, masalah konsentrasi, dan gejala depresi lainnya hingga dewasa.

2. Masalah kesehatan

Pola makan yang buruk atau risiko lingkungan mungkin tidak selalu menjadi penyebab utama kondisi seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes di masa dewasa. Dalam beberapa kasus, penyakit ini memiliki hubungan langsung dengan pelecehan fisik, emosional, dan verbal yang disaksikan atau dialami anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI