Seram! Tidak Ada Obat dan Minim Air, Pengungsi Palestina Rentan Terkena Penyakit Infeksi Mematikan

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 10 November 2023 | 19:43 WIB
Seram! Tidak Ada Obat dan Minim Air, Pengungsi Palestina Rentan Terkena Penyakit Infeksi Mematikan
Seorang anak perempuan terlihat di sebuah kamp yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 1 November 2023. [Dok.ANTARA/Xinhua]

Suara.com - Kondisi masyarakat Palestina di jalur Gaza kian memprihatinkan seiring agresi Israel yang masih membabi buta. Habisnya stok obat-obatan serta minimnya air bersih juga membuat masyarakat di jalur Gaza rentan terkena penyakit.

Ketua Presidium MER-C Dr. Sarbini Abdul Murad mengungkapkan kalau masyarakat Palestina kini telah terkena infeksi akibat stok obat-obatan yang habis juga penggunaan alat medis yang tidak steril.

"Yang pasti mereka sekarang infeksi karena pemakaian suntik berkali-kali, obat tidak adekuat," ungkap Dr. Sarbini saat konferensi pers virtual bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (10/11/2023).

Penyakit lainnya yang juga dikhawatirkan ialah kolera. Hal tersebut karena minimnya akses sanitasi air bersih serta sarana mandi, cuci, kakus alias MCK.

Foto kombo kombinasi gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technology pada tanggal 1 November 2023, menunjukkan (kiri) gambaran kamp pengungsi Jabalia pada tanggal 31 Oktober 2023 sebelum dan sesudah serangan Israel. [Handout / Citra satelit ©2023 Maxar Technologies / AFP]
Foto kombo kombinasi gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technology pada tanggal 1 November 2023, menunjukkan (kiri) gambaran kamp pengungsi Jabalia pada tanggal 31 Oktober 2023 sebelum dan sesudah serangan Israel. [Handout / Citra satelit ©2023 Maxar Technologies / AFP]

"Karena orang di sana menumpuk, urusan MCK jadi masalah, untuk BAK juga masalah, dikhawatirkan terjadi kolera. Mudah-mudahan tidak terjadi," harapnya.

Kolera merupakan penyakit infeksi bakteri yang bisa menyebabkan dehidrasi akibat diare parah. Kolera mudah menular melalui air yang terkontaminasi. Jika tidak segera ditangani, kolera dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa jam saja. Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, kolera biasanya mewabah di daerah yang padat penduduk tanpa sanitasi yang memadai.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof. DR. Dr. Idrus Paturusi, SpB, Sp.OT(K)., mengatakan bahwa sistem pengobatan di wilayah konflik atau bencana biasanya memang sangat ala kadarnya.

Dokter yang pernah bertugas di Tel Aviv, Jerusalem, itu mengungkapkan kalau kondisi darurat seperti di wilayah konflik sangat minim obat-obatan. Itu pula yang dia lihat pada kondisi di Gaza, Palestina, saat ini.

"Kalau kita lihat obat-obatan saya lihat ala kadarnya saja. Tidak ada lagi sesuai aturan karena mereka sangat kekurangan," ujarnya.

baca juga

Dia membandingkan dengan kondisi darurat serupa yang pernah terjadi di Aceh ketika terjadi tsunami tahun 2004. Bencana alam yang memakan korban hingga ratusan ribu jiwa itu juga sempat melumpuhkan pasokan alat-alat medis akibat akses jalan yang terhambat. Dalam situasi yang bukan perang pun, korban pengungsi juga sempat alami kekurangan air sampai terpaksa meminum cairan infus.

"Kalau lihat sama dengan Aceh dulu, satu minggu tidak ada air bersih, ada pasien botol infus dilepas lalu dia minum air infus itu. Begitulah kondisinya kalau ada situasi sulit. Di Gaza jauh lebih sulit lagi kondisinya, saya gak bisa bayangkan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilu! Direktur RS Indonesia Nangis Sesegukan Sebut Negara-negara Arab Zalim karena Diam Soal Kekejaman Israel

Pilu! Direktur RS Indonesia Nangis Sesegukan Sebut Negara-negara Arab Zalim karena Diam Soal Kekejaman Israel

Lifestyle | Jum'at, 10 November 2023 | 17:17 WIB

Sejarah RS Indonesia di Gaza, Kini Ikut Jadi Sasaran Gempuran Rudal Israel

Sejarah RS Indonesia di Gaza, Kini Ikut Jadi Sasaran Gempuran Rudal Israel

News | Jum'at, 10 November 2023 | 13:39 WIB

Terowongan Bawah Tanah di Gaza Sepanjang 500km, Benarkah Kunci Israel Kalahkan Hamas?

Terowongan Bawah Tanah di Gaza Sepanjang 500km, Benarkah Kunci Israel Kalahkan Hamas?

Video | Jum'at, 10 November 2023 | 11:00 WIB

Terkini

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

×