Ini yang Bikin Kualitas Sayur dan Buah Lokal Berkurang saat Sampai ke Konsumen

Selasa, 25 Juni 2024 | 16:50 WIB
Ini yang Bikin Kualitas Sayur dan Buah Lokal Berkurang saat Sampai ke Konsumen
Ilustrasi sayuran (unsplash.com/randyfath)

Suara.com - Industri pertanian Indonesia perlu terus memperbaiki diri, agar kualitas produk pertanian lokal bisa jadi andalan masyarakat Tanah Air. Kira-kira apa ya kekurangannya?

Executive Chef Amuz Restaurant, Chef Gilles Marx menjelaskan agar buah dan sayur kualitasnya tetap terjaga hingga ke tangan konsumen, maka perlu memperhatikan sejak awal mula penyimpanan setelah dipanen.

Ia mencontohkan pertanian di Australia, melakukan pemanenan di pagi hari saat cuaca sangat sejak bahkan cenderung sangat dingin.

Setelah proses panen di pagi hari, kata Chef Gilles para petani langsung melanjutkan dengan menyimpan buah dan sayur ke dalam lemari es. Bahkan proses memasukkannya juga tidak asal, karena akan disesuaikan dengan ukuran buah atau sayur tersebut.

"Jadi setiap ukuran yang berbeda masuk ke dalam satu kotak dan kemudian langsung didinginkan, jadi tetap akan sangat dingin dari awal atau dari panen hingga pengiriman. Itu sangat penting," ujar Chef Gilles dalam acara Taste and Create with Australia 2024 di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Chef Gilles juga menyayangkan di Indonesia kerap ditemukan proses memanen dilakukan langsung dengan paparan sinar matahari selama beberapa waktu. Kondisi inilah yang membuat buah dan sayur berisiko cepat rusak sejak awal proses panen.

"Kadang-kadang kita memiliki masalah di Indonesia ketika mereka memanen dan kemudian diangkut ke dalam truk dan kemudian dijemur di bawah sinar matahari dari Bogor ke Jakarta di dalam truk tanpa pendingin. Itu sebabnya sayuran langsung rusak dan Anda tidak bisa menyimpannya begitu lama. Pendingin sangat penting," jelas Chef Gilles.

Efek buruk sayur segar terpapar sinar matahari

Sayur dan buah yang baru dipanen namun langsung terpapar sinar matahari maka akan membuat kualitas produk pertanian berkurang. Efek buruknya seperti vitamin buah dan sayur berkurang.

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pemprov DKI Minta Daerah Penyangga Awasi Ketat Sektor Industri

Ini karena paparan sinar matahari dapat memecah vitamin, terutama vitamin C, yang sensitif terhadap cahaya.

Tidak hanya itu karena sayur dan buah mengandung antioksidan, karena kelembapan serta kandungan air. Sedangkan sinar matahari langsung dapat menyebabkan sayuran kehilangan kelembaban, membuatnya layu dan tidak lagi segar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI