Asal Usul Suku Rohingya: Ditolak Rakyat Aceh untuk Mengungsi Meski Beragama Islam

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 21 November 2023 | 14:49 WIB
Asal Usul Suku Rohingya: Ditolak Rakyat Aceh untuk Mengungsi Meski Beragama Islam
Petugas kesehatan memeriksa kondisi kesehatan sejumlah imigran etnis Rohingya setelah terdampar di pantai Desa Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (25/12/2022). [NTARA FOTO/Ampelsa].

Suara.com - Pengungsi muslim dari suku Rohingya jadi sorotan masyarakat Indonesia, karena berbondong-bondong mendatangi pesisir Aceh untuk meminta perlindungan setelah berlayar dari Bangladesh. Pertanyaannya, dari mana sih asal usul suku Rohingya?

Tak main-main, jumlah pengungsi muslim Rohingya tembus 40 orang. Suku Rohingya ini datang melalui dua pesisir Aceh yaitu Bireuen dan Pidie.

Namun dari yang awalnya diterima, kini masyarakat Aceh menolak kedatangan para pengungsi itu karena tidak taat aturan dan melakukan tindakan kriminal.

"Kesimpulan kita bersama, masyarakat dengan tegas menolak kehadiran pengungsi Rohingya ke daratan. Warga tidak bisa menerima lagi," ungkap Kepala Desa Pulo Pineung, Mukhtaruddin kepada awak media.

Pengungsi Rohingya. [ANTARA]
Pengungsi Rohingya. [ANTARA]

Menariknya, bukan hanya di Aceh tempat yang dijadikan muslim Rohingya sebagai tempat mencari suaka, tapi juga beberapa negara tetangga Myanmar seperti Bangladesh dan negara Asia Tenggara lainnya.

Tapi dari mana sih kira-kira asal usul suku Rohingya?

Melansir situs resmi Rohingya Culture Center, Selasa (21/11/2023) disebutkan jika Rohingya merupakan salah satu suku yang ada dan tinggal di Burma atau yang saat ini dikenal sebagai Myanmar. Pada 1785 silam Burma dikuasai etnis atau suku mayoritas yaitu Bamar.

Tapi etnis ini dikenal sangat menindas, yang akhirnya pada 1799 membuat banyak suku lainnya meninggalkan Burma untuk menghindari penindasan Bamar.

Rohingya ini juga dikenal sebagai suku asli Arakan yang sangat mematuhi ajaran Buddha, tapi banyak yang tidak menyadari keberadaan suku Rohingya yang menganut ajaran Islam, yang akhirnya muslim Rohingya jadi minoritas dan jadi pembeda dengan yang beragama Buddha.

baca juga

Menariknya saat Burma atau Myanmar dijajah Inggris, saat itu penjajah malah memiliki muslim menempati posisi administratif. Alhasil, penduduk Burma yang penganut Buddha mendorong gerakan nasionalisme untuk menjadikan Myanmar sebagai negara merdeka.

Sejumlah imigran Rohingya memilih baju bekas di lokasi penampungan sementara di SMP Negeri 2 Curei, Gampong Curei, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (30/12/2022).  [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Sejumlah imigran Rohingya memilih baju bekas di lokasi penampungan sementara di SMP Negeri 2 Curei, Gampong Curei, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (30/12/2022). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Asal Mula Penindasan Muslim Rohingya di Myanmar

Setelah dijajah Inggris, kemudian beralih dengan penjajahan Jepang, otomatis Muslim Rohingya dianggap pro Inggris tersingkirkan dan terjadinya kekerasan dan perang antar komunitas etnis, dan penyebab perang antara agama Budha dan warga muslim Rohingya.

Mirisnya lagi, Inggris juga memberikan modal muslim Rohingya dalam hal senjata dan semakin memperparah kekerasan antar perang saudara yang terjadi di negara tersebut. Apalagi warga Buddha tetap percaya, bahwa tempat tinggalnya merupakan tanah kelahiran nenek moyangnya.

Selanjutnya pada 1948 Myanmar merdeka dari Inggris, setelah merdeka Burma atau Myanmar menolak mengakui muslim Rohingya sebagai warga negara yang sah.

Namun muslim Rohingya bergabung dengan negara Pakistan terbentuk. Namun pada 1971 terjadi perang pembebasan Bangladesh yang hasilnya membuat beberapa muslim Rohingya mencari perlindungan ke negara tetangga, termasuk kembali ke Myanmar.

Tapi karena penduduk Buddha takut jumlah yang pengungsi terlalu banyak, akhirnya pemerintah Myanmar kembali mengusir lebih dari 200.000 muslim kembali ke Bangladesh, termasuk di antaranya penduduk muslim Rohingya.

Terluntang lantungnya muslim Rohingya ini akhirnya pergi ke berbagai negara untuk mencari suaka dan tempat tinggal, termasuk di antaranya Indonesia khususnya di wilayah Aceh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ditolak Warga, Kenapa Pengungsi Rohingya Terus Datang Mencari Suaka ke Aceh?

Meski Ditolak Warga, Kenapa Pengungsi Rohingya Terus Datang Mencari Suaka ke Aceh?

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 10:08 WIB

Jejak Sejarah Etnis Rohingya, Ini Alasan Warga Aceh Menolak Kedatangan Mereka

Jejak Sejarah Etnis Rohingya, Ini Alasan Warga Aceh Menolak Kedatangan Mereka

Lifestyle | Minggu, 19 November 2023 | 14:29 WIB

Asal Usul Pengungsi Rohingnya: Ditolak Warga Aceh Tapi Tetap Diberi Bantuan, Meski Kemudian Dibuang

Asal Usul Pengungsi Rohingnya: Ditolak Warga Aceh Tapi Tetap Diberi Bantuan, Meski Kemudian Dibuang

Lifestyle | Sabtu, 18 November 2023 | 20:20 WIB

Terkini

Berkat Inovasi Digital dan Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Berkat Inovasi Digital dan Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Dinkes DKI Klaim Kenaikan DBD Cuma Pola Musiman, DPRD: 1.314 Kasus Bukan Sekadar Statistik!

Dinkes DKI Klaim Kenaikan DBD Cuma Pola Musiman, DPRD: 1.314 Kasus Bukan Sekadar Statistik!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:41 WIB

BRI Sabet 36 Penghargaan TBCCI 2026, Bukti Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Nasabah

BRI Sabet 36 Penghargaan TBCCI 2026, Bukti Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Nasabah

Surakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:39 WIB

BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina dan BRImo Jadi Pendukung Utama

BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina dan BRImo Jadi Pendukung Utama

Bogor | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Transformasi Layanan Makin Kuat, BRI Boyong 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Transformasi Layanan Makin Kuat, BRI Boyong 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Kapan Waktu yang Tepat Pakai Skincare Malam? Ini Jawabannya agar Kulit Glowing Maksimal!

Kapan Waktu yang Tepat Pakai Skincare Malam? Ini Jawabannya agar Kulit Glowing Maksimal!

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Banyak Antrean di Berbagai Daerah, Cadangan Stok BBM Aman?

Banyak Antrean di Berbagai Daerah, Cadangan Stok BBM Aman?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Inovasi Digital Sukses Mengantarkan BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Inovasi Digital Sukses Mengantarkan BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Profil Aisyah Thisia Halijam, Istri Gubernur Kalteng yang Fashion Show di Tengah Karhutla

Profil Aisyah Thisia Halijam, Istri Gubernur Kalteng yang Fashion Show di Tengah Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:29 WIB

BRI Raih 36 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026 Berkat Transformasi Layanan

BRI Raih 36 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026 Berkat Transformasi Layanan

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:28 WIB

×