Tolak Pemilu Curang, Massa Kibarkan Bendera Merah Putih dan Bakar Ban di Depan KPU

Dwi Bowo Raharjo, Alfian Winanto

Jum'at, 23 Februari 2024 | 16:42 WIB
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
    Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia membakar ban saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). Aksi yang didominasi oleh 'Emak-emak' itu digelar untuk menolak Pemilu Curang.

Terdapat tujuh tuntutan yang disuarakan pada aksinya. Yaitu Makzulkan Jokowi, hapuskan dinasti politik, tolak hasil quick count & pemilu curang, usut tuntas grand desain pemilu curang TSM, dorong hak angket DPR/MPR, diskualifikasi paslon yang melakukan kecurangan TSM, dan audit forensik sistem IT KPU.

Dalam aksinya, mereka membawa Bendera Merah Putih dan juga membakar ban. Massa juga membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Tak Ikut-ikutan Soal Hak Angket, Mahfud: Bukan karena Perbedaan Pandangan Dengan Mas Ganjar

Ngaku Tak Ikut-ikutan Soal Hak Angket, Mahfud: Bukan karena Perbedaan Pandangan Dengan Mas Ganjar

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 16:29 WIB

Geruduk Gedung KPU RI, Ratusan Orang Kompak Teriak Tolak Presiden Curang!

Geruduk Gedung KPU RI, Ratusan Orang Kompak Teriak Tolak Presiden Curang!

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 16:00 WIB

Bukan Urusan Paslon Ikut-ikutan soal Hak Angket, Mahfud MD Dipuji: Menyala Prof!

Bukan Urusan Paslon Ikut-ikutan soal Hak Angket, Mahfud MD Dipuji: Menyala Prof!

News | Jum'at, 23 Februari 2024 | 15:35 WIB

Serba-serbi Hak Angket DPR yang Diributkan Pasca Pemilu 2024, Simak Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Serba-serbi Hak Angket DPR yang Diributkan Pasca Pemilu 2024, Simak Pengertian, Fungsi dan Contohnya

News | Jum'at, 23 Februari 2024 | 15:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×