Kenapa Angka Kanker Serviks di Indonesia Masih Tinggi? Ahli Ungkap Sebabnya

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Rabu, 22 Februari 2023 | 13:35 WIB
Kenapa Angka Kanker Serviks di Indonesia Masih Tinggi? Ahli Ungkap Sebabnya
Ilustrasi kanker serviks. (ANTARA/Pexels)

Suara.com - Kanker serviks masih menjadi masalah bagi para perempuan. Pasalnya, penyakit ini, jika tidak mendapatkan penanganan secepat mungkin bisa saja mengancam nyawa seseorang.

Kanker serviks juga menjadi salah satu yang paling banyak kasusnya, bersamaan dengan kanker payudara. Berdasarkan data HOGI, sebanyak 77,9 persen pasien datang dengan kondisi stadium lanjut.

Bahkan, sekitar 1-2 orang pasien meninggal dunia akibat kanker serviks. Padahal, kanker serviks sendiri merupakan jenis kanker yang dapat dicegah serta diobati hingga sembuh total.

Melihat kasus kanker serviks tersebut, Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K) mengatakan, kanker serviks yang tinggi ini karena angka pemeriksaan atau screening di masyarakat masih rendah.

Ilustrasi kanker (pixabay)
Ilustrasi kanker (pixabay)

Menurut dr. Tofan, padahal, screening menjadi faktor penting untuk mencegah kanker serviks di Indonesia.

“Kenapa di Indonesia masih sangat tinggi? Ini karena rendahnya screening. Selain memang bisa disebabkan virus HPV lalu sexual behavior multipartner itu, screening juga penting, tapi perempuan saat ini banyak yang enggak screening,” ungkap dr. Tofan dalam acara Roche Journalist Masterclass, Selasa (21/2/2023).

Kesadaran masyarakat yang masih rendah ini yang dinilai menjadi penghalang untuk mengurangi angka kanker serviks di Indonesia. Oleh sebab itu, menurut dr. Tofan screening kanker serviks seharusnya dijadikan gerakan nasional sehingga bisa bantu turunkan angka kasusnya. Apalagi, kanker serviks sebenarnya bisa diobati hingga sembuh 100 persen.

“Kesadarannya masih menjadi penghalang. Sehingga sangat rasional ini seharusnya jadi gerakan nasional gitu, biar bisa lakukan screening.  Karena ini penyakit yang bisa diobati 100 persen,” jelas dr. Tofan.

Selain screening, ada beberapa faktor lain juga yang menjadi kendala penurunan angka kanker serviks di Indonesia, di antaranya:

baca juga
  • Masalah geografis karena sulitnya menjangkau seluruh provinsi.
  • Populasi Indonesia yang terlalu banyak juga membuat kasus semakin banyak. Apalagi populasi mudanya juga banyak sehingga potensi kasus kanker serviks cukup besar.
  • Masalah spesifik yang sebabkan kanker serviks angkanya banyak sebab generasi muda yang sering melakukan hubungan seksual dengan berbagai lawan main, dan lain-lain.
  • Terbatasnya sumber daya, baik dokter, fasilitas kesehatan, dan lain-lain. Hal tersebut juga membuat biaya kesehatan lebih besar sehingga masyarakat sulit untuk lakukan pengobatan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SILO Pacu Pelayanan Penyakit Kanker Melalui MRCCC

SILO Pacu Pelayanan Penyakit Kanker Melalui MRCCC

Bisnis | Kamis, 16 Februari 2023 | 12:59 WIB

Foto Bugil Kim Hawt Dukung Pejuang Kanker Tuai Kritik Pedas, Konsepnya Dinilai Melenceng

Foto Bugil Kim Hawt Dukung Pejuang Kanker Tuai Kritik Pedas, Konsepnya Dinilai Melenceng

Lifestyle | Kamis, 16 Februari 2023 | 13:15 WIB

Nunung Biayai Hidup 50 Orang Keluarga Meski Kena Kanker, Bagaimana Cara Putus Generasi Sandwich?

Nunung Biayai Hidup 50 Orang Keluarga Meski Kena Kanker, Bagaimana Cara Putus Generasi Sandwich?

Lifestyle | Rabu, 15 Februari 2023 | 11:50 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×