Indonesia Diprediksi Alami Krisis Populasi Pada 2030, Kaum Muda Ogah Punya Anak?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 15 Juni 2024 | 17:14 WIB
Indonesia Diprediksi Alami Krisis Populasi Pada 2030, Kaum Muda Ogah Punya Anak?
Ilustrasi krisis populasi. [Pixabay]

Suara.com - Tokoh Fertilitas dan Bayi Tabung Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG.FER mengungkap bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami krisis populasi pada 2030 mendatang. Kondisi ini terjadi karena angka kesuburan atau fertility rate di Indonesia yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Prof. Budi yang juga Founder Smart Fertility Clinic sekaligus Direktur Medis dan Scientific Smart Fertility Clinic itu mengatakan, saat ini banyak pasangan muda di Indonesia yang enggan punya banyak anak, dengan berbagai alasan. Dari mulai kerumitan mengurus buah hati, biaya kesehatan, hingga pendidikan yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

"Jadi krisis populasi ini masalah besar untuk Indonesia, kita nggak mau seperti di Korea dan Taiwan dimana sekolah SD, SMP dan SMA itu tutup karena nggak ada murid. Mereka yang sudah menikah lebih senang pelihara kucing dan anjing, oleh karena itu layanan fertilistas sangat penting untuk bantu pasangan punya anak," ujar Prof. Budi dalam acara Anniversary 1 tahun Smart Fertility Clinic by Smart IVF di Primaya Evasari Hospital, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2024).

Angka kesuburan total atau fertility rate adalah istilah yang digunakan di bidang demografi, untuk menggambarkan jumlah rata-rata anak yang akan terlahir dari seorang wanita sepanjang hidupnya. Bila ia akan mengalami tingkat kesuburan spesifik usia terkini, yang pasti dan ia akan selamat dari kelahiran sepanjang usia reproduktifnya

Fakta Indonesia akan alami krisis populasi ini juga didasarkan pada fertility rate Indonesia di 2030 akan mencapai angka 1,3. Ini artinya, pada 6 tahun mendatang, mayoritas pasangan suami istri hanya punya seorang anak dalam keluarga.

"Diramalkan pada 2030, fertility rate Indonesia mencapai 1,3. Sedangkan saat ini Singapura angka fertility ratenya sudah di bawah 1. Jadi karena populasinya yang terus menurun, Singapura dan juga seperti Jepang maupun Korea program kehamilan atau seperti bayi tabung itu dibayarin negara," papar Prof. Budi.

Lebih lanjut pakar yang juga mantan ketua Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu menyebutkan jika kondisi angka kesuburan masyarakat Indonesia sangat jauh berbeda dibanding periode 1990-an saat kepemimpinan Presiden Soeharto, di mana angka kesuburan berada di atas 5 atau sepasang suami istri minimal punya 5 orang anak.

"Angka total fertility rate itu sekarang di Indonesia angkanya 2,14. Dulu zaman dulu mada Soeharto fertility rate kita 5," jelasnya.

Di sisi lain, Prof. Budi mengatakan populasi suatu bangsa atau negara akan bertahan, jika minimal angka kesuburan berada di angka 2,1 dari jumlah penduduk. Adapun kata dia, kondisi masyarakat Jakarta mulai alami krisis populasi.

baca juga

"Kalau lihat Jakarta fertility ratenya itun 1,75. Jadi itu kalau di Jakarta suami istri punya anak cuma satu," pungkas Prof. Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hentikan Kekejaman Terhadap Gajah, Pengadilan Negara Ini Keluarkan Putusan Tegas

Hentikan Kekejaman Terhadap Gajah, Pengadilan Negara Ini Keluarkan Putusan Tegas

News | Selasa, 27 Februari 2024 | 13:32 WIB

Apa Dampak Deepfake dan Ancaman pada Pemilu 2024?

Apa Dampak Deepfake dan Ancaman pada Pemilu 2024?

Video | Sabtu, 09 Desember 2023 | 06:00 WIB

Angka Kelahiran di China Menurun, Anak Muda China: Punya Anak Butuh Banyak Biaya

Angka Kelahiran di China Menurun, Anak Muda China: Punya Anak Butuh Banyak Biaya

Video | Kamis, 06 Juli 2023 | 11:00 WIB

Terkini

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah

Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint

Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint

Surakarta | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027

Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

Kaltim | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB

×