BPJS Ketenagakerjaan 'Main Lotre', Impian Transpuan Dikebumikan Secara Layak Terancam Pupus

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 03 April 2024 | 04:54 WIB
BPJS Ketenagakerjaan 'Main Lotre', Impian Transpuan Dikebumikan Secara Layak Terancam Pupus
Seorang transpuan menunjukkan KTP Elektronik miliknya di Suku Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (16/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kondisi transpuan di Indonesia bukan hanya sebatas stigma di lingkungan semata, tapi juga kesulitan klaim jaminan kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan karena tidak memiliki ahli waris. Alhasil, haknya dikebumikan dengan layak sebagai manusia belum terjamin sepenuhnya.

Perlu diketahui, meski bukan karyawan di sebuah perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan (TK) membuka kesempatan masyarakat umum untuk bisa mendapat santunan biaya pengobatan dan jaminan kematian hingga biaya pemakaman melalui program Bukan Penerima Upah (BPU).

Sehingga transpuan dengan pekerjaan sebagai pegawai salon, pengamen, pemulung hingga driver alias ojek maupun pekerjaan serabutan lainnya bisa mendaftar secara mandiri sebagai BPU.

Dengan keanggotaan BPU ini nantinya apabila peserta meninggal, BPJS TK akan memberikan santunan kematian sebesar Rp 20 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta hingga santunan berkala Rp 12 juta.

Aktivis Yayasan Srikandi Sejati dan Suara Kita mengunjungi kantor Suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2024). (Dini/Suara.com)
Aktivis Yayasan Srikandi Sejati dan Suara Kita mengunjungi kantor Suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2024). (Dini/Suara.com)

Sehingga bila dijumlahkan anggota BPU aktif yang meninggal berhak menerima dana Rp 42 juta. Manfaat ini di luar dari pemberian beasiswa 2 anak peserta, dengan syarat minimal sudah membayar masa iuran minimal 3 tahun dan bukan meninggal karena kecelakaan kerja.

Sederet manfaat ini jugalah yang akhirnya membuat organisasi Suara Kita bersemangat mengajak para transpuan agar mau bergabung menjadi peserta BPU BPJS TK, mengingat pekerjaan dan profesi mereka tidak memiliki tunjangan masa tua hingga jaminan kematian.

Kebumikan transpuan secara layak

Digawangi Sukoco Anggi Saputra atau yang akrab disapa Mak Echi (52) sebagai salah satu focal point Suara Kita sekaligus aktivis Yayasan Srikandi Sejati, ia mengajak para transpuan merapatkan barisan agar bisa hidup layak di masa tua nanti, salah satunya dengan cara mendaftar sebagai peserta BPU BPJS TK.

Saat mengunjungi kantor suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 28 Maret 2024, Mak Echi bercerita sebagai koordinator shelter rumah aman bagi kelompok rentan, ia sering mendapat cerita para transpuan tidak diterima secara baik oleh keluarganya.

baca juga

"Teman-teman transpuan tidak semuanya diterima dari pihak keluarga, diusir dan diskriminasi dari pihak keluarga. Jadi transpuan saling bergandengan tangan dan membaur," ujar Mak Echi.

Mirisnya di tengah maraknya stigma itu, Mak Echi tak jarang dihadapkan pada kendala materi saat salah satu rekannya meninggal dunia. Keadaan ini diperparah, bila rekannya meninggal tanpa seorangpun keluarga, saudara, atau anak sebagai penerus maupun ahli waris karena hidup sebagai transpuan.

Sedangkan agar bisa menguburkan jenazah rekan transpuannya dengan layak setidaknya ia harus memiliki dana minimal Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Aktivis Yayasan Srikandi Sejati dan Suara Kita mengunjungi kantor Suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2024). (Dini/Suara.com)
Aktivis Yayasan Srikandi Sejati dan Suara Kita mengunjungi kantor Suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2024). (Dini/Suara.com)

"Dari RT di Jakarta Barat itu kisaran penguburan setidaknya butuh uang Rp 5 juta, kita minta turun jadi Rp 3 juta, tapi nyari ke mana coba?," ungkap Mak Echi dengan perasaan berat.

Inilah sebabnya di usia yang tidak muda lagi, Mak Echi hanya punya harapan dan impian sederhana yaitu mengubur teman-teman transpuannya dengan layak. Pada kondisi nyaris putus asa inilah, ia berpikir BPJS TK dengan program BPU-nya bisa jadi salah satu harapan.

"Impian aku melindungi transpuan akan terkabul, walau mereka nggak ada penerus akhirnya teman-teman bisa terlindung berkat BPJS itu. BPJS ini kita kira bisa buka peluang dari teman-teman transpuan, hanya satu-satunya yang diharapkan dari penguburan teman-teman," ungkap Mak Echi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Film SARA, Angkat Kisah Transpuan yang Dibintangi Asha Smara Darra

Sinopsis Film SARA, Angkat Kisah Transpuan yang Dibintangi Asha Smara Darra

Entertainment | Jum'at, 01 Desember 2023 | 07:45 WIB

Oscar Lawalata yang Transpuan Masuk Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik di FFI 2023, Begini Kata Reza Rahadian

Oscar Lawalata yang Transpuan Masuk Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik di FFI 2023, Begini Kata Reza Rahadian

Entertainment | Kamis, 02 November 2023 | 20:21 WIB

Bertemu Teman Transpuan Azizah Salsha, Reaksi Istri Andre Rosiade Jadi Omongan

Bertemu Teman Transpuan Azizah Salsha, Reaksi Istri Andre Rosiade Jadi Omongan

Entertainment | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 07:10 WIB

Terkini

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×