Heboh Jepang Buang Limbah Air Nuklir Ke Laut, Bahayanya Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Rabu, 30 Agustus 2023 | 11:15 WIB
Heboh Jepang Buang Limbah Air Nuklir Ke Laut, Bahayanya Apa Saja?
Image by ArtPhoto_studio on Freepik

Suara.com - Jepang baru-baru ini memutuskan untuk membuang air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik. Hal itu membuat  masyarakat dunia heboh.

Seperti diketahui, dampak pembuangan limbah nuklir tersebut bisa berdampak pada pencemaran laut.

Bahkan, beberapa masyarakat khawatir kalau limbah tersebut akan mencemari laut secara meluas. Tidak hanya itu, limbah air nuklir ini juga dikhawatirkan akan membuat para ikan terkontaminasi dan mati sehingga tidak layak dikonsumsi.

Padahal, beberapa negara sendiri mengimpor ikan dari Jepang. Akibatnya, negara seperti Tiongkok sampai melarang impor makanan laut Jepang sementara  Hal ini karena masyarakat takut mengonsumsi ikan laut karena bisa membahayakan kesehatan.

Ilustrasi nuklir - Bahan Baku Nuklir (pexels)
Ilustrasi nuklir - Bahan Baku Nuklir (pexels)

Namun, sebenarnya apa dampak dari konsumsi ikan yang terkontaminasi dan benarkah berbahaya?

Melansir laman The Straits Times, para ahli mengatakan, makanan laut dan garam dari Jepang sebagai bagian dari pola makan seimbang seharusnya tidak menimbulkan risiko yang signifikan. Namun, hal ini juga tetap harus dipantau lebih lanjut.

Director of Singapore’s Future Ready Food Safety Hub Singapore, Profesor William Chen mengatakan, olahan yang dibuang di Jepang memiliki tingkat radioaktif yang jauh lebih rendah karena pengolahannya sebelum dilepaskan, dan juga pengenceran besar dari air laut setelah dilepaskan.

Meski demikian, pihaknya di Singapura sendiri akan selalu mencoba melakukan pengujian mengenai makanan laut dari Jepang untuk keamanan. Pasalnya, jika ternyata yang dikonsumsi mengandung radioaktif, ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Dampak kesehatan konsumsi makanan terkontaminasi radioaktif

baca juga

Senior consultant in radiation oncology at the Singapore, Dr Choo Bok Ai menjelaskan, ketika orang konsumsi makanan yang terkena paparan radiasi, ini bisa meningkatkan risiko kanker.

Paparan radiasi tingkat tinggi yang terus-menerus dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker atau mempengaruhi fungsi organ seperti kelenjar tiroid. Meski demikian, biasanya dampak dari paparan itu tidak terlihat secara instan. Namun, biasanya setelah kurang lebih 10 tahun, baru orang tersebut merasakan dampak dari paparan radiasi.Oleh sebab itu, mungkin beberapa orang bisa merasa tidak apa-apa setelah konsumsi makanan yang terpapar. Namun, tanpa disadari jangka panjangnya untuk kesehatan cukup berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenggelamnya Kehidupan Anak Pesisir Jakarta: Masihkah Ada Harapan?

Tenggelamnya Kehidupan Anak Pesisir Jakarta: Masihkah Ada Harapan?

News | Rabu, 30 Agustus 2023 | 09:47 WIB

Viral Potret Unik Langit di Jepang, Imbas Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut?

Viral Potret Unik Langit di Jepang, Imbas Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut?

Your Say | Selasa, 29 Agustus 2023 | 09:20 WIB

Fenomena Mbah Dukun Soloraya Banjir Orderan Jelang Pemilu 2024: Caleg Minta Dibukakan Aura hingga Pasang Susuk

Fenomena Mbah Dukun Soloraya Banjir Orderan Jelang Pemilu 2024: Caleg Minta Dibukakan Aura hingga Pasang Susuk

Surakarta | Senin, 28 Agustus 2023 | 15:21 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×