Suara.com - Ayah dari Wayan Mirna Salihin, yakni Edi Darmawan Salihin masih menjadi topik perbincangan hangat. Tepatnya sejak film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso dirilis. Publik menilai ada yang janggal dari perilaku dan ucapan pria tersebut.
Sederet pernyataan Edi saat diwawancarai Karni Ilyas beberapa waktu lalu membuatnya disorot. Salah satunya soal beberapa petinggi Polri yang diduga dekat dengannya. Ia menyebut 4 nama dan semua sosoknya ini cukup dikenal oleh masyarakat termasuk Ferdy Sambo dan Krishna Murti.
"Kenapa Pak Sambo itu dibawa-bawa? Saya paling tahu siapa Sambo, siapa Khrisna Murti, siapa Hendro Sukmono (salah satu penyidik). Saya tahu persis Pak Sambo, kita kenal baik sama beliau jadi enggak ada ikut campur dia sama sekali, boleh dibilang mendekati nol. Jadi tolong jangan dikaitkan, enggak ada urusannya," kata Edi saat diwawancara Karni Ilyas.
Hendro Sukmono
Edi mengaku dekat dengan AKBP Hendro Sukmono. Sebab, penyidikan kasus kopi sianida yang menewaskan anaknya, dipimpin langsung oleh perwira polisi tersebut. Adapun saat menangani perkara itu, Hendro masih mengemban pangkat Kompol.
“Hendro Sukmono yang ngurus ini itu di unit 1, headnya (kepalanya) itu Kompol Hendro Sukmono. Sekarang dia di Danreskrim Surabaya, pangkatnya udah AKBP," ujar Edi melansir kanal YouTube Karni Ilyas Club, Selasa (10/10/2023).
Krishna Murti
Kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan sempat menyebut nama Krishna Murti sebagai orang pertama yang mengklaim Mirna tewas karena keracunan sianida. Ia juga menanyakan dari mana Krishna menerima informasi tersebut. Sebab, saat itu, jasad Mirna belum diotopsi.
Menanggapi pernyataan tersebut, Edi Darmawan pun mengingatkan Otto agar bisa menahan diri untuk tidak membicarakan Krishna Murti. Pasalnya, saat ini Krishna sudah berpangkat Irjen atau jenderal polisi bintang dua. Ia meminta Otto tidak mencari perkara.
"Jangan main-main. Sekarang kan Krishna Murti sudah di Interpol. Dia udah bintang dua, dulu Kombes. Jadi ini cari urusan aja nih Otto," ucap Edi.
Dalam wawancara itu, Edi memberikan bukti rekaman CCTV tempat kejadian perkara (TKP) yang menurutnya tidak diperlihatkan saat sidang. Pada video tersebut, ia menyebut bahwa Jessica Wongso terlihat menaruh sesuatu ke dalam cangkir kopi Mirna Salihin.
Ketika melihat rekaman ini, Edi bahkan mengungkap Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sampai lompat kegirangan. Hal itu, menurutnya, karena akhirnya polisi menemukan bukti bahwa Jessica memang berniat meracuni Mirna.
“Nih, dia (Jessica) masukin sesuatu nih, sianida nih. Ini kita di Polda, waktu itu ada Pak Tito, Pak Krishna. Polisi sangat senang sekali hari itu sampai lompat dia (Tito Karnavian)," beber Edi.
Ferdy Sambo
Ferdy Sambo diketahui turut menangani kasus kopi sianida yang menyangkakan Jessica Wongso. Meski begitu, Edi menyayangkan publik membawa-bawa namanya. Padahal, kata dia, eks Kadiv Propam Polri itu tak ada kaitannya dan ia mengaku mengenal baik sosoknya.
"Kenapa Pak Sambo dibawa-bawa? Pak Sambo kita kenal baik sama beliau. Tapi enggak ada ikut campur dia, sama sekali. Boleh dibilang mendekati nol. Jadi tolonglah jangan dikaitkan, Pak Sambo enggak ada urusannya. Orang ruangannya aja beda kok,” kata Edi.
Jessica Dipaksa Krishna Murti untuk Mengaku Jadi Pembunuh Mirna
Saat menangani kasus itu, Krishna Murti masih menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya. Ia adalah pemimpin penyelidikan kematian Mirna Salihin yang disebut-sebut diakibatkan oleh adanya sianida pada minuman kopinya.
Lalu, pada 29 Januari 2016, Krishna menetapkan Jessica Wongso sebagai tersangka. Namun, hal mengejutkan keluar dari mulut Jessica saat menghadiri sidang 28 September. Ia mengaku Krishna mempertaruhkan jabatannya agar dirinya disangkakan.
"Saya di datangi Pak Krishna, dia bilang ‘Saya turun ke tahanan sudah jatuhin harga diri saya’. Pak Krishna juga bilang ‘Saya tandatangani surat penahanan kamu, bismillah saya mempertaruhkan jabatan saya demi Allah," ujar Jessica kepada majelis hakim saat itu.
Sambil menangis, Jessica juga turut mengungkap bahwa dirinya saat itu dipaksa untuk mengakui ia adalah pembunuh Mirna. Ia bahkan mengakui Krishna Murti sempat berkata soal penjatuhan hukuman yang lebih ringan jika dirinya mau menjadi tersangka.
"Dia juga ajak saya ngomong katanya ‘Mendingan kamu ngaku palingan kamu dihukum 7 tahun dan dipotong ini itu jadi sebentar, saya juga tidak akan kasih kamu dihukum seumur hidup atau mati,’" kata Jessica menirukan ucapan Krishna.
Setelah mengetahui pengakuan Jessica tentang dirinya, Krishna pun langsung membantah. Ia mengaku tak pernah melakukan apa yang disebutkan. Ia hanya meminta Jessica berbicara sesuai fakta. Kalaupun tidak mau, ia tak akan menjadikannya sebagai masalah.
"Saya tidak pernah melakukan apa yang disampaikan pengacaranya. Bukan model saya melakukan hal-hal seperti itu. Saya meminta dia (Jessica) berbicara sesuai fakta. Kalau tidak ingin bicara pun, tidak masalah sama sekali. Saya hanya memberinya kesempatan membeberkan fakta," ujar Krishna.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti