Gegara Taylor Swift, Luhut Mau Bikin Konser Tandingan, Ogah Kalah dari Singapura

Jum'at, 08 Maret 2024 | 11:07 WIB
Gegara Taylor Swift, Luhut Mau Bikin Konser Tandingan, Ogah Kalah dari Singapura
Hong Kong CBL Limited akan bangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. [Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ingin membuat konser tandingan Taylor Swift Singapura. Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya saat membuka acara "Business Matching 2024", Kamis (7/3/2024).

Luhut mengaku kesal banyak yang sempat tak bisa ke Singapura karena hotel penuh di negara tersebut. Pasalnya Singapura menggelar konser Taylor Swift selama 9 hari. 

Singapura sendiri mengontrak Taylor untuk menjadikan Singapura satu-satunya negara Asia Tenggara yang disinggahi sang penyanyi. Alhasil, berbagai wisatawan mancanegara datang ke Singapura untuk menonton penyanyi Amerika Serikat itu. 

Soal dampak Taylor Swift ke pariwisata Singapura, Luhur menyebut bahwa Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama. 

Menko Marves Luhut Pandjaitan saat mencoblos di TPS 014 di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (14/2/202) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
Menko Marves Luhut Pandjaitan saat mencoblos di TPS 014 di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (14/2/202) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Luhut bahkan memerintahkan agar dilakukan konser serupa dalam enam bulan mendatang. 

"Bayangkan kita kemarin minggu lalu selama dua minggu enggak bisa ke Singapura, karena ada Taylor (Swift) ada show di sana, sembilan hari hotel itu penuh, kenapa? Karena di Indonesia enggak bisa pertunjukan dia," kata Luhut dalam cuplikan video yang diunggah akun X @sociotalker. 

"Saya bilang, 'Kamu cari yang lain (artis lain)' itu kontrak aja, berapa lama, apa yang diberikan Singapura, kita biarkan ke dia. Kita harus berani bersainglah, kalau Singapura bisa untung, masa kita enggak," imbuhnya. 

Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet. 

"Ini namanya emotion-based policy: bikin kebijakan karena emosian gak mau kalah sama negara lain. sangat naif dan gak ngerti knp Singapura melakukan itu, bagaimana caranya, dan kenapa bisa sukses. pokoknya NKRI juga harus bisa! abisin duit tanpa manfaat signifikan," komentar warganet. 

Baca Juga: Garuda Indonesia Ikut Raih Cuan dari Konser Taylor Swift di Singapura

"Sama lah kaya kereta cepat - pokonya Indonesia harus punya walaupun cost-benefit anakysis-nya gak masuk akal," tulis warganet di kolom komentar. 

"Mirip dengan Motogp Mandalika? Akhirnya meninggalkan hutang," timpal lainnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI