Pesona Ulos Berpadu Gaya Barok Italia di Panggung Milan Fashion Week dari JYK Label

Dinda Rachmawati Suara.Com
Selasa, 12 Maret 2024 | 17:15 WIB
Pesona Ulos Berpadu Gaya Barok Italia di Panggung Milan Fashion Week dari JYK Label
Fashion Show JYK Label di Milan Fashion Week (Dok. Istimewa)

Suara.com - Untuk ketiga kalinya, JYK Label mempersembahkan koleksi di Milan melalui Emerging Talent Fashion Show selama Milan Fashion Week yang dihelat pada Februari lalu, di Palazzo Bocconi, Corso Venezia 48, Milan, Italia.

Kali ini, designer Jenny Yohana Kansil melalui label JYK sekali lagi menampilkan dan mengeksplorasi kekayaan tekstil Nusantara dengan mendalami Ulos Batak dari Sumatera Utara.

Jenny Yohana Kansil percaya, dunia perlu tahu bahwa kain tradisional Indonesia tidak hanya terbatas pada batik saja, namun juga mencakup berbagai jenis, salah satunya adalah kain tenun seperti Ulos.

JYK memilih fashion season 2024/2025 menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan Ulos. Melalui koleksi ini, JYK bertujuan untuk menyampaikan filosofi Ulos sebagai simbol selimut, melambangkan perlindungan dari hawa dingin yang menyerang saat musim gugur dan musim dingin. 

Dengan demikian, koleksi ini tidak hanya menghadirkan keindahan estetis tetapi juga membawa makna mendalam dalam melestarikan dan memelihara warisan budaya Indonesia.

“Beberapa nilai penting yang ingin disampaikan JYK Label melalui tema ‘Dalihan Na Tolu’ adalah keseimbangan, rasa hormat, dan pemberdayaan perempuan sebagai landasan stabilitas hubungan masyarakat," kata dia.

Filosofi Dalihan na Tolu yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Batak, suku asli Sumatera Utara, menandakan bahwa Dalihan adalah tempat bertemu, sedangkan Na Tolu melambangkan tiga penyangga pokok. Dalihan Na Tolu menggambarkan kesatuan dalam hubungan kekeluargaan dalam budaya Batak.

Ketiga unsur tersebut adalah dongan sabutuha (saudara kandung), hula-hula (keluarga pihak ibu), dan boru (anak perempuan). Filosofi ini telah dijunjung dan diamalkan sejak dahulu kala, dimana dengan menganut budaya Dalihan na Tolu, masyarakat Batak dapat hidup dengan marsipasangapan (saling menghormati), sehingga suku Batak dikenal dengan ikatan kekerabatan yang kuat.

Kebudayaan Batak sangat menjunjung tinggi nilai seorang perempuan berdasarkan filosofi Dalihan na Tolu, karena perempuan dianggap sebagai sumber garis keturunan dan keberkahan dalam keluarga. 

Baca Juga: Gandeng Jack Harlow, Sepatu Ini Gabungkan Dunia Olahraga dan Budaya

Lambang Dalihan Na Tolu berbentuk segitiga yang kemudian digunakan oleh Label JYK sebagai siluet dan konstruksi pada koleksi ini. Kali ini, JYK mempersembahkan 4 tampilan busana pria dan 6 tampilan busana wanita.

JYK menggunakan warna hitam sebagai simbol stabilitas, ornamen emas sebagai simbol kejayaan dan kemenangan, merah sebagai simbol kepercayaan diri, dan putih sebagai simbol kebebasan dan keterbukaan dalam arti tulus dan tanpa hiasan.

Ia menambahkan bahwa bahan yang digunakan dalam koleksi ini dipilih untuk menciptakan kesan stabilitas dan kekuatan, termasuk bahan seperti mikado, wol, suiting, sutra charmeuse, dan taffeta, diimbangi dengan organza dan kain lembut seperti sifon dan sutra charmeuse.

Pada koleksi terbarunya ini, JYK memadukan unsur budaya tradisional Batak dengan gaya arsitektur Italia, khususnya gaya Gotik dengan ciri geometris dan jendela besar, serta gaya baroque Italia yang dramatis.

Hal ini merupakan bagian integral dari identitas JYK Label yang saya sebut dengan 'Akin', artinya selalu mengambil inspirasi dari akar budaya sang desainer, yang juga memiliki warisan Batak dan memperoleh pengalaman selama belajar fashion di Istituto di Moda Burgo di Milan, Italia.

Arsitektur menjadi salah satu benang merah yang menghubungkan budaya Batak dan Italia. Meski asal usul budayanya berbeda, arsitektur Batak dan gaya Gotik memiliki kesamaan, terutama dengan adanya Gorga dan Gargoyle, yang menjadi ciri khas arsitektur Gotik dan didirikan untuk perlindungan.

“Saat membuat koleksi 'Dalihan Na Tolu' ini, saya kini lebih memperhatikan budaya ibu Batak saya yang sangat saya banggakan. Saya telah menemukan filosofi mendalam masyarakat Batak yang secara sempurna mewakili kisah koleksi ini. Saya ingin untuk mendedikasikan koleksi ini untuk ibuku,' ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI