Disentil Mati-matian Bela Jokowi, Qodari Sesumbar ke Sudjiwo Tedjo: Jiwa Aktivis Saya Memang Kuat

Jum'at, 23 Februari 2024 | 17:42 WIB
Disentil Mati-matian Bela Jokowi, Qodari Sesumbar ke Sudjiwo Tedjo: Jiwa Aktivis Saya Memang Kuat
Pengamat Politik Muhammad Qodari. [YouTube/Total Politik]

Suara.com - Budayawan Sudjiwo Tedjo menyentil Muhammad Qodari yang menurutnya membela mati-matian Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Hal ini terjadi saat keduanya menjadi bintang tamu di acara ILC.

Mengutip dari potongan video yang diunggah oleh akun X @/Mdy_Asmara1701, terlihat momen ketika Sudjiwo Tedjo yang awalnya mengungkit masa lalu Qodari ketika masih bekerja di Kompas.

"Aku kenal Qodari waktu di Kompas, dia enggak kenal aku, tapi dia udah sering nulis di Kompas. Waktu itu naik lift dan mobilnya masih biasa-biasa aja gitu," ujar Sudjiwo Tedjo dikutip Jumat (23/2/2024).

"Terus kira-kira 3 atau 4 tahun yang lalu waktu sama-sama datang ke ulang tahun Bu Mega sudah Alphard, wah sudah kaya," imbuhnya.

Budayawan itu lantas mempertanyakan penyebab mengapa Qodari begitu mati-matian membela Jokowi, tak seperti direktur lembaga survei lainnya. Ia tak yakin bila hal tersebut dilakukan Qodari semata demi uang.

"Kenapa Qodari sangat membela Jokowi? Bahasanya saya sering mengatakan, semua orang punya cita-cita, rata-rata orang yang cita-citanya tercapai itu ketika dia bercita-cita seperti orang marah. Mata, ucapan, pikiran, tindakan menuju cita-cita itu. Itu akan tercapai," ujar Sudjiwo Tedjo.

"Nah ketika Qodari membela Jokowi, itu bahasa tubuhnya dari mata sampai itunya, karena sudah kaya apalagi main saham, pasti sudah kaya. Aku enggak yakin hanya digerakkan oleh duit," imbuhnya.

Qodari pun menjawab pertanyaan Sudjiwo Tedjo dengan percaya diri. Ia mengaku memiliki jiwa aktivis yang lebih besar ketimbang para petinggi lembaga survei lainnya.

"Pertama memang jiwa aktivis saya memang kuat, enggak semua punya jiwa aktivis kan, seperti enggak semua orang punya jiwa dalang, seperti enggak semua bisa nyanyi," jawab Qodari.

Baca Juga: Tak Cuma Ngomongin Jokowi, Surya Paloh Ungkap Isi Pembicaraan dengan Anies, Cak Imin hingga Presiden PKS

"Jadi saya kira itu penjelasan paling sederhana. Memang energi aktivisme saya itu kuat, itu yang pertama," sambungnya.

Pengamat politik kelahiran 15 Oktober 1973 itu juga membeberkan alasan lain mengapa dirinya mendukung penuh dan mempercayai Jokowi sebagai seorang presiden.

"Kemudian yang kedua, boleh setuju atau tidak, moral tertinggi buat saya adalah keselamatan bangsa dan negara, yang kedua adalah Indonesia harus jadi negara maju," beber Qodari.

"Dan saya melihat bahwa orang yang punya perencanaan, punya pemikiran yang paling konkret Indonesia Maju 2045 adalah Pak Jokowi dengan rumusan-rumusan strategi program pembangunan dia dan saya percaya dengan teori-teori itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI