Waspada! Game Online Ancam Kesehatan Mental Remaja

Suhardiman Suara.Com
Selasa, 30 Juli 2024 | 11:56 WIB
Waspada! Game Online Ancam Kesehatan Mental Remaja
Ilustrasi game online. (Pexels/RODNAE Productions).

Suara.com - Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak yang signifikan pada kehidupan manusia, terutama remaja. Salah satu aktivitas yang populer di kalangan remaja adalah bermain game online.

Meskipun memberikan hiburan dan kesenangan, namun jika tidak dikelola dengan baik, game online dapat berdampak negatif pada kesehatan mental remaja. Berikut dampak negatif game online terhadap kesehatan mental:

1. Kecanduan

Salah satu dampak paling umum adalah kecanduan game online. Ketika remaja menghabiskan waktu yang berlebihan untuk bermain game, mereka dapat mengalami kesulitan untuk fokus pada aktivitas lain, seperti belajar dan berinteraksi secara sosial. Hal ini juga sering diikuti dengan gangguan tidur yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

3. Kecemasan hinga Frustasi

Kecanduan game online dapat memicu perasaan stres, kecemasan, dan frustasi. Tak jarang game online yang mengandung unsur kekerasan meningkatkan tingkat agresivitas pada remaja, membawa dampak negatif terhadap perilaku mereka dalam kehidupan nyata.

3. Isolasi Sosial

Kecenderungan untuk bermain game secara berlebihan bisa memicu isolasi sosial. Remaja mungkin mengurangi interaksi langsung dengan keluarga dan teman, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kesepian dan penurunan kemampuan sosial.


4. Menurunnya Prestasi Akademik

Bermain game selama jam-jam yang seharusnya diperuntukkan untuk belajar dapat merugikan prestasi akademik. Hal ini sering kali mengakibatkan penurunan nilai dan minimnya motivasi untuk belajar di kalangan remaja.

Pencegahan dan Penanganan

Orang tua memegang peranan penting dalam mengelola kebiasaan bermain game anak-anak mereka. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:

- Mengatur Waktu Bermain

Menetapkan batasan harian untuk waktu bermain dapat mengurangi risiko kecanduan dan memastikan waktu yang cukup untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

- Mendorong Aktivitas Alternatif

Mengajak anak terlibat dalam kegiatan lain seperti olahraga dan membaca bisa mengalihkan perhatian mereka dari layar.

- Memantau Konten Game

Memilih game yang sesuai dengan usia dan bebas dari konten negatif adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental.

- Membuka Komunikasi

Membangun komunikasi yang efektif dengan anak tentang penggunaan game dan dampaknya juga vital untuk memberikan dukungan yang mereka butuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI