Dinda Safay Sebut Keponakan Trauma Karena Saksikan Langsung Penganiayaan Ken Admiral, Apa Bahayanya?

Kamis, 27 April 2023 | 08:24 WIB
Dinda Safay Sebut Keponakan Trauma Karena Saksikan Langsung Penganiayaan Ken Admiral, Apa Bahayanya?
Ilustrasi anak trauma (Pixabay.com)

Suara.com - Penganiayaan yang dialami adik selebgram Dinda Safay, Ken Admiral oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan masih menjadi luka mendalam bagi keluarga. Bahkan, penganiayaan itu menyebabkan trauma kepada keponakan Dinda Safay bernama Mifa.

"Kebetulan saat kejadian AH menghadang dan memukul KA pertama kali, di dalam mobil ada Mifa di situ," ujar Dinda Safay dalam Instagram Story, Selasa (25/4/2023).

Akibat dari peristiwa tersebut. Mifa yang masih berusia 5 tahun mengalami trauma mendalam. Padahal, kejadiannya itu sudah 5 bulan berlalu.

"Bahkan, keponakan saya aja masih mengingat betul kejadian 5 bulan lalu dan sekarang trauma itu masih menempel ke anak usia 5 tahun. Nggak ngerti saya psikis yang dialami pelaku apa," tulis Dinda Safay.

Selebgram Dinda Safay bersama Ken Admiral. (Dok. Instagram)
Selebgram Dinda Safay bersama Ken Admiral. (Dok. Instagram)

Melansir Women’s Aid, perilaku kekerasan, baik secara umum ataupun dalam rumah tangga akan memberikan trauma yang berat bagi anak, dalam diskusi Royal College Psychiatrist dikatakan, anak yang menyaksikan kekerasan akan memberikan respons yang berbeda-beda. Beberapa dampak yang mungkin dialami oleh anak di antaranya:

  • Anak mungkin akan alami gangguan kecemasan atau depresi;
  • Anak mungkin alami gangguan tidur;
  • Anak mungkin akan mengalami mimpi buruk atau terbayang-bayang kejadian kekerasan;
  • Anak menjadi sosok yang mudah terkejut;
  • Adanya kemungkinan masalah gejala fisik, dari sakit perut hingga mengompol;
  • Anak menjadi sosok yang mudah marah di sekolah;
  • Anak akan merasa lebih mudah dari usia sebenarnya;
  • Adanya kemungkinan perilaku agresif hingga menarik diri dari orang lain;
  • Memiliki harga diri yang rendah;
  • Kemungkinan sering membolos;
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba hingga berisiko overdosis;
  • Melakukan kekerasan pada diri sendiri hingga kelainan makanan.

Tidak hanya itu, anak yang menyaksikan kekerasan juga berpotensi merasa marah, bersalah, tidak aman, sendirian, takut, tidak berdaya, dan kebingungan.

Anak yang menyaksikan kekerasan juga berpotensi menjadi pelaku atau korban di masa depan. Namun, hal ini tidak pasti akan terjadi. Semua tergantung bagaimana anak menghadapi traumanya dan pengasuhannya hingga ia dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI