Sejarah RS Indonesia di Gaza, Kini Ikut Jadi Sasaran Gempuran Rudal Israel

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 10 November 2023 | 13:39 WIB
Sejarah RS Indonesia di Gaza, Kini Ikut Jadi Sasaran Gempuran Rudal Israel
RS indonesia di Gaza (Antara)

Suara.com - RS Indonesia di Gaza menjadi sasaran Israel dalam serangan terhadap Palestina. Area rumah sakit tersebut dilaporkan dihantam 11 rudal. Dalam siaran langsung Al Jazeera, Direktur RS Indonesia, Atef Kahlout, menyebut peluru itu merusak bagian-bagian fasilitas. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa.

Melansir kanal YouTube AFP News Agency, tampak suasana saat area RS Indonesia diserang rudal. Orang-orang di sana terlihat berlarian untuk menyelamatkan diri. Sejumlah ledakan serta api meluncur tinggi di langit. Dalam rekaman itu, terdengar pula para pria yang berteriak pada situasi mengerikan ini.

Sebelumnya, pihak Israel menuding ada terowongan di lingkungan RS Indonesia yang dipakai untuk jalan bagi Hamas. Namun, hal ini dibantah oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang mengatakan pembangunan rumah sakit sepenuhnya untuk melayani kebutuhan medis warga Palestina.

Menlu Retno Marsudi mengutuk perbuatan Israel yang menyerang RS Indonesia dengan belasan rudal. Adapun penyerangan itu membuat RS Indonesia menerima sorotan. Tak sedikit pula yang penasaran dengan sejarahnya. Seperti apa? Berikut informasinya yang berhasil dirangkum.

Sejarah RS Indonesia di Gaza

RS Indonesia yang berada di Bait Lahiya, Kegubernuran Gaza Utara, Jalur Gaza, Palestina dibangun pertama kali pada Mei 2011. Lokasinya yang terletak di kawasan konflik seringkali membuat rumah sakit ini mengalami penyerangan. Terbaru, area di sana diserang 11 rudal dan terancam runtuh.

Sebelumnya, pada 14 November 2011, sempat terjadi ledakan di sekitar RS Indonesia yang mengakibatkan dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Rumah sakit ini kembali menjadi sasaran serangan saat Israel menyerbu Gaza pada 2021 silam. Beruntung saat itu tak ada staf dan pasien yang terluka.

RS Indonesia berdiri di atas lahan seluas 16.261 meter persegi. Tanah ini merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina di Gaza. Sementara untuk ide, desain, hingga yang lainnya berasal dari para relawan Indonesia. Mereka memberikan sumbangsih termasuk dana ratusan miliar tanpa berharap imbalan. 

Semua itu dilakukan mereka sebagai bentuk jihad. Adapun lima kontraktor untuk mengerjakan pembangunan rumah sakit ini berasal dari sejumlah perusahaan ternama di Gaza. Tahap pengecorannya dilakukan 2 kali, yakni saat membangun lantai dua (483 meter kubik) dan lantai tiga (500 meter kubik).

baca juga

Proses pengecoran itu menjadi yang terbesar di Gaza. Realisasi tahap pertama ini berfokus pada pembangunan strukur yang berlangsung pada Mei 2011 sampai April 2012. Namun, pelaksanaannya kerap dipenuhi dengan tantangan karena adanya serangan serta blokade dari Israel terhadap Gaza.

Berbeda dengan yang pertama, tahap kedua dilakukan oleh rakyat Indonesia. Tercatat pada Februari 2014, pembangunan RS Indonesia yang terdiri dari 2,5 lantai dengan luas hampir 10 ribu m persegi dinyatakan selesai. Setelahnya, rumah sakit ini rutin menerima pengadaan alat-alat kesehatan.

Pada 27 Desember 2015, RS Indonesia di Gaza itu mulai dibuka dan beroperasi. Adapun peresmiannya dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 9 Januari 2016. Acara ini juga turut dihadiri sederet pejabat lain.

Mereka adalah Menlu Retno Marsudi, Mendikbud Anies Baswedan, dan perwakilan negara-negara lain. Proses serah terima itu dilakukan Presidium MER-C kepada Pemerintah Palestina, yang diwakili Menkes Palestina, Jawad M Awwad dan Dubes Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi.

Kini diketahui RS Indonesia di Gaza telah dilengkapi peralatan medis canggih dengan kualitas terbaik. Total dana pembangunan mencapai Rp 126 miliar yang sepenuhnya dari rakyat Indonesia itu berhasil membantu Gaza. Saat ini, RS itu memiliki luas 12.672 meter persegi dengan 4 lantai dan 1 lantai dasar.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Humanitarian Pause, Permintaan Presiden AS ke Israel Untuk Jeda Serangan Selama 4 jam

Mengenal Humanitarian Pause, Permintaan Presiden AS ke Israel Untuk Jeda Serangan Selama 4 jam

Lifestyle | Jum'at, 10 November 2023 | 12:59 WIB

Terowongan Bawah Tanah di Gaza Sepanjang 500km, Benarkah Kunci Israel Kalahkan Hamas?

Terowongan Bawah Tanah di Gaza Sepanjang 500km, Benarkah Kunci Israel Kalahkan Hamas?

Video | Jum'at, 10 November 2023 | 11:00 WIB

Akal Bulus Israel: Bom RS di Gaza Usai Tuding Sembunyikan Hamas, Lalu Ngaku Salah Info

Akal Bulus Israel: Bom RS di Gaza Usai Tuding Sembunyikan Hamas, Lalu Ngaku Salah Info

News | Jum'at, 10 November 2023 | 09:15 WIB

Apa Itu Tragedi Nakba? Disebut-sebut Kembali Terulang di Gaza yang Sedang Diserang Israel

Apa Itu Tragedi Nakba? Disebut-sebut Kembali Terulang di Gaza yang Sedang Diserang Israel

News | Jum'at, 10 November 2023 | 09:05 WIB

Perawat AS Akui Keteguhan Nakes RS Indonesia di Gaza: Mereka Semua Pahlawan

Perawat AS Akui Keteguhan Nakes RS Indonesia di Gaza: Mereka Semua Pahlawan

News | Jum'at, 10 November 2023 | 09:21 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB