Ayah Atta Halilintar Protes Gelar Haji Anaknya Tak Disebut Saat Thariq Halilintar Lamaran, Memangnya Wajib?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 24 Juni 2024 | 09:33 WIB
Ayah Atta Halilintar Protes Gelar Haji Anaknya Tak Disebut Saat Thariq Halilintar Lamaran, Memangnya Wajib?
Aurel Hermansyah berfoto dengan Gen Halilintar di lamaran Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid. (Instagram/@thariqhalilintar)

Suara.com - Sosok Halilintar Anofial Asmid menjadi perhatian saat lamaran Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid. Hal ini karena dia memprotes pengabaian gelar "Haji" anaknya selama acara berlangsung.

Pada saat itu, pembawa acara beberapa kali bertanya tentang maksud dan tujuan kunjungan Thariq Halilintar dan keluarganya ke keluarga besar Reza Artamevia. Thariq menjelaskan bahwa dia berniat melamar putri Reza, Aaliyah Massaid.

Pembawa acara kemudian mempersilakan perwakilan dari keluarga Thariq, Atta Halilintar, untuk secara resmi menyampaikan maksud kedatangan mereka. Namun, pembawa acara hanya menyebut nama Atta tanpa menyertakan gelar "Haji," meskipun Atta dan istrinya baru saja pulang dari ibadah haji.

Menanggapi hal ini, Halilintar Anofial Asmid segera mengoreksi pembawa acara, mengingatkan untuk tidak lupa menyebutkan gelar "Haji" di depan nama anak pertamanya.

"Pak haji, pak haji lupa," tegur ayah Atta Haalilintar pada pembawa acara.

"Oh iya bapak haji Atta Halilintar. Semoga hari ini bawa air zam zam juga ya mas," ralat pembawa acara.

Lantas, apakah gelar haji wajib disematkan? 

Dikutip dari Kementerian Agama, Filolog Oman Fathurahman, atau Kang Oman, yang juga Staf Ahli Menteri Agama, menjelaskan bahwa perjalanan haji bagi orang Nusantara dulu merupakan perjuangan berat.

Mereka harus menyeberangi lautan, menghadapi badai berbulan-bulan, menghindari perompak, dan menjelajah gurun pasir. Orang yang berhasil pulang dengan selamat dianggap mendapat kehormatan besar, mengingat Ka'bah dan Mekkah adalah tempat suci umat Islam.

Baca Juga: Haru, Doa Keanu Massaid untuk Aaliyah Massaid Calon Istri Thariq Halilintar: Semoga Gak Lupa Keluarga

Inilah mengapa di Indonesia, pemberian gelar "haji" atau "hajjah" setelah menunaikan ibadah haji menjadi lazim. Antropolog Dadi Darmadi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, tradisi ini juga ada di negara-negara Melayu lainnya seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan. Di Mesir Utara, rumah jemaah haji bahkan dilukis dengan gambar Ka'bah dan moda transportasi ke Mekkah.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, gelar haji mencerminkan status sosial tertentu dan dianggap penting serta membanggakan. Menurut Dadi, tradisi ini dapat dilihat dari tiga perspektif:

  • Keagamaan: Haji adalah perjalanan untuk menyempurnakan rukun Islam, yang memerlukan usaha besar dan biaya mahal. Karena itu, gelar haji dianggap layak diberikan kepada mereka yang berhasil melakukannya.
  • Kultural: Cerita-cerita heroik dan mengharukan tentang perjalanan haji telah berkembang dan menjadi populer, menarik lebih banyak orang untuk menunaikan ibadah haji. Banyak tokoh masyarakat yang juga bergelar haji, menambah nilai dan status sosial gelar ini.
  • Kolonial: Pemerintah kolonial Belanda dulu berusaha membatasi jemaah haji karena takut akan pengaruhnya terhadap gerakan anti-penjajahan. Mereka mengharuskan jemaah menggunakan gelar dan atribut haji agar mudah diawasi.

Oman, yang juga Pengendali Teknis Ibadah Haji Kementerian Agama 2019, menambahkan bahwa gelar haji seharusnya tidak merusak keikhlasan berhaji.

"Ciri haji mabrur adalah menjadi orang yang ikhlas dan selalu berbuat baik, menebar kedamaian, baik saat maupun setelah menunaikan ibadah haji," pungkasnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI