Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui UMKM, P&G Indonesia Renovasi 6 Warung di Desa Wanakerta

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 26 Mei 2023 | 17:50 WIB
Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui UMKM, P&G Indonesia Renovasi 6 Warung di Desa Wanakerta
P&G dan Habitat for Humanity Indonesia bergotong-royong merenovasi 6 warung milik warga Desa Wanakerta, Karawang, Jawa Barat. (Foto: Ririn Indriani/Suara.com)

Suara.com - Procter & Gamble (P&G) Indonesia bersama mitranya, Habitat for Humanity Indonesia (Habitat) kembali hadir dengan program ‘Making a House a Home’ tahun ke-7, dimana program ini juga dilaksanakan di beberapa negara lain dimana P&G beroperasi.

Sebelumnya, program tersebut telah merenovasi 77 bangunan rumah dan warung agar lebih layak huni, mulai dari wilayah Jawa Barat, Jawa Timur hingga Sulawesi Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, program ‘Making a House a Home’ telah berimprovisasi sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas, yakni dengan tidak hanya merenovasi fisik rumah, namun juga turut menggerakkan perekonomian lokal dengan memberdayakan pemilik usaha mikro, khususnya perempuan.

Tahun ini, P&G dan Habitat for Humanity Indonesia bergotong-royong merenovasi rumah dan warung milik warga Desa Wanakerta, Karawang, Jawa Barat.

Program ‘Making a House a Home’ tidak hanya merenovasi rumah menjadi tempat hunian yang lebih layak, tetapi juga merevitalisasi warung/tempat usaha yang menyatu dengan rumah, serta memberikan pelatihan soft-skill seperti literasi finansial, perencanaan keuangan, dan lain-lain, kepada pemilik usaha rumahan, sehingga dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya, terutama pada masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

"Programnya ini menyasar kalangan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha dari rumah yang membutuhkan bantuan," kata Senior Manager Corporate Communications and Community Impact Leader, P&G Indonesia, Simon Sibarani dalam Media Briefing P&G dan Habitat for Humanity: Making a House a Home di Desa Wanakerja, Karawang, Jawa Barat, Jumat (26/5/2023).

Selain itu, tambah dia, perusahaannya juga menyerahkan dukungan berupa produk-produknya yang dapat digunakan kembali oleh para pemilik warung untuk mendukung usaha mereka.

“Kami menyadari bahwa bangunan yang layak huni adalah salah satu faktor penentu tingkat kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat, terutama pasca pandemi Covid-19. Selain persoalan tempat hunian, kami juga menyadari masih banyak pemilik usaha mikro yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, sebagai wujud konkret dan konsistensi P&G sebagai ‘Force for Growth and Force for Good’, kami bekerja bersama Habitat for Humanity Indonesia dan komunitas lokal untuk kembali mengadakan program ‘Making a House a Home’ tahun ke-7," kata Presiden Direktur P&G Indonesia Saranathan Ramaswamy dalam keterangan tertulisnya.

Lewat program ini, perusahaannya, lanjut dia, tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik milik warga, namun juga membekali mereka dengan kemampuan dan pengetahuan guna meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

"Inilah bentuk dukungan kami untuk hadir dan bergerak bersama masyarakat lokal dalam memperkuat perekonomian dan kesejahteraan hidup mereka,” imbuh Saranathan.

Seperti yang telah diketahui bersama, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan hunian yang nyaman dan aman serta tidak menyehatkan dan/atau justru membahayakan penghuninya.
Begitu juga halnya dengan Warung yang dianggap Tidak Layak Huni beroperasi dengan ciri-ciri tidak memiliki pondasi permanen (hanya menggunakan kayu lapis), kurang mendapatkan pencahayaan alami, sirkulasi udara tidak baik, tidak tersuplai air bersih yang memenuhi standar kesehatan dan sanitasi buruk.

Kondisi inilah yang menjadikan dukungan dan program seperti ‘Making a House a Home’ semakin penting untuk diselenggarakan.

Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 juga berdampak besar bagi perekonomian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia tahun 2021, ditemukan bahwa sekitar 87,5 persen UMKM mengalami penurunan pendapatan akibat dampak pandemi Covid-19.

Di samping itu, masih buruknya kondisi tempat usaha serta rendahnya literasi finansial juga menjadi hambatan tumbuhnya usaha mikro seperti warung yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi lokal di Desa Wanakerta, Karawang, Jawa Barat.

Seperti halnya di area pedesaan lainnya, banyak perempuan di Desa Wanakerta menghabiskan sebagian besar waktunya di warung, karena warung melekat pada rumah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjalanan Andhika 'Sulap' Sampah Hingga Terjual di Belanda, Omzetnya Puluhan Juta

Perjalanan Andhika 'Sulap' Sampah Hingga Terjual di Belanda, Omzetnya Puluhan Juta

Bisnis | Minggu, 28 Mei 2023 | 14:00 WIB

Kripik Pisang Organik Omzet Ratusan Juta: Berawal dari Cinta Ibu, Inovasi Tiada Henti Jadi Kunci

Kripik Pisang Organik Omzet Ratusan Juta: Berawal dari Cinta Ibu, Inovasi Tiada Henti Jadi Kunci

Bisnis | Sabtu, 27 Mei 2023 | 10:17 WIB

Manisnya Keberhasilan UMKM Olahan Sorgum: Sulap Limbah Jadi Cuan

Manisnya Keberhasilan UMKM Olahan Sorgum: Sulap Limbah Jadi Cuan

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2023 | 15:26 WIB

Terkini

Berapa Gaji SPPI Koperasi Merah Putih? Ini Link Resmi dan Syarat Pendaftarannya

Berapa Gaji SPPI Koperasi Merah Putih? Ini Link Resmi dan Syarat Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 10:02 WIB

5 Moisturizer Wardah untuk Memperbaiki Skin Barrier di Usia 30-an, Wajah Lembap Anti Ketarik

5 Moisturizer Wardah untuk Memperbaiki Skin Barrier di Usia 30-an, Wajah Lembap Anti Ketarik

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 09:35 WIB

7 Rekomendasi Lip Tint yang Bagus dan Tahan Lama, Mampu Menutup Bibir Gelap

7 Rekomendasi Lip Tint yang Bagus dan Tahan Lama, Mampu Menutup Bibir Gelap

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 09:20 WIB

4 Lip Balm SPF 30 Terbaik, Bibir Lembap dan Terlindungi

4 Lip Balm SPF 30 Terbaik, Bibir Lembap dan Terlindungi

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 09:10 WIB

PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya

PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 08:13 WIB

Gaya Hidup Ramah Lingkungan Makin Tren, Jangan Salah Pilih Ban untuk Pecinta EV

Gaya Hidup Ramah Lingkungan Makin Tren, Jangan Salah Pilih Ban untuk Pecinta EV

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 07:59 WIB

Harga Plastik Naik, Pakai Beeswax Wrap untuk Solusi Hemat Ibu Rumah Tangga

Harga Plastik Naik, Pakai Beeswax Wrap untuk Solusi Hemat Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 07:49 WIB

Tak Sekadar Sehat, Ini Pentingnya Menjalani Aktivitas Sesuai Prinsip Syariah

Tak Sekadar Sehat, Ini Pentingnya Menjalani Aktivitas Sesuai Prinsip Syariah

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 07:49 WIB

7 Sepatu Anta Terbaik Untuk Lari, Kualitas Juara Harga Lebih Terjangkau

7 Sepatu Anta Terbaik Untuk Lari, Kualitas Juara Harga Lebih Terjangkau

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 07:39 WIB

Milia di Wajah Bisa Hilang? Ini 7 Skincare yang Bisa Dicoba Biar Halus dan Glowing

Milia di Wajah Bisa Hilang? Ini 7 Skincare yang Bisa Dicoba Biar Halus dan Glowing

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 07:23 WIB