Bangkit dari Pandemi, Gembira Loka Zoo Yogyakarta Tetap Eksis Lestarikan Satwa

Dinda Rachmawati

Sabtu, 08 Juni 2024 | 10:05 WIB
Bangkit dari Pandemi, Gembira Loka Zoo Yogyakarta Tetap Eksis Lestarikan Satwa
Joko Tirtono, Sosok Dibalik Kebangkitan Gembira Loka Zoo Menjadi Destinasi Unggulan Yogyakarta (Dok. Istimewa)

Suara.com - Gembira Loka Zoo atau Kebun Binatang Gembira Loka menjadi salah satu destinasi menarik yang tak boleh terlewat saat mengunjungi Yogyakarta. 

Terlebih pada 2022 lalu, tempat wisata yang dicetuskan sejak tahun 1933 tersebut baru saja mendapatkan penilaian lembaga konservasi setelah 11 tahun absen dengan nilai terbaik dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Di antaranya adalah administrasi dan fasilitas pengelolaan, pengelolaan satwa, kesehatan satwa, fasilitas pengunjung, konservasi dan pemberdayaan masyarakat, serta sumber daya manusia dan keberlanjutan (sustainability). 

Direktur Utama Gembira Loka Zoo KMT. A. Tirtodiprojo atau biasa dipanggil Joko Tirtono menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tujuh komponen, Gembira Loka Zoo Yogyakarta dengan akun Instagram @gembiraloka.zoo mendapat nilai 84,47 atau nilai huruf mutu A (Sangat Baik) dan akan berlaku selama lima tahun.

Joko Tirtono bersyukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hal itu jadi bukti bahwa Gembira Loka Zoo Yogyakarta berkomitmen penuh sebagai lembaga konservasi yang membangun kebun binatang menjadi lebih baik berlandaskan visi dan misinya.

“Harapannya, terakreditasinya Gembira Loka Zoo dapat digunakan untuk menghindari praktik buruk manajemen yang mempengaruhi kualitas hidup satwa,” ujar Joko Tirtono.

Dia juga menyampaikan bahwa Gembira Loka Zoo juga akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya untuk pengunjung.

Tentu saja ini tak lepas dari peran besar Joko Tirtono yang membawa Gembira Loka Zoo menjadi lebih baik, bahkan setelah beberapa kali diterpa berbagai tantangan. 

Awal Mula Gembira Loka Zoo, Dicetuskan 1933

baca juga

Kebun Raya Dan Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka berawal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tahun 1933 akan tempat hiburan bernama Kebon Rojo. Ide tersebut baru dapat direalisasikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan bantuan arsitek Belanda, Ir. Karsten. 

Namun, di tengah pembangunannya, Kebon Rojo terhenti karena Perang Dunia II dan sampai penjajahan Jepang di Indonesia berakhir. Akhirnya, pembangunan KRKB Gembira Loka dilanjutkan pada 1953 dengan terwujudnya pendirian Yayasan Gembira Loka Yogyakarta melalui Akta Notaris RM. Wiranto Nomor 11 tanggal 10 September 1953.

Joko Tirtono, Sosok Dibalik Kebangkitan Gembira Loka Zoo Menjadi Destinasi Unggulan Yogyakarta (Dok. Istimewa)
Joko Tirtono, Sosok Dibalik Kebangkitan Gembira Loka Zoo Menjadi Destinasi Unggulan Yogyakarta (Dok. Istimewa)

Pada 10 November 1953, barulah KRKB Gembira Loka (Gembira Loka Zoo) didirikan. Gembira Loka Zoo berlokasi di dua tempat yang terbagi Sungai Gajah Wong. Area timur berada di Jalan Kebun Raya Nomor 2, Rejowinangun dan area barat berada di Jalan Veteran, Muja Muju.

Empat tahun setelah berdirinya Gembira Loka Zoo, tepatnya tahun 1959, pengusaha bernama Tirtowinoto menyumbang bangunan stasiun perahu yang dinamai Langen-Tirto. Dari sumbangsihnya, Tirtowinoto ditunjuk sebagai bendahara II oleh Dewan Pengurus Yayasan Gembira Loka.

Sejak Tirtowinoto menjabat, kondisi keuangan Gembira Loka Zoo semakin membaik. Pada era 1970 hingga 1980-an, Gembira Loka Zoo mengalami kemajuan dan perkembangan sangat pesat. Koleksi satwanya semakin lengkap dengan didatangkannya kuda nil. 

Pada 1978, perkembangan Gembira Loka Zoo mencapai puncaknya dengan jumlah pengunjung lebih dari 1,5 juta orang. Setelah wafatnya Tirtowinoto pada 1987, putranya, Joko Tirtono, dikukuhkan menjadi pengurus Yayasan Gembira Loka. Dia menjabat sebagai Bendahara I dan Direktur Utama Gembira Loka Zoo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah AO PNM Mekaar, Keluar Zona Nyaman untuk Beri Kenyamanan Keluarga

Kisah AO PNM Mekaar, Keluar Zona Nyaman untuk Beri Kenyamanan Keluarga

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 08:59 WIB

Kartini Masa Kini yang Inspiratif: Lisa Zen Purba Sukses Membawa Brand Tas Lokalnya ke Mancanegara

Kartini Masa Kini yang Inspiratif: Lisa Zen Purba Sukses Membawa Brand Tas Lokalnya ke Mancanegara

Lifestyle | Kamis, 02 Mei 2024 | 08:05 WIB

Taman Margasatwa Ragunan Beri Imbauan Ini untuk Pengunjung yang Ingin Hadiri Ulang Tahun Komu

Taman Margasatwa Ragunan Beri Imbauan Ini untuk Pengunjung yang Ingin Hadiri Ulang Tahun Komu

News | Sabtu, 13 April 2024 | 18:37 WIB

Terkini

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

×