Profil Prof Saldi Isra: Hakim Konstitusi yang Bingung Soal Perubahan Putusan MK, Pernah Nyaris Gagal Sekolah Hukum

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Selasa, 17 Oktober 2023 | 09:15 WIB
Profil Prof Saldi Isra: Hakim Konstitusi yang Bingung Soal Perubahan Putusan MK, Pernah Nyaris Gagal Sekolah Hukum
Saldi Isra dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Hakim Konstitusi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/4/2017). [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) prof. Saldi Isra ikut jadi sorotan publik lantaran pernyataannya saat sidang Putusan MK tentang syarat Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024.

Saldi diketahui menjadi satu dari dua hakim yang berbeda pendapat alias dissenting opinion terkait perkara 90-91/PUU-XXI/2023. Dia mengaku bingung dengan sikap MK yang bisa berubah dalam waktu singkat.

"Saya bingung dan benar-benar bingung harus dari mana memulai pendapat berbeda ini, sebab sejak menapakkan kaki sebagai Hakim Konstitusi di gedung mahkamah ini pada tanggal 11 April 2017 atau sekitar 6,5 tahun yang lalu, baru kali ini saya mengalami peristiwa aneh yang luar biasa dan dapat dikatakan jauh dari batas penalaran yang wajar. Mahkamah berubah pendirian dan sikapnya hanya dalam sekelebat,” kata Saldi saat Sidang Pembacaan Putusan MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (16/10/2023).

Saldi mengungkapkan kalau MK memang pernah mengubah keputusannya, tetapi tidak pernah secepat saat menentukan gugatan syarat Capres dan Cawapres.

Hakim Konstitusi Saldi Isra menunjukkan surat suara saat pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2023-2028 di gedung MK, Jakarta, Rabu (15/3/2023). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay].
Hakim Konstitusi Saldi Isra menunjukkan surat suara saat pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2023-2028 di gedung MK, Jakarta, Rabu (15/3/2023). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay].

Hal lain yang menjadi sorotan juga lantaran Saldi mengungkap detail pelaksanaan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk menentukan keputusan MK. Menurutnya, perkara 29-51-55/PUU-XXI/2023 tentang batas minimal usia capres-cawapres diputuskan lewat sidang pleno dan RPH yang dihadiri oleh 8 hakim MK kecuali Anwar Usman yang juga berstatus ipar Presiden Joko Widodo juga paman Gibran Rakabuming.

Seperti apa sebenarnya sosok Hakim Saldi Isra? Berikut ulasan profil singkatnya.

Biodata

Nama: Saldi Isra

Tempat, tanggal lahir: Solok, Sumatera Barat, 20 Agustus 1968

baca juga

Jabatan: Hakim Konstitusi (Wakil Ketua)

Istri: Leslie Annisaa Taufik

Anak: Wardah A. Ikhsaniah Saldi, Aisyah ‘Afiah Izzaty Saldi, Muhammad Haifan Saldi

Pendidikan:

S1 Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas (1995)

S2 Institute of Postgraduate Studies and Reserch University of Malaya Kuala Lumpur-Malaysia (2001)

S3 Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2009)

Ditakdirkan Masuk Sekolah Hukum

Selama masa sekolah, Saldi Isra termasuk murid yang pintar. Dia mengambil jurusan fisika pada masa SMA. Sehingga mulanya ingin melanjutkan pendidikannya dalam pelajaran IPA dengan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) atau masuk AKABRI.

Tangkapan layar suasana sidang Perkara Nomor 32/PUU-XIX/2021 yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Selasa (5/10/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri
Tangkapan layar suasana sidang Perkara Nomor 32/PUU-XIX/2021 yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Selasa (5/10/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri

Sayangnya, Saldi tidak lolos PMDK ke ITB maupun seleksi Sipenmaru pada 1988 untuk jurusan Geologi ITB. Setahun berikutnya, dia mengikuti UMPTN di ITB tahun 1989 namun kembali gagal. Dua kali gagal, akhirnya Saldi memutuskan merantau ke Jambi untuk mencari kerja. Usai merasa uang yang dimilikinya cukup untuk melanjutkan kuliah, ia kembali mencoba peruntungannya.

Pada 1990, ia kembali mendaftar UMPTN, namun jika sebelumnya ia memilih jurusan IPA, maka ia beralih menjadi IPC dengan pilihan jurusan yang beragam. Yakni, Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas, dan Jurusan Ilmu Hukum Universitas Andalas.

Saldi merasa kalau pilihan jurusan hukum hanya sekadar tambahan untuk mengisi jurusan IPS. Rupanya, pilihan itu lah yang berhasil dia tembus. Saldi dinyatakan lolos UMPTN pada jurusan yang dia sendiri tidak duga sebelumnya, yakni Ilmu Hukum.

Hampir Gagal Kuliah Hukum

Sepulangnya ke kampung halaman, berita lolosnya Saldi sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas tidak langsung disambut baik oleh orang tuanya. Keluarga menginginkannya tetap bekerja untuk menyokong perekonomian. Akan tetapi, ia berhasil meyakinkan keluarganya bahwa kuliahnya nanti tidak akan memberatkan perekonomian keluarga.

Saldi pun tetap bekerja dengan mengajar di Madrasah Aliyah dekat dengan kampung halamannya.

Presiden Joko Widodo melantik Saldi Isra sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4).
Presiden Joko Widodo melantik Saldi Isra sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4).

Dikutip dari situs MK, Saldi merasa kalau menjadi mahasiswa Fakultas Hukum benar-benar pengalaman baru baginya. Jika sebelumnya, ia lebih familiar dengan rumus-rumus matematika dan fisika, kala itu ia harus banyak membaca dan menulis. Ia tetap tekun menjalani masa perkuliahannya sebagai mahasiswa fakultas hukum hingga lulus dengan nilai Indeks Prestasi Semester 3,86.

Saat itu, Saldi menjadi lulusan terbaik di Fakultas Hukum Universitas Andalas. Dia pun langsung dipinang untuk menjadi dosen di Universitas Bung Hatta hingga Oktober 1995 sebelum akhirnya berpindah ke Universitas Andalas, Padang.

Bercita-Cita Jadi Hakim Konstitusi

Menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi rupanya telah jadi cita-cita bagi Saldi. Mulanya, dia membuat target untuk mendapatkan posisi itu setelah usia 55 tahun. Tapi rupanya, impiannya lebih cepat terwujud. Saldi mampu menjadi Hakim Konstitusi sejak usianya masih 48 tahun pada 2017.

Rupanya ada peran Mantan Ketua MK Mahfud MD, kini Menteri Hukum dan HAM, yang mendorong Saldi mau mendaftar jadi hakim MK pada saat itu.

"Pak Mahfud pernah mengatakan ‘Mas, kalau Anda tetap tidak mau daftar, Anda sebetulnya tidak mau membuka jalan untuk generasi baru di MK. Nah, itu beberapa pertimbangan saya," ungkap Saldi, menirukan ucapan Mahfud MD.

Pada akhirnya, dia terpilih menjadi hakim konstitusi hingga saat ini memegang jabatan Wakil Ketua MK. Saldi berharap, keberadaannya di MK dapat memberikan sumbangsih bersama dengan hakim konstitusi lainnya untuk mengembalikan muruah MK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keistimewaan Usia 40 Tahun Dalam Islam, Memang Waktu yang Tepat Untuk Jadi Pemimpin?

Keistimewaan Usia 40 Tahun Dalam Islam, Memang Waktu yang Tepat Untuk Jadi Pemimpin?

Lifestyle | Selasa, 17 Oktober 2023 | 08:51 WIB

Alissa Wahid Sentil Jokowi Soal Putusan MK: Saya Harap Presiden Cegah Gibran untuk Dicalonkan

Alissa Wahid Sentil Jokowi Soal Putusan MK: Saya Harap Presiden Cegah Gibran untuk Dicalonkan

Hits | Selasa, 17 Oktober 2023 | 08:57 WIB

Kuasa Hukum Mahasiswa UNSA Ungkap Poin Krusial Gugatan yang Dikabulkan MK, Apa Saja Isinya?

Kuasa Hukum Mahasiswa UNSA Ungkap Poin Krusial Gugatan yang Dikabulkan MK, Apa Saja Isinya?

Video | Selasa, 17 Oktober 2023 | 09:00 WIB

Terkini

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:55 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:48 WIB

×