Jadi Menag Pertama dalam Sejarah yang Tulis Opini Politik di Media Online, Gus Yaqut Kutip Dalil Imam Syafii

Selasa, 09 April 2024 | 11:05 WIB
Jadi Menag Pertama dalam Sejarah yang Tulis Opini Politik di Media Online, Gus Yaqut Kutip Dalil Imam Syafii
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas. [Dok]

Suara.com - Kisruh hasil Pilpres 2024 yang dilanjutkan dengan sengketa di Mahkamah Konstitusi ternyata turut menuai tanggapan dari sejumlah tokoh publik.

Mulai dari Megawati Soekarnoputri yang menyentil hakim MK lewat laman opini di sebuah media online, sampai Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang bahkan sampai membawa dalil agama saat membuka opininya.

Rekonsiliasi dan Rekognisi Pascapilpres,” begitulah judul yang digunakan Yaqut untuk artikel opininya yang dipublikasikan pada 5 Maret 2024.

Menag Yaqut Cholil Quomas saat launching Madrasah Pandai Berhitung. Senin (16/10) [Kementerian Agama]
Menag Yaqut Cholil Quomas saat launching Madrasah Pandai Berhitung. Senin (16/10) [Kementerian Agama]

Pemilu bukanlah lonceng kematian bagi yang kalah dan euforia berlebihan bagi yang diunggulkan,” imbuhnya, seperti dikutip pada Selasa (9/4/2024).

Artikel ini tak bisa diakses sepenuhnya tanpa berlangganan di media online terkait. Namun sekilas terdapat kutipan berbahasa Arab yang merupakan salah satu pernyataan terkenal Imam Syafii.

Kullu al-’adawat qad turja mawaddatuha. Illa ‘adawata man ‘adaka min hasadin.

Yang artinya, “Setiap permusuhan kadangkala menginginkan persahabatan, kecuali permusuhan orang yang iri kepadamu.

Kutipan itulah yang dituliskan Yaqut di awal artikel opininya. Tampaknya politisi yang akrab disapa Gus Yaqut itu mendorong setiap pihak untuk menerima hasil Pemilu, dan tidak mempermasalahkan lebih lanjut kecuali memang karena iri dengki atas kemenangan pihak tertentu.

Belakangan perkara ini disoroti oleh warganet, salah satunya akun X @thejesterjazz. Sebab Gus Yaqut disebut-sebut sebagai Menag pertama dalam sejarah Indonesia yang sampai mempublikasikan opini lewat media online seperti itu.

Baca Juga: Beda Pendidikan Megawati dan Menag Yaqut: Sama-sama Resah Tulis Opini Pemilu di Media Online

Ada yang gak kalah wow,” cuit pemilik akun yang awalnya menanggapi Megawati dan opininya. “Bulan lalu Menag Yaqut juga publish opini di Kompas tentang menerima hasil Pilpres tapi bawa-bawa dalil agama. Bahkan kalimat pertamanya ngutip Imam Syafi’i.

Kayaknya baru pertama dalam sejarah Menag Indonesia ada Menag yang kayak gini. (sepengetahuan cetek saya),” imbuhnya.

Tentu cuitan ini memunculkan beragam respons lantaran opini Gus Yaqut dianggap sebagai bentuk politisasi agama.

Menuduh seberang mempolitisasi agama,” celetuk warganet.

Wah wah wah… Aduh kalau itu banyak sensor ah mau bahasnya,” sindir yang lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI