Beda Tabiat Ahok vs Bobby Nasution saat Ganti Partai: Bak Langit Bumi, Jadi Sorotan Tajam!

Ruth Meliana Suara.Com
Rabu, 22 Mei 2024 | 09:29 WIB
Beda Tabiat Ahok vs Bobby Nasution saat Ganti Partai: Bak Langit Bumi, Jadi Sorotan Tajam!
Kolase foto Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Bobby Nasution. (Instagram/@basukibtp/@bobbynst)

Suara.com - Keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution pindah partai dari PDI Perjuangan ke Partai Gerindra menjadi sorotan. Tak sedikit yang membandingkan adab menantu Presiden Jokowi itu dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat ganti partai.

Sebagai informasi, Bobby Nasution dipecat oleh PDIP gegara mendukung Prabowo Subianto dan iparnya, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Padahal, jelas-jelas partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di sebagai capres-cawapres 2024.

Sementara itu, Ahok justru memutuskan mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Gerindra pada 2014 silam. Kala itu, Ahok secara tegas mengungkap alasan ia mundur dari partai yang telah membesarkan namanya, yakni karena perbedaan pendapat terkait Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah atau RUU Pilkada.

Kini, Ahok sudah memutuskan bergabung sebagai kader PDIP. Sedangkan Bobby Nasution justru memilih sikap kebalikan Ahok, yakni bergabung dengan Partai Gerindra.

Keputusan keduanya saat berganti partai pun disorot oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus. Menurutnya, Bobby Nasution tidak memiliki integritas dan hanya menjadi seorang oportunis.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat Sumatera Utara untuk cerdas dalam memilih pemimpin. Ini karena sosok Bobby Nasution digadang-gadangkan akan maju sebagai calon gubernur Sumut di Pilkada 2024.

"(Bobby Nasution) pindah partainya bukan karena integritas, lebih karena oportunitas dan ada maunya. Makin ke sini makin susah mencari politisi muda yang berintegritas dan idieologis," kritik Jhon Sitorus dalam cuitannya seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/5/2024).

"Ya, manusia bebas menentukan pilihan masing-masing, sesuai karakter dan prinsipnya. Semoga rakyat Sumut cerdas menilai," lanjutnya.

Sikap berbeda, kata Jhon Sitorus, justru ditunjukkan oleh Ahok. Loyalis Ganjar Pranowo ini menilai bahwa Ahok memiliki integritas karena keluar dari Gerindra demi memperjuangkan prinsip demokrasi.

Baca Juga: Infrastruktur Era Presiden Jokowi: Prestasi Besar atau Bom Waktu untuk Prabowo?

"Ahok keluar dari Gerindra karena partai Gerindra memaksakan UU MD3 kala itu. Salah satunya isinya adalah Gubernur dipilih oleh DPRD, bukan pemilu langsung," tambahnya.

"Ahok keluar dari partai (Gerindra) karena prinsip, bukan karena oportunis. Dia memperjuangkan prinsip demokrasi," pungkas Jhon Sitorus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI