3 Alasan Kenapa Kebakaran di Gunung Bromo Susah Padam: Hambatan Lokasi Hingga Faktor Cuaca

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 14 September 2023 | 14:55 WIB
3 Alasan Kenapa Kebakaran di Gunung Bromo Susah Padam: Hambatan Lokasi Hingga Faktor Cuaca
Api membakar hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Bromo terlihat di Pos Jemplang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/Spt]

Suara.com - Kebakaran di Gunung Bromo akibat ulah wedding organizer yang menggunakan flare saat foto prewedding semakin meluas mencapai Malang. Kabar terbaru menyebut muncul tornado api yang mengganas dan sampai saat ini belum juga padam.

Viral di media sosial pemandangan si jago merah semakin mengganas hingga menciptakan tornado api, dan menyebabkan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berwarna merah.

Setelah kejadian Bukit Teletubbies terbakar akibat foto prewedding menggunakan flare yang menyulut rumput kering di Savana. Masyarakat mulai merasakan dampaknya dari mulai kebakaran meluas, bisnis pariwisata total milyaran rupiah tidak bisa beroperasi hingga flora dan fauna yang terancam punah.

Salah satu momen tornado api Gunung Bromo dibagikan akun Instagram @mountnesia, dilihat Suara.com, Kamis (14/9/2023) tampak api sudah sangat membumbung tinggi menutupi seluruh langit karena asap yang sangat tebal.

Bahkan masyarakat sekitar yang mencoba memadamkannya, terlihat menggelengkan kepada sebagai gestur api tidak bisa dipadamkan secara manual. Mengerikannya lagi bukan hanya asap yang berbentuk seperti tornado, tapi juga api. Sehingga sekilas api berjalan ke atas langit.

"Miliaran uang hangus? Tornado api muncul di kebakaran Gunung Bromo pada kemarin sore. Kebakaran akibat Prewed Flare Gunung Bromo itu masih berlangsung dan susah dipadamkan," tulis akun @mountnesia.

Berikut ini beberapa sebab kebakaran di gunung sulit dipadamkan hingga meluas, melansir situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Probolinggo:

1. Hambatan Lokasi

Menurut Personil TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, Heri pihaknya sudah melakukan tindakan darurat yaitu menyiramkan pasir di area belum terbakar, membuat sekat, hingga menyiramkan air di titik api.

baca juga

Namun hambatan lain muncul saat proses pemadaman api dikarenakan lereng tebing yang terjal sehingga sulit dijangkau. Selain itu, mobil damkar mengalami kesulitan untuk menyemprotkan air pada titik api karena lokasi lereng bukit yang cukup tinggi.

2. Cuaca Memperburuk Peristiwa

Lantaran kebakaran terjadi pada musim kemarau yang menyebabkan rumput kering dan mudah terbakar. Kebakaran ini diperparah dengan cuaca berangin, serta rumput ilalang yang kering membuat api dengan cepatnya menjalar.

3. Pemadaman Manual Berbahaya

Sebagaimana pengalaman BNPB yang sudah beberapa kali menangani kasus kebakaran hutan, umumnya pertolongan pertama dilakukan pemadaman manual.

Mengerikannya, pemadaman manual ini yang hanya mengandalkan alat seadanya seperti dahan dipukul-pukul untuk mematikan api. Tapi cara ini berbahaya karena jika api terlalu besar dan angin yang berhembus terlalu kencang, api bisa mengenai si pemadam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Telan Biaya Sekitar Rp10,3 Miliar untuk Pemadaman dengan Waterbombing

Kebakaran Bromo Telan Biaya Sekitar Rp10,3 Miliar untuk Pemadaman dengan Waterbombing

Jatim | Kamis, 14 September 2023 | 12:16 WIB

Salah Lapak, Wanita Ini Diamuk Netizen Gegara Dikira Pelaku Kebakaran Bromo

Salah Lapak, Wanita Ini Diamuk Netizen Gegara Dikira Pelaku Kebakaran Bromo

Your Say | Kamis, 14 September 2023 | 07:20 WIB

Fotografer Sengaja Jadikan Kebakaran Bromo sebagai Background Pemotretan Prewedding

Fotografer Sengaja Jadikan Kebakaran Bromo sebagai Background Pemotretan Prewedding

Entertainment | Rabu, 13 September 2023 | 19:48 WIB

Terkini

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:45 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:42 WIB

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

×