Pengamat: Ganjar Lebih Loyal ke Megawati, Jokowi Merasa Keluarganya Nanti Tak Aman

Bernadette Sariyem Suara.Com
Kamis, 11 Januari 2024 | 12:59 WIB
Pengamat: Ganjar Lebih Loyal ke Megawati, Jokowi Merasa Keluarganya Nanti Tak Aman
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. [Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Rumor perseteruan Jokowi dengan PDIP maupun ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, semakin kentara di mata publik.

Itu setelah Jokowi tidak menghadiri acara HUT ke-51 PDIP, Rabu (10/1). Pihak istana mengonfirmasi sang presiden tengah melawat ke sejumlah negara sahabat pada waktu bersamaan.

Meski begitu, perpecahan Jokowi - PDIP semakin kentara tatkala Megawati tak sekali pun menyebut nama Jokowi dalam pidatonya untuk merayakan ultah partainya. 

Padahal, Megawati biasanya menyebut nama Jokowi dalam pidato-pidatonya. Selain itu, Jokowi sendiri tak pernah absen dalam acara-acara besar PDIP.

Sementara di kalangan publik, perseteruan ini dianggap buntut pidato Megawti yang menganggap Jokowi bukanlah siapa-siapa bila tidak diusung PDIP sebagai presiden. Pidato itu dinilai banyak pihak merendahkan diri sang presiden.

Namun, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai perseteruan Megawati dengan Jokowi bukan dikarenakan dendam atau rasa direndahkan, tapi strategi politik.

"Bukan masalah pribadi lantaran Megawati memanggil Jokowi sebagai petugas partai, tapi ada beda kepentingan politik sifgnifikan antara keduanya," kata dia.

Dia menjelaskan, masa jabatan Jokowi sebagai presiden akan habis pada Oktober 2024. Tentu Jokowi memunyai kepentingan mengamankan keluarga dan kroni-kroninya.

Bisa saja, kata dia, Jokowi tidak yakin Ganjar Pranowo yang notabene calon presiden usungan PDIP bisa mengamankan kepentingannya.

Baca Juga: Respons Prabowo Saat Diingatkan Berhati-hati Bicara Agar Tak Emosi

Sebagai alternatif, Jokowi memutuskan mendukung Prabowo meski bertentangan dengan keputusan partainya.

Pendapat ini diperkuat dengan keputusan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, yang menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo.

Jamiluddin menyimpulkan, keputusan Jokowi menyodorkan Gibran sebagai cawapres Prabowo adalah langkah strategis untuk memperkuat hubungannya dengan Prabowo dan memastikan keamanan kepentingannya.

Kedekatan Jokowi dengan Prabowo juga terlihat dari seringnya mereka tampil bersama, terutama setelah PDIP mendeklarasikan Ganjar sebagai capres.

"Bisa jadi, Jokowi menilai Ganjar lebih loyal kepada Megawati ketimbang kepada dirinya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI