Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan

Dinda Rachmawati

Sabtu, 10 Februari 2024 | 19:58 WIB
Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan
Olla Ramlan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). [Suara.com/Tiara]

Suara.com - Kampanye Akbar Anies-Cak Imin yang dipusatkan di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/2/2024) dipenuhi oleh puluhan ribu orang, termasuk para tokoh dan publik figur di Indonesia, termasuk Olla Ramlan

Sayangnya, meski sempat antusias berjejal di antara lautan manusia, Olla Ramlan terlihat hampir ambruk usai ikut meramaikan acara tersebut. Presenter tersebut sempat terlihat datang ke pelataran hotel di kawasan Kemayoran dengan tubuh yang lemas dan muka yang memerah.

Olla Ramlan kemudian tampak duduk di trotoal depan lobi hotel untuk menunggu jemputan. Saat ditanya awak media, ia hanya bisa menunjukkan jempolnya, sambil menutupi wajahnya dengan hijab putihnya. 

Kerumunan massa di dalam stadion seperti yang terlihat di kampanye akbar para pasangan capres dan cawapres hari ini memang membuat seseorang rentan kehabisan oksigen, pingsan bahkan mati lemas. Ditambah lagi kondisi cuaca yang panas dan dehidrasi. 

Bahkan pada beberapa kasus, orang-orang bisa meninggal dunia dalam posisi berdiri, dan jatuh di atas tubuh orang lain yang justru memberi tekanan sedemikian rupa sehingga bernapas menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan satu sama lain.

Kondisi Olla Ramlan tampak kelelahan di Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024). Kondisi Olla drop setelah mengikuti kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. [Rena Pangesti/Suara.com]
Kondisi Olla Ramlan tampak kelelahan di Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024). Kondisi Olla drop setelah mengikuti kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. [Rena Pangesti/Suara.com]

Selain itu, kondisi yang penuh sesak juga dapat menyebabkan psikologis tertentu pada seseorang, salah satunya adalah rasa panik. Hal ini juga menimbulkan rasa sedak napas, hingga merasa lebih terancam dan akan berlomba untuk mencari tempat teraman.

Jadi, penting untuk bersiap dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi ini. Berikut adalah sepuluh hal yang perlu diingat ketika Anda pergi ke acara kerumunan besar, seperti dilansir Koreaboo.

1. Berpakaianlah dengan Nyaman dan Kenakan Sepatu yang Masuk Akal

Jangan memakai pakaian ketat atau sepatu hak tinggi saat pergi ke acara keramaian. Berpakaian yang nyaman akan memudahkan Anda untuk bergerak ke tempat yang lebih aman jika terjadi lonjakan orang.

baca juga

2. Jangan Membawa Anak-anak ke Acara yang Ramai

Anak-anak akan membutuhkan perhatian dan pengawasan, dan tidak bijaksana untuk membawa mereka ke acara-acara yang dapat mengancam jiwa jika kerumunan terlalu padat.

3. Perhatikan Semua Pintu Keluar

Sebelum pergi ke acara dengan kerumunan orang, lihat peta dan perhatikan pintu keluar dan rute pelarian potensial lainnya. Dalam keramaian, orang cenderung bergegas ke pintu keluar yang sama daripada menggunakan area keluar yang tersedia. Tempatkan diri Anda di lokasi yang paling dekat dengan jalan keluar atau rute pelarian.

4. Hindari Tembok dan Penghalang Lainnya

Bersandar pada dinding atau penghalang memberikan lebih sedikit peluang untuk menjauh dari potensi lepas dari orang banyak. Korban pertama dalam "crowd-quake" biasanya adalah mereka yang berada di dekat tembok atau pagar.

5. Buka Mata Anda Terhadap Perubahan Kepadatan dan Pergerakan Kerumunan

Ukuran kepadatan kerumunan yang aman adalah empat orang per meter persegi. Ini adalah saat ada cukup ruang untuk bergerak tanpa kontak fisik dengan orang-orang di sekitar Anda.

Lebih dari itu akan menciptakan potensi kepadatan massa yang dapat menyebabkan "crowd-quake". Cobalah untuk pindah ke area yang lebih aman di dekat pintu keluar atau di belakang kerumunan setelah kepadatan kerumunan lebih dari empat orang per meter persegi.

Martyn Amos, pakar kerumunan dan profesor ilmu komputer dan informasi di Universitas Northumbria, menjelaskan cara mencatat ketika kerumunan menjadi berbahaya.

"Segera setelah Anda merasa kehilangan otonomi, itulah kuncinya. Saat itulah Anda mulai masuk dalam situasi di mana gerakan Anda bukan milik Anda sendiri, dan Anda berada di bawah pengaruh fisika. Ini menjadi tantangan bagi Anda untuk bergerak secara mandiri. Jika Anda bisa, singkirkan diri Anda sendiri. Buka mata Anda dan cari rute pelarian yang paling jelas," kata dia.

6. Tinggalkan Selagi Bisa

Semakin lama Anda menunggu, semakin sulit untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Tinggalkan area yang sangat padat segera setelah mulai tidak nyaman, dan selagi masih ada cukup ruang untuk bergerak.

7. Tetap Berdiri

Jika Anda terjebak dalam kerumunan dan tidak bisa pergi, pertahankan keseimbangan Anda dan tetap tegak. Jika Anda menjatuhkan ponsel atau tas Anda, jangan mengangkatnya karena Anda mungkin akan kesulitan untuk berdiri lagi. Jika Anda jatuh atau tersandung dan tidak dapat berdiri, ambil posisi di sisi kiri dan lindungi kepala Anda.

Dalam keramaian, orang-orang ditekan begitu erat satu sama lain sehingga ketika seseorang jatuh, mereka juga menjatuhkan orang-orang di sekitar mereka, menciptakan efek domino. Kerusakan organ, biasanya pada paru-paru dan jantung, pendarahan internal, atau kerusakan otot dapat terjadi.

Cedera lainnya termasuk kerusakan otot, cedera tulang belakang, patah tulang rusuk, dan patah tulang. Beberapa orang yang selamat dari himpitan massa mengatakan bahwa tekanan dapat menyebabkan anggota badan menjadi mati rasa. Kerusakan otot dapat menyebabkan jaringan otot melepaskan protein dan elektrolit ke dalam darah, merusak jantung dan ginjal.

8. Angkat Tangan Anda

Jika Anda terjebak dalam kerumunan yang padat, ambil posisi petinju dengan lengan beberapa sentimeter di sekitar tulang rusuk dan paru-paru sehingga Anda bisa bernapas.

9. Hemat Energi Anda

Jangan berteriak atau panik; tetap tenang untuk menghemat energi dan oksigen. Ikuti arus orang banyak, jangan melawannya. Jaga agar kepala Anda tetap tegak untuk mendapatkan udara maksimal.

10. Saling Membantu

Kerumunan yang bersatu akan lebih mungkin bertahan daripada kerumunan individu. Bersikap baiklah kepada orang lain dan tawarkan bantuan jika memungkinkan. Ini akan menguntungkan semua orang, termasuk Anda sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Minta Pendukung Berani, Tabrak dan Lawan Pihak yang Intimidasi Pendukung Ganjar-Mahfud!

Puan Minta Pendukung Berani, Tabrak dan Lawan Pihak yang Intimidasi Pendukung Ganjar-Mahfud!

Kotak Suara | Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:55 WIB

Bawakan Lagu Jangan Menyerah, D'Masiv Sihir Pendukung AMIN: Menyala Abangku

Bawakan Lagu Jangan Menyerah, D'Masiv Sihir Pendukung AMIN: Menyala Abangku

News | Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:42 WIB

Penampakan Lautan Manusia Penuhi GBK saat Kampanye Akbar Prabowo-Gibran

Penampakan Lautan Manusia Penuhi GBK saat Kampanye Akbar Prabowo-Gibran

Foto | Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:41 WIB

Terkini

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:33 WIB

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

Gunung Merapi Kembali Terbakar, 30 Hektare Hutan Pinus Hangus: Titik Api Terus Bergerak ke Atas!

Gunung Merapi Kembali Terbakar, 30 Hektare Hutan Pinus Hangus: Titik Api Terus Bergerak ke Atas!

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles

BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB

×